I-love-my-perineum

gambar di ambil dari sini

Melahirkan Normal, minim trauma dengan perineum tetap utuh adalah SURGA!

Kok bisa?!

Ya gimana tidak surga? Wong melahirkannya nyaman, bertemu dengan buah hati yang dinanti nanti lalu perineum tetap utuh, tinggal IMD dan istirahat. Rak enak to?

Karena tidak sedikit ibu yang marus mengalami masa yang “menyiksa” bahkan “traumatik” gara gara setelah selesai melahirkan dia harus merasakan sakitnya dilakukan penjahitan pada vagina. Bahkan terkadang saking banyaknya robekan di vagina yang mereka alami, istilahnya bukan lagi menjahit vagina tetapi “ngobras” vagina heheheh.

Bahkan tidak sedikit ibu yang lebih takut di jahit nya daripada melahirkannya sendiri.

 

perineum utuh adalah tujuan dari setiap wanita melahirkan. Dan jujur saja sayapun paling senang jika perineum klien saya utuh. Karena saya tidak perlu menjahit, karena terus terang proses jahit menjahit vagina adalah proses yang paling tidak nyaman untuk saya, pegeeeelll bu.

 

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengupayakan agar perineum tetap utuh saat proses persalinan, dan yang terpenting adalah saat proses persalinan memasuki kala 2 atau tahapan lahirnya kepala bayi. (tahap mengejan) :

  1. Ketika anda mulai merasakan sensai ingin mengejan atau sensasi seperti pergerakan usus atau mulas di area pantat Anda. Jangan perlu terburu buru untuk mengejan apalagi mengejan dengan serta merta (ngaget). Beri kesempatan tubuh Anda untuk memperbaiki posisi dan memungkinkan tubuh Anda memproduksi hormon untuk perineum Anda dan membuatnya sangat elastis pada saat kontraksi dan kepala bayi meregangkan perineum Anda.
  2. Pertama yang Anda rasakan mungkin seolah olah pantat Anda terbelah menjadi dua, heheh tapi ini wajar usahakan untuk tetap rileks dan bergoyang, ketika pantat Anda bergoyang sungguh ini akan membantu proses, bayangkan tiap kali kepala bayi Anda turun seolah kepalanya memijat semua otot, ligamen dan sel yang ada di pantat dan perineum sehingga otot otot tersebut lunak, elastis dan meregang dengan sempurna.
  3. Ketika kepala bayi sudah mulai muncul atau terlihat di balik piktu vagia, mungkin Anda akan merasakan panas, perih seolah oleh vagina Anda terbakar (ring fire). Ini juga sangat wajar, bahkan tekadang seorang ibu tiba tiba tangannya memegang vaginanya ingin mengetahui sejauh mana kepala bayi keluar dan untuk mengetahui sumber rasa panas tersebut. Dan itu adalah alami, jadi tak maslaah jika tangan Anda memegang vagina Anda saat ini. Naluri ini harus diikuti. Nah untuk sedikit meredakan rasa, terkadang Anda boleh meminta bidan atau dokter untuk memberikan kompres hangat di area vagina dan ini sangat membantu sekali, selain membuat rasa nyaman, kompres hangat juga membuat peredaran darah di vagina dan perineum menjadi lebih lancar dan ototnya pun menjadi lebih elastis.
  4. Ketika Anda melahirkan di RS seringkali ada aba aba dari dokter atau bidan yang menolong, untuk Anda kapan Anda harus mulai mengejan dan berhenti mengejan, padahal yang tahu tentang “rasa” mengejan itu adalah Anda dan Tubuh Anda jadi sebaiknya ikuti ritme dan irama tubuh Anda, jangan mengejan ketika tidak ada rasa ingin mengejan, walaupun dokter Anda sudah teriak teriak menyuruh Anda untuk mengejan, karena ketika belum ada sensasi rasa ingin mengejan dan Anda memaksa untuk mengejan, maka itu akan sia sia saja dan jusru membuat energi Anda cepat sekali terkuras habis. Jadi ingat! Ikuti ritme tubuh Anda.
  5. Ini adalah waktu yang membutuhkan konsentrasi dan fokus Anda yang besar. Percakapan asing seharusnya tidak akan diizinkan di dalam ruangan persalinan. Semua orang yang ada diruang persalinan seharusnya diam dan menghormati sensasi yang Anda rasakan, jikalau berbicara, hendaknya pembicaraannya adalah sugesti positif yang mampu membuat Anda tetap semangat dan berenergi. Apalagi ketika kepala janin Anda sudah crowning (keluar dari vagina dengan ukuran diameter sekitar 5 cm) cobalah untuk berhenti sejenak, senyum aja dulu, dan atur nafas. Ingat kalau rumusnya ; kalau BIBIR atas senyum, maka “BIBIR BAWAH” juga senyum. Pada fase ini ijinkan kepala bayi yang crowning tersebut memijat perineum membuatnya meregang perlahan dan elastis.
  6. Saat fase mengejan Anda di sela sela mengejan saat tidak Ada kontraksi sebaiknya Anda minum air putih dulu, ini sangat enting karena bisa hidrasi tubuh dan memulihkan energi untuk fase mengejan berikutnya.
  7. Nah setelah crowning maka Anda cukup mengejan dengan lembut saja (TIDAK PERLU NGOTOT) bahkan sebaiknya Anda cukup nafas terengah engah “huh hah hah huh” seperti orang kepedesan, Setelah kepala sepenuhnya lahir, Anda akan merasakan rasa lega yang LUAR BIASA. Anda akan tetap fokus untuk sensasi berikutnya tetaplah nafas panjang dalam dan tubuh bayi akan meluncur dengan lembut dan “mendarat” dengan pelan dan nyaman. Tanpa melukai perineum Anda.
  8. Lalu Bayi itu segera And apeluk di dada, dan yang muncul adalah perasaan yang paling gembira di dunia. Perineum Anda mungkin terasa agak panas dan perih, (kadang terasa nyut nyutan) pada satu jam pertama setelah melahirkan, dan percaya atau tidak, obat yang membantu paling mujarap adalah kompres basah dengan air hangat. Hal ini sesuai dengan teori pengobatan Cina dan saat ini kami sudah mulai menerapkan ini, dan yang dirasakan ibu adalah mereka merasa langsung lebih nyaman ketika dikompres hangat di vaginanya, dan pembengkakan yang terjadipun berkurang dengan cepat.
  9. Setelah bayi lahir Anda masih ada satu Pe eR lagi, yaitu melahirkan plasenta. Dan dalam proses ini Anda tidak perlu mengejan, cukup nafas panjang dalam dan rasakan plasenta Anda keluar dengan sangat lembut dan nyaman.

