Mudik bawa keluarga…eh bayinya masih kecil….wah repotnya…apalagi kalau di perjalanan bayi Anda rewel..huaaaaa…rasanya pengen ikutan nangis aja.

mending kalau rewelnya biasa lha ini…rewelnya sampai nangis gak henti (“mengamuk-red”) Hhhhh dan mungkin ini pertama kalinya anda merasakan? Anda mungkin akan terkejut ketika pertama kali bayi Anda mengalami tantrum. Anda akan kaget melihatnya menangis berteriak, memukul, atau mengejangkan seluruh badannya. Tapi jangan khawatir, tantrum pada bayi tidak disebabkan karena Anda telah melakukan sesuatu yang salah, dan juga bukan karena bayi Anda marah atau emosi dia masih terlalu kecil untuk itu. Dan cara Anda merespon perilakunya waktu bayi berbeda dengan waktu ia lebih besar nanti.

Mengapa Bayi Mengalami Tantrum dan Apa yang Bisa Anda Lakukan

Tantrum bayi adalah kehilangan kontrol emosional yang mendadak. Ada berbagai faktor penyebab tantrum, dan bila Anda dapat mengetahuinya, barulah Anda bisa menenangkannya  dan mungkin bahkan mencegah terjadinya tantrum. Berikut adalah sejumlah penyebab umum tantrum dan cara mengatasinya:

Penyebab dan Cara Mengatasi

Kelelahan

Tidurkan bayi atau berikan kegiatan/permainan yang relatif tenang

Lapar

Susui atau beri makanan

Frustrasi (karena tidak bisa melakukan sesuatu atau keinginannya tidak tercapai)

Bantu bayi untuk mencapai tujuannya atau alihkan perhatiannya

Takut / Cemas

Gendong dan peluk bayi, pindahkan bayi ke tempat di mana ia merasa aman.

Kesulitan komunikasi

Coba pahami apa keinginannya, dorong dirinya untuk bisa mengutarakan maksudnya

Menolak adanya perubahan

Berikan waktu agar bayi bisa beradaptasi

Stimulasi berlebihan

Pindahkan bayi ke tempat yang lebih tenang

 

Cara Mencegah Tantrum Bayi

Anda dapat mencegah terjadinya tantrum bila Anda dapat mengantisipasi situasi penyebabnya, antara lain:

Ketika bayi mengantuk / lelah, segera tidurkan Susui bayi semaunya dan sesering mungkin. Bayi memiliki lambung yang kecil, sehingga cepat merasa lapar Berikan bayi mainan yang sesuai dengan usia dan kemampuannya Beritahu bayi setiap kali akan ada perubahan kegiatan (misal, “Sekali lagi ya mainnya, abis itu kita pulang..”) Bersabarlah ketika membawa bayi ke lingkungan baru atau memperkenalkannya ke orang baru Bantu bayi mempelajari keterampilan baru (misalnya menaiki tangga atau bermain puzzle) Anda harus realistis, jangan mengharapkan bayi Anda lebih dari kemampuannya Buat jadwal yang rutin agar bayi terbiasa Ketika bayi Anda rewel, Anda harus tetap tenang Gunakan nada suara yang menenangkan dan sentuhan lembut untuk menenangkan bayi. Bayi belum bisa menenangkan dirinya sendiri, ia membutuhkan bantuan Anda.