Namun, jika waktu dekat (sudah dekat 36-37+ minggu), dan Anda secara konsisten tidak “terlihat” hamil, Anda cenderung merasa gerakan bayi semua di depan, Anda cenderung memiliki perut cekung di sekitar pusar, dan penolong persalinan Anda secara konsisten sulit menemukan detak jantung bayi (dan biasanya tidak menemukannya di sisi kiri bawah perut Anda) ….. Anda mungkin harus menduga bahwa posisi bayi Anda adalah  posterior.

Mengapa Posisi janin yang relevan pada proses persalinan?

Meskipun bayi dapat menggeser posisi mereka pada masa kehamilan dan persalinan namun jika posisi bayi Anda teteap posterior, maka Anda perlu waspada

Persalinan dengan posisi bayi  posterior cenderung lebih lama, lebih sulit, dan lebih menyakitkan daripada dengan posisi bayi yang anterior.

Selanjutnya, karena proses persalinan dengan posisi bayi  posterior cenderung lebih panjang dan lebih menyakitkan, mereka sering mendapatkan lebih banyak intervensi yang terkait dengan (Ketuban pecah dini, artifisial untuk memperkuat kontraksi dengan pitocin, epidural untuk rasa sakit, ekstraksi vakum lebih, dll), dan bayi bisa mengalami distress janin lebih sering.

Akibatnya, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa tingkat bedah caesar yang berhubungan dengan bayi posterior persisten jauh lebih tinggi daripada tingkat yang berhubungan dengan bayi anterior.

Dalam satu studi 2006, peneliti menemukan bahwa posisi posterior persisten dikaitkan dengan 13 kali risiko operasi caesar. Anda bisa melihat di penelitian ini http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16966125

Dengan demikian posisi janin persisten posterior dapat menjadi penyebab keprihatinan di akhir kehamilan, sehingga kesadaran ibu akan bagaimana posisi janin mungkin penting.

Posisi janin dan “Obesitas”

Posisi janin sangat relevan dengan ukuran tubuh ibunya . Meskipun belum ada yang meneliti masalah posisi janin dalam wanita “gemuk”, namun beberapa penelitian baru-baru ini  menunjukkan bahwa pada ibu yang tubuhnya gemuk, maka resiko posisi bayi yang posterior menjadi lebih tinggi.  http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10535344

Penelitian yang sudah dilakukan (dari 50-an, 60-an, dan 70-an, ketika meneliti tentang posisi janin), ternyata mereka mencatat tingkat yang lebih tinggi dari malpositions (terutama posterior) pada wanita yangi “gemuk”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here