Apakah Anda seorang “Ideal” Calon VBAC? Apa Pilihan Anda jika ternyata“Tidak”?

Anda ingin VBAC (Vaginal Birth After Caesarean/Bersalin Normal setelah sebelumnya Operasi Sesar)? Mulailah susun pertanyaan Anda sesegera mungkin, mempersenjatai diri dengan kesabaran … dan tahu hak Anda! Dan jika tidak berhasil, bersyukurlah dan jangan pernah mengeluh!

Meskipun banyak organisasi atau asosiasi obstetri dan gynecologi di dunia yang mendukung VBAC, namun kenyataan di lapangan tidak seperti hasil penelitian yang selama ini kita baca di internet. Ketika seorang ibu mengutarakan niat mereka untuk melakukan VBAC hal pertama yang sering mereka temui adalah wajah sang dokter atau bidan yang mengernyitkan dahi dan mengatupkan mulut. Bahkan seringkali ibu langsung mendapatkan komentar negatif yang bernada penolakan oleh bidan atau dokter yang Anda temui.

Nah beberapa ibu akhirnya mundur teratur ketika mendapati providernya tidak mendukung dan tidak mau memfasilitasi keinginan mereka untuk VBAC. Namun banyak juga para ibu yang “pantang Menyerah” tuk berdayakan diri demi keberhasilan menggapai cita cita mereka tuk bisa VBAC.

Memang untuk berhasil VBAC banyak “Pe eR” yang harus Anda kerjakan.

IMG_0523

Nah berikut ini beberapa petunjuk yang bisa Anda terapkan dan lakukan jika Anda ingin sukss VBAC:

