10 Cara Mempersiapkan si IBU Untuk Proses Persalinan yang Buruk

Judulnya agak kontroversi ya….

Tapi tenang ayo baca dulu, ada 10 cara untuk mempersiapkan tubuh seorang ibu untuk mendapatkan proses persalinan yang buruk dan banyak trauma.

ini adalah sebuah ilustrasi, jadi silahkan Analisa apakah dokter atau bidan Anda melakukan salah satu point ini? Nah sekarang silahkan memilih bunda, pilih “menyerahkan” tubuh Anda ke pada mereka begitu saja atau pilih memberdayakan diri Anda?

Inilah 10 cara tersebut:

  1. Perlakukanlah kehamilannya seperti penyakit dan bayinya seperti tumor asing  

ini akan membuat panggung Anda merasa sakit,  lalu Anda akan membenci kehamilan, dan ingin hal itu berakhir secepat mungkin. Ini juga akan menanam benih keraguan akan kemampuan tubuh nya untuk melakukan sesuatu yang benar.

  1. Ayo lakukan test, test dan test 

Daripada berbicara dengan nya dan mendengarkan kekhawatiran-nya, lebih baik lakukan beberapa tes yang mahal dan invasif untuk mengetahui penyakit dan kondisi yang kemungkinan besar tidak mempengaruhi dirinya. Dengan cara ini dia tidak akan punya waktu untuk memberitahu Anda apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhnya.

  1. Katakan padanya tubuhnya tidak pas/tidak normal –  lakukan hal ini secara halus. Anda tidak ingin ibu marah bukan? tanamkan keraguan diri nya. Tentang “kekuatan” tubuhnya. Beberapa kalimat yang bisa Anda ucapkan antara lain: “badan Anda terlalu gemuk bunda….”atau “Saya khawatir tentang hasil tes Anda berkaitan dengan X, saya pikir kita perlu melakukan tes lagi ….” atau “bayi Anda sungsang (walaupun masih 32 minggu dan masih bisa di reposisi sebenarnya, tapi tetap saja sampaikan ini) sepertinya Anda harus menyiapkan diri untuk SC…” dan masih banyak lagi kalimat yang bisa Anda katakana karena bagi mereka Anda adalah figure jadi apa yang Anda katakan biasanya mereka percaya.
  2. Anda bisa melakukan VT (Vaginal Toucher) atau pemeriksaan dalam saat kehamilan trimester akhir. walaupun tidak nyaman tapi lakukan dengan alasan untuk memeriksa panggul mereka.  Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk menggunakan kalimat seperti di point 3 (yaitu-“Ummm, panggul Anda cukup kecil jadi …”)
  3. Ingat, Anda selalu dapat menemukan alasan untuk menginduksi mereka- Pada saat tanggal HPL atau mendekati HPL. Serviknya sudah matang jadi bisa di sarankan bahwa sekarang adalah waktu untuk menawarkan induksi.  dia akan lelah dan tidak nyaman (terutama jika ia berfokus pada poin# 1) dan dia akan meminta Anda membantu bayinya agar segera keluar. Ingat, apa saja dapat diberikan sebagai alasan untuk menginduksi, dari bayi kecil ke bayi besar dan segala sesuatu di antaranya.
  4. Beri dia sebuah tanggal “jatuh tempo”. Tanggal jatuh tempo adalah akhir yang sempurna untuk ini.  ini membuatnya alasan untuk menawarkan induksi terasa lebih logis
  5. Ingat, Oksitosin syntetis adalah teman– Anda dapat menggunakan nya untuk membuat persalinannya terasa lebih menyakitkan. Dan, jika tidak, Anda dapat menggunakannya untuk induksi. Sekarang dia praktis akan meminta Anda untuk membantunya agar bayinya cepat keluar. Oksitosin syntetis melayani banyak fungsi: 1) untuk induksi 2) kemungkinan besar membuat proses persalinan terasa lebih menyakitkan.  Jangan katakan padanya bahwa pemberian induksi dengan oksitosin syntetis membuatnya lebih buruk.
  6. Obat -! Dia akan “berlutut” dan memohon kepada Anda untuk segera membantu bayinya keluar karena dia tidak tahan akan rasa sakitnya dan akan sangat berterima kasih untuk “ahli” di sekelilingnya yang mampu membuat semua rasa sakit pergi. Jadi Anda bisa melakukan vacuum, forceps atau bahkan SC
  7. Nah Waktunya SC -! ! Dan-jika semua hal di atas tidak mempan untuk mendapatkan bayi yang keluar-jangan khawatir-Anda dapat menyelamatkan bayi dengan SC, SC lebih mahal cepat, dan invasive dan “menguntungkan” bagi Anda karena uang jasanya lebih besar! Ada banyak manfaat: 1) Anda bisa menyelamatkan dirinya dan bayi (sst, jangan bilang siapa pun Anda sebenarnya menempatkan mereka dalam bahaya seperti di poin 1-8) Meskipun Anda memotong perineumnya dan menarik keluar bayinya, dia akan bersyukur dan berterimakasih kepada Anda bahwa Anda adalah “malaikat penyelamatnya”. Dia benar-benar merasa tidak bisa melakukannya tanpa Anda. Yang akhirnya membuat mereka berfikir “Syukurlah ia berada di rumah sakit!” 
  8. Ingat-yang penting bayinya HIDUP -! Masalah trauma atau tidak itu masalah ke sekian. Yang penting adalah bayi lahir hidup dan menangis keras. Itu sudah cukup melegakan mereka.

Nah bunda…oyo mulai waspada.