gototopgototop

Apa dan Bagaiman ketika Kepala Bayi Belum masuk panggul?

PDFPrintE-mail

Share

Dalam beberapa minggu ini di FB dan Fanpages Bidan Kita, maupun di Fb Group Gentle Birth Untuk Semua, para bunda menanyakan dan mengungkapkan tentang kondisi kehamilannya dimana kepala janin belum masuk panggul padahal umur kehamilan mereka sudah memasuki trimester ke tiga. Karena memang pada trimestrer ketiga akhir, seharusnya kepala janin sudah masuk panggul.

 

Saat kepala janin turun ke dalam panggul Anda, seberapa jauh ia telah turun diukur dengan istilah  'stasiun/stage ( level spina ischiadica )” mulai dari 0 sampai 5. "0 Station" ("Zero Station") berarti bahwa puncak kepala telah mengalami desensus atau penurunan setinggi spina ischiadica. Keadaan ini umumnya disebut sebagai engage oleh karena diameter terbesar kepala sudah masuk pintu atas panggul.
Bila puncak kepala masih belum mencapai ketinggian spina ischiadica maka keadaan ini ditandai dengan angka ( - ) , seperti station -2 berarti bahwa puncak kepala masih berada 2 cm diatas spina ischiadica

 

 

 

 

 

** Lihat Gambar Panggul

Bila puncak kepala sudah berada dibawah ketinggian spina ischiadica maka keadaan ini ditandai dengan ( + ), seperti station +2 berarti bahwa puncak kepala sudah berada 2 cm dibawah spina ischiadica.
Station -3 menunjukkan bahwa kepala masih “mengapung” dan station yang lebih besar dari +3 menunjukkan bahwa kepala sudah mengalami “crowning” dan siap untuk dilahirkan.
Pada primigravida, engagemen ( station 0 atau +1 ) umumnya sudah berlangsung beberapa hari ( atau beberapa minggu ) menjelang persalinan ; pada multigravida, station -2 atau -3 sering terjadi sampai menjelang persalinan atau bahkan saat dilatasi servik sudah hampir lengkap.

 

 

 

 

 

** Lihat panggul dan kepala janin


Kapan sebenarnya kepala janin bisa masuk panggul?
Hal ini sepenuhnya terserah pada janin atau bayi Anda. Ya, janin dapat aja kepalanya masuk panggul lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya, dan ini tidak berarti bahwa jika kepala janin Anda tidak masuk panggul sebelum persalinan dimulai, berarti ada masalah. Bahkan untuk pertama kalinya bagi ibu, kepala janin baru masuk panggul ketika persalinan dimulai, dengan kontraksi yang membantu membawa kepala janin turun ke bawah panggul secara perlahan.  Jadi sebenarnya tidak ada rumus yang menyatakan bahwa kepala janin harus masuk panggul terlebih dahulu supaya Anda bisa melahirkan secara normal. Karena pada dasarnya kepala janin akan masuk panggul ketika janin Anda suadah siap. Dan ini tak ada hubungannya dengan kemampuan tubuh Anda yang kurang atau janin Anda nakal. Karena pada dasarnya tubuh seorang wanita mempunyai pengetahuan yang sempurna untuk dapat melahirkan secara normal alami. Karena wanita di ciptakan untuk melahirkan.


Janin Anda tahu kapan waktu yang tepat baginya untuk menurunkan kepalanya - jadi percayai tubuh Anda dan janin Anda. Percayai bahwa mereka akan bekerja serentak secara harmonis ketika waktunya sudah tepat. Ingat Tubuh Anda dirancang untuk melahirkan alami, jadi janga khawatir.
Jika Bayi saya tidak masuk panggul apakah berarti panggul saya terlalu sempit dan kecil untuknya?
Tidak sama sekali. Hanya sejumlah kecil kasus dimana kepala janin tidak masuk panggul bahkan pada umur kehamilan 41-42 minggu, itu lebih mungkin bahwa janin Anda telah mengadopsi posisi yang sulit di panggul Anda daripada janin Anda yang terlalu besar untuk panggul, mengingat bahwa itu hanya masih Mungkin janin Anda hanya belum siap untuk masuk panggul. Bagi janin yang berada posisi sulit seperti posisi posterior atau lain, Anda juga dapat juga mencari terapi alternatif seperti hypnobirthing, chiropractic dan akupunktur untuk membantu memperbaiki posisi janin..


