Bahkan untuk pertama kalinya bagi ibu, kepala janin baru masuk panggul ketika persalinan dimulai, dengan kontraksi yang membantu membawa kepala janin turun ke bawah panggul secara perlahan.  Jadi sebenarnya tidak ada rumus yang menyatakan bahwa kepala janin harus masuk panggul terlebih dahulu supaya Anda bisa melahirkan secara normal.

Karena pada dasarnya kepala janin akan masuk panggul ketika janin Anda sudah siap. Dan ini tak ada hubungannya dengan kemampuan tubuh Anda yang kurang atau janin Anda nakal. Karena pada dasarnya tubuh seorang wanita mempunyai pengetahuan yang sempurna untuk dapat melahirkan secara normal alami. Karena wanita di ciptakan untuk melahirkan.

Janin Anda tahu kapan waktu yang tepat baginya untuk menurunkan kepalanya – jadi percayai tubuh Anda dan janin Anda. Percayai bahwa mereka akan bekerja serentak secara harmonis ketika waktunya sudah tepat.

Ingat Tubuh Anda dirancang untuk melahirkan alami, jadi janga khawatir. Jika Bayi saya tidak masuk panggul apakah berarti panggul saya terlalu sempit dan kecil untuknya? Tidak sama sekali.

Hanya sejumlah kecil kasus dimana kepala janin tidak masuk panggul bahkan pada umur kehamilan 41-42 minggu, itu lebih mungkin bahwa janin Anda telah mengadopsi posisi yang sulit di panggul Anda daripada janin Anda yang terlalu besar untuk panggul, mengingat bahwa itu hanya masih Mungkin janin Anda hanya belum siap untuk masuk panggul.

Bagi janin yang berada posisi sulit seperti posisi posterior atau lain, Anda juga dapat juga mencari terapi alternatif seperti hypnobirthing, chiropractic dan akupunktur untuk membantu memperbaiki posisi janin..

Untuk penjelasan lebih banyak tentang panggu sempit silahkan buka link di : http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=299:cepalo-pelvic-disoroportion-cpd-ketidak-sesuaian-janin-dan-panggul-ibu&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56

Bagaimana dengan induksi?

Melakukan induksi pada janin dengan posisi kepala belum masuk panggul dapat menjadi bencana dan bumerang bagi semuanya. tidak hanya meningkatkan resiko gawat janin dan caesar, tetapi jika ketuban pecah gara-gara tindakan induksi dan posisi kepala janin masih tinggi tinggi / unengaged, prolaps tali pusat adalah risiko terbesar.