Masih berkaitan dengan Gentle Birth, sebuah filosof dalam persalinan yang mana dalam proses persalinan hendaknya penuh dengan cinta dan minim trauma, yang mungkin dalam bahasa yang lebih mudah di cerna adalah proses persalinan yang sayang ibu dan sayang bayi. Dimana kebetulan di Indonesia sebenarnya sudah ada programnya. Namun saat ini saya ingin Mencoba sedikit mengkoreksi tentang Penerapan Asuhan Sayang Ibu dan sayang Bayi di Indonesia.

 

 

Terus terang saya agak kaget ketika mendengar bahwa sesuai dengan hasil KONAS IBI kemaren di Jakarta menyatakan bahwa Angka Kematian Ibu diIndonesia meningkat tahun ini. Kok Bisa Ya?

Padahal tehnologi semakin maju, Dokter banyak tersebar di seluruh wilayah Indonesia, bahkan bidan saja terutama di pulau Jawa, hampir setiap desa sudah ada bidan desa-nya bahkan di beberapa daerah, satu desa mempunyai dua bidan desa. Artinya fasilitas kesehatan sudah sangat mencukupi di lapangan. Walaupun mungkin saja di daerah-daerah marginal belum banyak, namun saya rasa 80% lebih sudah tersedia nakes di daerah mereka.

Selain itu selama 5 tahun terakhir ini, keberadaan sekolah –sekolah yang mencetak tenaga bidan sudah sangat banyak sekali. Di DIY Yogyakarta saja ada lebih dari 10 stikes dan akbid. Begitu pula di daerah lain, bahkan di Makasar saja hampir setiap kabupaten mempunyai akbid atau stikes, dimana setiap tahunnya mereka meluluskan lebih dari 80 bidan. Artinya tenaga bidan sudah banyak sekali tercetak di negeri ini. Namun mengapa masalah kematian ibu tidak bisa teratasi?

Seolah-olah semakin maju tingkat ekonomi, sosial dan tehnologi, justru kemampuan seorang wanita untuk melahirkan secara normal alami justru semakin menurun.

Seperti kita ketahui bersama bahwa angka kejadian Operasi SC semakin tahun semakin tinggi saja. Angka kejadian Induksi dan persalinan dengan tindakan pun semakin banyak dan lazim terjadi.

Dan angka kematian ibu semakin hari bukannya menurun tetapi menanjak naik.padahal

Program yang pemerintah canangkan pun sangat bagus sekali, mulai dari program :

Program Safe Motherhood pada tahun 1988 Gerakan Sayang Ibu pada tahun 1996, Gerakan Nasional Kehamilan yang Aman atau Making Pregnancy Saver (PMS). Jamkesmas, Jamkesda, Jampersal