  1. Membacalah. Ikuti kelas atau pelatihan tentang bagaimana supaya bisa melahirkan normal. atau Ambillah Kelas Hypnobirthing/gentle birth balance karena kelas  ini akan sangat membantu Anda untuk mempelajari teknik-teknik relaksasi dan meditasi positif. Ini benar-benar membantu Anda belajar tentang fokus pada pernapasan dan memahami aspek fisiologis sebenarnya untuk rasa sakit dan bagaimana mengurangi bahkan menikmati rasa sakit membuat proses persalinan Anda lebih nyaman. Libatkan suami atau pasangan Anda, jika memungkinkan. Juga ungkapkan keprihatinan, kesedihan dan harapan Anda ke dokter kandungan. Pastikan bahwa dokter kandungan Anda menyadari semua masalah kesehatan Anda di masa lalu, ia memiliki semua dokumentasi mengapa dia memberikan intervensi bedah caesar di masa lalu.
  2. Jika memungkinkan, Tunggu setidaknya 9 bulan sebelum mencoba hamil lagi: penelitian menunjukkan kemungkinan terjadinya ruptura uteri akan meningkat ketika jarak persalinan kurang dari 18 bulan.
  3. Hindari induksi persalinan, bila memungkinkan: Para ahli tidak setuju tentang beberapa alasan umum yang diberikan untuk induksi (misalnya, kehamilan telah melampaui 41 minggu), dan lain-lain tidak didukung oleh penelitian (misalnya, induksi untuk dugaan bayi besar). terutama jika leher rahim masih tertutup dan belum siap untuk membuka. Karena induksi dapat meningkatkan risiko pecahnya bekas luka dan meningkatkan kemungkinan bahwa proses persalinan akan berakhir dengan SC kembali. Dalam banyak kasus, menunggu proses presalinan berjalan sealami mungkin merupakan pilihan paling aman.
  4. Jika Anda mengalami induksi persalinan, hindari obat untuk pematangan serviks: Misoprostol, juga disebut prostaglandin E1, agen ditemukan di Cytotec, tampaknya menjadi pilihan paling berisiko dan sekarang dianggap kontra-indikasi (para ahli sepakat sebaiknya tidak digunakan) dalam VBAC.
  5. Percaya pada Diri Sendiri: kunci dari keberhasilan VBAC adalah PeDe, beberapa pasien yang berhasil VBAC pun menyatakan bahwa mereka berniat untuk  VBAC karena sesuatu dalam dirinya “tahu” bahwa dia bisa melakukannya. Percayalah Anda bisa melakukannya dan dan berarti Anda sudah 90% berhasil!
  6. DUKUNGAN DUKUNGAN DUKUNGAN! Pilih pengasuh (bidan & dokter) Anda dengan bijak
  7. Cari Rumah Sakit yang mendukung walaupun agak sulit untuk menemukan RS yang mendukung VBAC namun jangan langsung putus asa, berupayalah dahulu. Pastikan bahwa dokter kandungan “stand by” selama persalinan. Jika Anda diikuti, pada kenyataannya, risiko komplikasi akan menurun.
  8. Memilih untuk melahirkan di rumah sakit yang lengkap segala peralatannya dengan baik.Carilah di mana janin dipantau dengan cermat, tim bedah yang valid dan tersedia untuk keadaan darurat, di mana ‘anestesi’ dan transfusi darah dapat diberikan 24 jam.
  9. Jika Anda memiliki kenangan yang sangat traumatis di rumah sakit sebelumnya-maka mungkin Anda mempertimbangkan untuk melahirkan di rumah? Namun pastikan ada bidan atau dokter yang dapat mendampingi Anda untuk melakukan VBAC!
  10. Jaga dirimu.Jaga pikiran Anda … meluangkan waktu, terutama selama trimester terakhir. Saya merekomendasikan untuk melakukan prenatal gentle yoga – untuk menyiapkan fisik dan mental menghadapi VBAC
  11. Carilah Chiropractor ini akan membantu mengurangi keluhan-keluhan Anda dan menyelaraskan energi Anda.
  12. Upayakan Posisi janin Optimal: Teori ini didasarkan pada rute termudah bayi mengeluarkan diri dari tubuh anda!  Hal ini sangat penting selama kehamilan, jaga posisi tubuh saat duduk, berdiri dan bersalin agar proses persalinannya lancar
  13. Baca Kisah Inspiratif tentang keberhasilan VBAC,ini benar-benar penting dan inspiratif! Mengetahui bahwa ada banyak wanita yang telah berhasil sebelum Anda Akan membuat Anda merasa dikuatkan dan termotivasi.
  14. Tetap Bersiaplah untuk sesar lagi. Untuk komplikasi kehamilan tertentu atau persalinan mungkin perlu bedah caesar, bahkan jika Anda berencana melahirkan normal. Misalnya, Anda harus menjalani bedah caesar jika Anda menderita preeklamsia atau komplikasi lain kehamilan, jika ada masalah dengan plasenta atau tali pusat, jika anak berada dalam posisi yang tidak normal, jika persalinan tidak berlangsung secara normal, atau jika Anda tidak dapat mentolerir kontraksi.

Namun tidak cukup hanya mengikuti beberapa petunjuk di atas, bagi Anda yang pernah melahirkan dengan sesar sebelumnya, menjawab pertanyaan ini adalah langkah penting untuk memutuskan antara apakah Anda harus mengulangi sesar lagi atau kesempatan Anda untuk bisa melahirkan normal setelah bedah caesar (VBAC) semakin tinggi.

Menurut Pernyataan berbagai lembaga penelitian, asosiasi, dan pusat kesehatan tingkat internasional seperti yang tercantum dai http://consensus.nih.gov/2010/vbac.htm, di perkirakan 74% wanita yang berencana VBAC akan sukses atau berhasil melakukan VBAC. Tingkat keberhasilan memang bervariasi antara 54% -94% tergantung pada beberapa faktor, termasuk induksi atau augmentasi persalinan, panjang/umur kehamilan, riwayat kelahiran normal, alasan sesar sebelumnya, kesiapan serviks, ras dan etnis, kesehatan ibu, status sosial ekonomi, dan jenis rumah sakit.

