gototopgototop

Tali Pusat Menumbung dalam persalinan

PDFPrintE-mail

Share

Jam 01;00 WIB, saat itu kebetulan saya sedang terbangun karena merasa sudah cukup lama tidur, niatnya mau melanjutkan menulis buku, namun ternyata sesaat setelah terbangun telp Hp saya berbunyi nyaring dan ternyata telpon dari klien Bidan Kita di Solo yang menyatakan bahwa Ketuban Istrinya sudah pecah dan mereka sedang dalam perjalanan menuju ke Bidan Kita. Sempat terlintas dalam benakku saat itu “Wah mengapa banyak sekali kasus Ketuban Pecah Dini (KPD) yang datang ke Bidan Kita, semoga semuanya lancar seperti biasanya.”

 

 

Jam 02;00 WIB, Ny A tiba di Bidan Kita, ketuban sudah pecah dan dengan derasnya terus mengalir. Kontraksi bagus dan teratur, Ny A tenang sekali karena kebetulan ibu satu ini adalah Klien kelas Hypnobirthing, mereka (pasangan suami istri ini) rajin sekali ikut kelas, yoga, taichi, perineum massage dll. Pokoknya apa yang mereka baca di www.bidankita.com dan apa yang mereka dapatkan di kelas Hypnobirthing Bidan Kita mereka lakukan semuanya. Karena Ny A ini termasuk ibu yang mungil dan potensial DKP (Disporposi kepala Panggul) Namun karena mereka selalu memberdayakan diri, maka Ny A benar-benar memperhatikan asupan makanan & gizi dan siapkan fisik benar-benar untuk mencapai persalinan Gentle Birth.

Jam 02;00 WIB, ketika saya mulai VT (vaginal Toucher/Pemeriksaan Dalam) tiba-tiba “Deg!!!” kok ada denyutan dan ternyata benar, tali pusatnya sudah menumbung! Sempat terlintas dalam pikiranku “Aduh!bahaya nich kalau nanti terjadi kompresi!bisa-bisa bayinya asfiksia (Kekurangan Oksigen)!”. Namun ku coba untuk tetap tenang sambil selalu kontrol DJJ (Detak Jantung Janin) dan memberikan suplai O2 ke sang ibu, berharap tak ada perubahan detak jantung Janin atau detak jantung janin tetep terjaga baik. Saat itu sempat keluar klinik sebentar sambil memetik bunga kamboja yang baru saja mekar untuk menghiasi kolam waterbirth (kebetulan mereka berencana waterbirth) saya Cuma meditasi sebentar dan berusaha komunikasi “Soul by soul” dengan janin, dan ternyata sang janin berkata “I will be fine tante ^_^”. Akhirnya sambil meletakkan bunga kamboja satu persatu ke dalam kolam kusisipkan doa dan harapan, semoga proses persalinan berlangsung cepat dan lancar sehingga tali pusat tidak “tergencet” kepala terlalu lama. Berdoa dan berharap banyak malaikat dan roh kudus yang hadir memberkati persalinan ini.

Sambil terus mendampingi Ny A dan memberikan sugesti agar janinnya segera turun panggul dan membuka jalan lahir dengan lancar (saat datang ke Bidan Kita, kepala janin masih di Hodge I). Dan ternyata semua doa dan sugesti berjalan dengan baik, kontraksi Ny A sangat bagus, dan di tiap kontraksi sang bayi semakin mendorong tubuhnya untuk turun, turun dan turun sambil membuka “pintu”. Hingga akhirnya baru 60 menit berlalu pembukaan langsung meningkat menjadi 8cm! Namun tali pusat semakin menumbung! “Hhhh...Ayo de’ saya percaya kamu bisa.” Segera Ny A masuk ke kolam sambil relaksasi merasakan nyamannya berendam air hangat. Dan ternyata 30 menit kemudian pembukaan sudah lengkap. Dan hanya butuh waktu kurang dari 20 menit untuk melahirkan si cantik. Wow, luar biasa! "this is the blessed labor!"

Si bayi mungil nan cantik akhirnya keluar sambil di tangkap langsung oleh sang ayah. Dan perineumnya pun utuh. Thanks God!

Nah itu adalah sekelumit cerita dan keajaiban yang terjadi di Bidan Kita. Setiap persalinan di sini adalah ajaib. Semua membawa cerita dan pesan sendiri-sendiri. Dan hingga saat inipun saya masih belajar. Belajar pada para janin ^_^.