Untuk penjelasan lebih banyak tentang panggu sempit silahkan buka link di :
http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=299:cepalo-pelvic-disoroportion-cpd-ketidak-sesuaian-janin-dan-panggul-ibu&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56

Bagaimana dengan induksi?
Melakukan induksi pada janin dengan posisi kepala belum masuk panggul dapat menjadi bencana dan bumerang bagi semuanya. tidak hanya meningkatkan resiko gawat janin dan caesar, tetapi jika ketuban pecah gara-gara tindakan induksi dan posisi kepala janin masih tinggi tinggi / unengaged, prolaps tali pusat adalah risiko terbesar. Dimana tali pusat bisa turun terbawa arus air ketuban yang pecah dan bisa turun di bawah kepala janin dan bisa prolaps melalui vagina, sehingga ketika kepala janin turun besar kemungkinann tali pusat “tergencet” kepala sehingga secara otomatis bayi bisa kekurangan suplai darah dan oksigen, dan ini sangat fatal sekali. Sebuah kehamilan cukup bulan adalah 38 minggu sampai dengan 42 minggu, sehingga ketika janin Anda sehat dan Anda sehat, tidak ada alasan untuk menjadwalkan induksi setidaknya sampai saat itu, untuk memberikan janin Anda kesempatan terbaik untuk dilahirkan pada hari yang ia / dia putuskan adalah waktu yang paling tepat.
Janin yang diinduksi pada  stasiun -5akan memberikan risiko 70-80% untuk operasi caesar. Jadi induksi sebaiknya dihindari, kepercayaan dan menunggu adalah obat terbaik.
Apakah saya Perlu caesar?
Posisi kepala janin belum masuk panggul bukan berarti bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk dapal proses persalinan Anda. Jadi ketika Anda melakukan pelmeriksaan kehamilan dan bidan atau dokter kandungan Anda menyatakan bahwa kepala janin Anda belum masuk panggul (padahal seharusnya sudah masuk panggul), maka langkah yang harus And lakukan adalah berdayakan diri untuk mencari informasi untuk mengupayakan posisi janin Anda lebih optimal seingga kepala janin Anda bisa segera masuk panggul.
Berjalan, berenang (gaya dada atau apa pun yang mana posisi perut ibu di bawah/telungkup!) naik turun tangga, goyang inul/ perlvic rocking, yoga, belly dance, hypnobirthing, dan masih banyak cara lain untuk mengupayakan hal ini seperti akupunktur atau chiropraktic. Namun meskipun demikan, Jangan terlalu memaksakan diri!
Ingat - banyak wanita dengan kepala janin belum masuk panggul pada saat persalinan tetap dapat melahirkan dengan normal alami melalui vaginanya.
Hal yang sangat disayangkan adalah dimana di dalam buku pelajaran kebidanan selalu menyebutkan bahwa kepala janin harus masuk panggul di umur tertentu yang mana akhirnya hal ini menjadi harga mati bahwa jika di umur tersebut kepala janin belum masuk panggul berarti ada sesuatu dan harus di siapkan untuk SC. Terlebih lagi banyak buku yang menyatakan bahwa mayoritas ibu primigravisa (hamil pertamakali) maka kepala janin hars sedah masuk ke dalam panggul beberapa minggu sebelum persalinan dimulai. Padahal sebenarnya tidak. Ketika Anda mampu memahami dan menggali akar masalahnya yang menyebabkan kepala janin belum mau masuk panggul maka Anda dapat menentukan pilihan dan langkah yang lebih bijak untuk memperbaikinya.
Mari berdayakan diri Anda.
Salam hangat
Bidan Kita


Referensi:
Diegmann EK, Chez RA, Danclair WG. “Station in early labor in nulliparous women at term.” J Nurse Midwifery. 1995 Jul-
Aug;40(4):382-5.
Takahashi K, Suzuki K. “Incidence and significance of the unengaged fetal head in nulliparas in early labor.” Int J Biol Res Pregnancy.
1982;3(1):8-9.
Murphy K, Shah L, Cohen WR. “Labor and delivery in nulliparous women who present with an unengaged fetal head.” J Perinatol.
1998 Mar-Apr;18(2):122-5.