Nah ayo upayakan bu. Silahkan buka video dari youtube di atas

8 COMMENTS

  1. ibu … saya hamil 32 minggu ini anak ke-4 saya
    saya ingin pas lahiran periniumnya tidak digunting/disobek2 bisa ga ya.. soalnya pas lahiran anak ke-3 sepertinya periniumnya digunting dan dijahit, saya tidak ingin terulang lagi bisa ga ya bu

  2. Saya sudah melahirkan 2x secara caesar, yang pertama karena ketuban rembes dan sudah hampir habis sehingga dilakukan SC, yang kedua karena jarak kelahiran < 2th yang menurut DSOG beresiko bila melahirkan normal. Saat ini saya sedang hamil yang ke-3, usia 36 tahun, dengan riwayat pernah 2x SC, masih bisakah saya melahirkan secara normal ? Karena sebenarnya saya masih trauma dengan luka caesar yang perlu waktu lebih lama untuk pemulihan. Ingin sekali saya bisa melahirkan secara normal, namun karena domisili saya juga di kota kecil (Magetan-Jatim), bagaimana solusi terbaiknya ? Terima kasih

  3. bu… mau sharing mngenai kehamilan ke5 saya.. (yg ke4 keguguran i uk 3 bulan). saya diberi tahu spog bahwa rahim saya sudah melunak.. vagina saya perih dan sakit.. jd tdk kuat berdiri lama.. pdikhawatirkan terjadi kelahiran prenatur. sekarang uk 23 minggu. apa yg harus saya lakukan utk mnjaga kandungan ini 4 bulan kedepan.. anak 1-3 lahir normal. tks sebelumnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here