Faktor-faktor berikut didasarkan pada bukti saat ini dan mengarahkan ke suksesnya VBAC:

Sebelum bersalin:

  1. Ibu yang pernah mengalami persalinan pervaginam sebelumnya (sebelum atau setelah kelahiran sesar). Misalnya anak pertama lahir normal pervaginam, anak kedua dengan operasi sesar, dan anak ketiga berniat untuk VBAC. Atau anak pertama sesar, anak kedua berhasil VBAC dan sekarang di anak ketiga-pun berniat VBAC
  2. Pada kehamilan sekarang tidak ada alasan atau indikasi untuk operasi sesar lagi karena faktor-faktor berikut seperti malposisi, sungsang, hamil kembar, gawat janin, ataupun plasenta previa
  3. Tafsiran berat janin kurang dari 4000 gram

Mulai dari dan selama persalinan:

  1. Persalinan terjadi spontan (tidak ada induksi atau augmentasi)
  2. Umur Kehamilan 40 minggu atau kurang
  3. Serviks matang, Lunak dan mampu melakukan dilatasi dengan baik saat proses persalinan
  4. Ketika pecah ketuban, serviks sudah berdilatasi lebar atau ibu sudah masuk dalam kondisi fase aktif. (Bukan Ketuban Pecah Dini)
  5. penipisan Serviks yang mencapai 75-90% pada saat masuk persalinan
  6. Janin tunggal dengan posisi verteks (kepala di bawah) dan belakang kepala (Ubun-Ubun Kecil berada di jam 12)
  7. Kepala janin sudah masuk panggul
  8. Nilai skor Bishop yang lebih tinggi (ini adalah sistem penilaian untuk memperkirakan keberhasilan induksi)

Faktor Non-medis yang dapat sangat mempengaruhi keberhasilan terlepas dari faktor medis:

  1. Bagaimana SOP dan tolerasnsi provider terhadap ibu yang hendak VBAC.
  2. Bagaimana persiapan pasien mental dan spiritual.
  3. Bagaimana informasi persetujuan VBAC diberikan
  4. Lokasi dan jumlah kelahiran VBAC per tahun di rumah sakit tersebut
  5. Bagaimana kebijakan Rumah Sakit tentang VBAC
  6. Bagaimana statusAsuransi kesehatan pasien
  7. Bagaimana Pedoman dan petunjuk VBAC pada assosiasi yang ada di indonesia
  8. Bagaimana pengalaman/ “Jam Terbang” sang dokter dalam penanganan VBAC

Ini faktor non-medis sering memiliki dampak terbesar pada apakah Anda dianggap sebagai calon yang baik untuk melahirkan melalui vagina.

2 Comments on “Apakah Anda seorang “Ideal” Calon VBAC? Apa Pilihan Anda jika ternyata“Tidak”?”

  1. Hallo bidan Yesie Aprillia.. saya skr hamil 37-38 weeks, anak pertama saya lahir secara normal dan kemudian anak kedua saya c-section. anak kedua saya skr berumur 20 bulan. dan saya ingin sekali vbac. namun provider saya tdk mendukung. apa yang harus saya lakukan agar tetap yakin dengan pilihan saya untuk vbac. mohon saran atau informasi apapun agar saya bisa tetap pada pilihan saya, terima kasih.

  2. hallo bidan yessie,
    saya telah 2 kali cesar dgn sayatan vertikal, Sc kedua sudah 7.5 thn lalu, di sc pertama saya tdk tahu alasannya, waktu itu di kehamilan 40 mg belum ada tanda-tanda akan melahirkan, tdk ada kontraksi apapun, dari usg katanya air ketuban mulai keruh jd bayi harus dikeluarkan , kemudian di Sc, untuk yg kedua saya ganto dokter, rencana awal melahirkan normal..tetapi ketuban pecah dini sementara pembukaan masih 4..keudian di sc, saat ini saya hamil 5 wk..inginnya nanti bisa melahirkan normal…apakah masih mungkin
    terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *