Berdayakan Dirimu (Birth Story)

6646 0

Cerita tentang kehamilan dan melahirkan adalah salah satu terita yang bersejarah dalam kehidupan kita. sebuah cerita yang tidak akan terlupakan dan selalu saja dikenang maupun terkenang. siapapun yang terlibat dalam proses persalinan, pasti bisa menceritakan kembali proses tersebut.

dan semua orang yang mendengarkan cerita atau kisah persalinan pasti juga tertarik dan ingin tahu. bahkan siapapun yang mendengar kisah bisa saja tersugesti. Nah apa jadinya apabila kisah kelahiran menjadi sebuah cerita yang menyeramkan dan menakutkan? sayang sekali bukan?

Nah saya senang sekali ketika apa yang saya lakukan selama ini yaitu memberikan edukasi kepada para ibu ibu melalui berbagai media baik buku, web, sosial media bisa menginspirasi Anda dan membuat Anda mau memberdayakan diri. karena harapan saya adalah semakin banyak ibu, keluarga dan bayi yang merasakan pengalaman positif saat melahirkan dan dilahirkan. dan ini adalah salah satu cerita kisah kelahiran seorang ibu dari Jakarta.

semoga bisa menginspirasi

dear,bu yesie
saya wahyuni dijakarta dan ini adalah kehamilan anak kedua saya.saya mau mengucapkan makasih untuk sharing ilmunya tentang Gentle Birth diberbagai media.
saya memang bukan peserta private class, atau member laskar gentle birth. karena waktu ngadain private class dijakarta,jadwal suami saya lagi dinas keluar kota. jadilah saya akhirnya belajar memberdayakan diri lewat buku dan web bidan kita serta mencari beberapa fasilitator di Jakarta untuk untuk pemberdayaan diri.

saat mulai memberdayakan diri memang agak terlambat karena baru mulai saat kehamilan 27w.
tapi alhamdulillah dengan ketekunan disemester akhir,saya bisa melahirkan anak kedua dengan sangat nyaman berbeda dengan anak pertama yang walau melahirkan lewat vagina tapi penuh intervensi medis.

selama trisemester ketiga  saya rutin mengikuti kelas prenatal yoga dan yoga dirumah dan melakukan komunikasi dan afirmasi dengan janin sepulang kantor atau curi curi waktu dikantor untuk pelvic rock dikamar mandi dengan bantuan tembok.
proses persalinan anak kedua saya pada saat kehamilan berumur 40w lebih. saat itu termasuk dag dig dug, bukan karena sudah lewat perkiraan,tapi lebih karena obgyn pilihan saya  sudah selesai praktek dan akan cuti haji. untungnya info tersebut sudah saya ketahui jauh-jauh hari, jadi afirmasi setiap saya relaksasi saya ubah,”nak lahirnya diwaktu yang tepat ya,di saat dokter belum brangkat haji”. Dan alhamdulillah,saya masih berjodoh dengan beliau,makasih ya nak sudah dengerin bunda.

Proses persalinannya lebih singkat dari anak pertama. Tanda cinta dari si kecil berupa flek datang tgl17 agustus 2016 sekitar jam 2 pagi,tapi kontraksi belum rutin, dan saya kembali istirahat.
paginya kontraksi sudah mulai terasa,tapi berhubung suami janji dengan anak pertama ikut sepeda hias,jadi ke rumah sakit ditunda selesai suami dan anak pertma ikut sepeda hias dan saya masih sempat bikin pisang goreng dan bersih bersih rumah.

IMG_20160817_132856
Selesai semua urusan 17 agustusan kami berangkat ke rs. Dirumah sakit saya ditawari didorong dengan kursi roda dan naik lift,tapi saya lebih memilih  jalan dan naik tangga ke ruang.obervasi. Saya diobervasi selama 5jam. selama observasi saya melakukan relaksasi dan pelvic rocking di bola maupun dengan bersandar ke tembok.
setelah 5jam observasi saya diberi pilihan pulang dulu atau mau melakukan induksi karena pembukaan masih bukaan 2cm dan kontraksi blm rutin sedang hpl saya sudah lewat dan diberi di date sampai tgl20. saya memilih pulang dlu dan menunggu gelombang cinta yang lebih kuat. beruntung saya sempat memesan essential oil lavender dari young living yang bisa membantu memperlancar pembukaan. sebelum pulang saya sempat mengoles ke tulang spinal dan perut sesuai anjuran di web bidan kita.

IMG-20160816-WA0026

perjalanan pulang dari rs,justru saya merasakan gelombang cinta yang makin kuat.
sampai rumah saya beberes rumah,bikin teh untuk mertua yang kebetulan hari itu sudah datang dari surabaya dan tetap pelvic rock di bola saat ngobrol2 dengan mertua. 
Gelombang cinta yang saya rasakan makin kuat,saya mulai menyalakan aplikasi kontraksi nyaman. kontraksi sudah berjalan rutin 5menit skali tapi saya masih kekeh minta suami untuk jalan ke mall dan membeli minuman coklat favorit saya. sepulang makan dan jalan dari mall saya langsung menuju ke rs,karena sudah ada 2kali peringatan untuk menuju ke rs dari aplikasi.

sesampainya di rs jam 10 malam,saya di ctg dan diperiksa dalam. hasilnya dokter tidak membolehkan saya pulang karena kontraksi sdh sanhat rutin dan walau pbukaan baru bertambah1 dipbukaan 3. pembukaan makin bertambah dan saya memilih berbaring karena kebetulan suami saya yg tadiny sudah bersiap mendampingi proses,harus mengurus si anak pertama yang gak mau ditinggal dirumah.
dengan sangat terpaksa saya mengoptimalkan yang ada. Sambil berbaring saya mendengarkan musik relaksasi dan mengatur nafas serta kembali mengoles eo lavender sambil memijat2 sendiri punggung utk merangsang endorfin. saat anak pertama sudah tidur,suami saya kembali mendampingi saya dan melakukan pijatan endorfin serta menyuapi kurma dan minum untuk sumber energi. Dan akhirnya tgl18 agustus 2016 jam 04.10 WIB lahirlah anak kedua saya dengan BB 4400grm dan PB 51cm.

IMG_20160818_045405

semoga menginspirasi Anda semua

salam hangat

About The Author

Praktisi dan trainer hypnobirthing dan gentle birth, Penulis buku kesehatan, Pemilik dan bidan dari Klinik Bidan Kita, salah satu pelopor dan penggiat Gentle Birth di Indonesia