Membahas tentang tali pusat menumbung, adalah salah satu hal yang menarik. Karena sebenarnya Tali pusat menumbung (TPM) merupakan kondisi emergensi kehamilan yang lumayan jarang terjadi, di mana tali pusat keluar duluan atau bersamaan dengan bagian terbawah bayi di jalan lahir. Kondisi ini bersifat mengancam nyawa bayi, karena tali pusat yang membawa oksigen ke bayi tersebut bisa saja atau kemungkinan besar akan terjepit diantara bagian terendah janin dan jalan lahir.

Berikut ini gambaran dari Tali Pusat menumbung:

Ada 2 jenis TPM, pertama TPM yang jelas-jelas (nyata) menumbung, merupakan bentuk TPM yang paling sering, di mana tali pusat menonjol keluar lewat leher rahim atau sudah berada di dalam vagina, bahkan terlihat di bagian luar vagina. Dalam hal ini, Selaput ketuban biasanya sudah pecah. Kedua, ancaman menumbung, di mana tali pusat mendahului bagian terbawah janin di jalan lahir, tetapi belum keluar dari leher rahim (apalagi ke vagina), karena selaput ketuban masih ada. Istilah yang di pakai adalah tali pusat terkemuka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyebab terbanyak adalah kelainan letak bayi, terutama letak lintang. Berikut ini adalah faktor resiko untuk terjadinya TPM:

  • · Multiparitas (Kehamilan yang banyak)
  • · Prematuritas (bayi kurang bulan) atau berat badan lahir rendah (BBLR)
  • · Kelainan letak (sungsang, serong, lintang)
  • · Bayi dengan kelainan bawaaan
  • · Disproprsi kepala dengan panggul (DKP
  • · Tumor di rongga panggul
  • · Plasenta letak rendah
  • · Hydramnion (air ketuban banyak)
  • · Makrosomia (bayi besar)
  • · Persalinan kembar (bayi ke 2)
  • · Tali pusat yang panjang

Penanganan kasus TPM jika bayi masih (bisa) hidup yang pertama: jika janin masih hidup, ibu segera di tempatkan dalam posisi nungging (knee-chest position, telentang dengan bokong ditinggikan / kepala di rendahkan atau tidur miring untuk mencegah talipusat semakin menumbung. Posisi-posisi ini dimaksudkan agar tali pusat tidak terjepit menjelang dipersiapkannya operasi. Jangan mencoba untuk memasukkan kembali secara manual. Dilakukan operasi cesar segera. Persalinan pervaginam bisa dilakukan jika pembukaan sudah lengkap dan tidak ada kontra indikasi persalinan normal, artinya kondisi janin dan detak jantungnya tetap stabil. Hanya saja memang harus disiapkan oksigen untuk berjaga-jaga apabila sang bayi terjadi asfiksia. Jika di RS, Persalinan dipercepat dengan bantuan vakum atau forsep.

Angka kematian bayi akibat TPM lumayan besar, berkisar 90%. Penyebabnya sering akibat terjadinya prematuritas dan kelainan bawaaan. Sedangkan jika bayinya normal maka kematian biasanya disebabkan oleh asfiksia (bayi lahir biru, sesak nafas).

TPM yang terjadi di RS biasanya angka keberhasilannya lebih tinggi karena penanganannya cepat. Demikian juga untuk TPM pada kasus pecah ketuban dengan posisi non-kepala agar segera di rujuk ke RS. Sedangkan untuk menghindari TPM, jika menghadapi persalinan, jangan melakukan pemecahan ketuban sebelum bagian terbawah janin sudah masuk.

Hal yang perlu di perhatikan dalam TPM adalah pemantauan detak jantung janin yang ketat. Jika Denyut jantung rendah kurang dari 120 denyut per menit ini merupakan gejala bahwa bayi berada dalam kesulitan pada prolaps tali pusat (kurang sejahtera). Dan jika terjadi demikian segeralah rujuk ke RS untuk dilakuakn SC darurat.

Nah semoga bermanfaat

Salam Hangat

Bidan Kita

Referensi:

Cruikshank, DW Breech, Other Malpresentations, and Umbilical Cord Complications, Danforth's Obstetrics and Gynecology , 9th Edition. Philadelphia, Lippincott Williams and Wilkins, 2003

Morgan, BLG and Ross, MG Umbilical Cord Complications. emedicine.com , March 1, 2006.