• Sugesti tersebut masuk ketika Anda berada dalam kondisi rileks. Menonton TV adalah kondisi rileks, tentu sugesti melahirkan itu sakit mudah sekali terekam di bawah sadar karena semua sinetron atau film yang Anda lihat menggambarkan demikian.
  • Sugesti akan terekam di bawah sadar jika sugesti tersebut di ulang ulang. Seorang dokter atau bidan selama masa pendidikan selalu di ajarkan bahwa melahirkan itu sakit dan nyeri, di tempat praktek yang mereka lihat adalah gambaran bahwa memang melahirkan itu nyeri dan menyakitkan, bahkan proses persalinannyapun menyakitkan. Jika hal ini yang terulang-ulang selama hidupnya, bisa di pastikan rekaman bawah sadarnyapun menyatakan bahwa melahirkan itu sakit.
  • Sugesti akan terekam di bawah sadar jika disampaikan oleh figur/tokoh. Bidan dan dokter adalah tokoh atau figur bagi pasien-pasiennya, apa jadinya jika bidan dan dokter menyatakan kepada pasiennya bahwa melahirkan itu menyakitkan dan bahwa melahirkan itu harus sakit, bahwa jika tidak sakit berarti tidak melahirkan? Bukankah akan dengan sangat mudah pasien-pasien merekam sugesti negatif tersebut?
  • Sugesti akan terekam di bawah sadar jika diberikan di saat kondisi emosi sedang intens, dan ibu hamil juga ibu bersalin tentu emosinya sangat intens. Bisa Anda bayangkan, bagaimana perasaan mereka ketika saudara, orangtua, teman bahkan dokter atau bidannya menyatakan bahwa melahirkan itu menyakitkan?

Jadi bisa kita pahami bahwa sugesti atau keyakinan bahwa melahirkan itu sakit dan nyeri sudah tertanam dan terekam di bawah sadar Anda dan saya bahkan sejak kita di lahirkan ke dunia ini. Beruntung sekali pengalaman persalinan saya begitu indah karena saya tidak merasakan sakit seperti yang saya yakini dan saya ketahui teorinya saat itu, dan lebih beruntung lagi ketika saya mendalami Hypnobirthing dan gentle birth yang membuat saya menyaksikan proses persalinan yang indah dan tanpa rasa sakit pada klien-klien yang saya dampingi hampir setiap hari. Sehingga tanpa disadari rekaman dan sugesti melahirkan sakit itu terkikis dari benak dan pikiran saya.

Haruskah Melahirkan itu sakit atau nyeri?

“When I say painless, please understand, I don’t mean you will not feel anything. What you will feel is a lot of pressure; you will feel the might of creation move through you. Pain, however, is associated with something gone wrong. Childbirth is a lot of hard work, and the sensations that accompany it are very strong, but there is nothing wrong with labor.” – Giuditta Tornetta

Banyak yang berfikir proses persalinan itu harus nyeri dan untuk mencapai persalinan yang nyaman adalah hal yang sangat mustahil. Jutaan wanita yang bersalin menyatakan bersalin itu sakit dan akhirnya anggapan dan keyakinan bahwa bersalin itu harus nyeri/ sakit akhirnya di amini oleh hampir semua orang. Bahkan sudah menjadi budaya di sarana pelayanan kesehatan/ Rumah Bersalin, bu bidan/Dokter yang merawat ibu yang hendak bersalin selalu menginformasikan bahwa bersalin itu nyeri dan kalau belum nyeri berarti belum bersalin. Sampai-sampai bu bidan sering sekali latah mengatakan pada pasien inpartu (pasien yang akan melahirkan) dengan kalimat seperti ini: “Ibu, nanti kalau udah sakit, nyeri dan tak tertahankan, itulah baru tanda-tandanya ibu mau bersalin”. Dan akhirnya si ibu itu akan menunggu-nunggu rasa sakit dan nyeri tak tertahankan tersebut, dan jadilah kenyataan bahwa menurut dia, bersalin ya harus nyeri.

Ibu yang merasakan nyaman saat bersalin dianggap ibu yang sangat beruntung dan merupakan mujizat. Saking banyaknya orang yang berkeyakinan bahwa bersalin itu menyakitkan maka tidak jarang seorang wanita yang baru pertama kali hamil dan hendak bersalin mengalami ketakutan dan kecemasan yang luar biasa saat menjelang proses persalinanya, dan akhirnya banyak wanita yang belum inpartu/ belum dalam persalinanpun “merengek” meminta kepada dokter agar dilakukan Epidural atau bahkan minta segare dilakukan operas sesar. Hanya dengan satu alasan yaitu TAKUT SAKIT!

Rasa sakit/ Nyeri memang merupakan alat komunikasi/ sinyal bagi tubuh ketika ada sesuatu yang salah, namun dalam proses persalinan normal sebenarnya Nyeri tidak harus hadir atau tidak selalu menjadi sesuatu yang harus di ratapi atau di keluhkan. Kita tahu bahwa proses persalinan dapat berlangsung dengan baik apabila pada saat proses persalinan si ibu tidak terganggu, terutama ketika ibu merasa aman sehingga otak primitif-nya dapat mengambil alih. Seperti yang sudah saya ungkapkan sebelumnya bahwa ilmu fisiologi dasar mengatakan bahwa ketakutan/ kecemasan meningkatkan adrenalin dalam tubuh yang menciptakan reaksi fisik dengan mengaktifkan respon melawan/ menghindar. Ini pengalihan aliran darah dari organ kita ke tungkai. Rahim bukan lah organ seperti jantung, rahim tidak dapat bekerja secara efektif, nyaman dan tanpa rasa sakit saat aliran darah yang mengalir di seluruh bagian ototnya terhambati dan otot kejang. Ketika adrenalin di produksi maka endorfin tidak dapat melakukan tugasnya dan memperlambat pelepasan oksitosin yang diperlukan untuk membantu kemajuan persalinan.

Perlu diketahui bahwa Setiap pikiran kita telah menciptakan sebuah respons secara fisik terdeteksi dalam tubuh. Pernahkah Anda merasa malu oleh seseorang atau sesuatu? Saat anda malu secara otomatis pipi anda akan terlihat memerah. Bahkan beberapa tahun kemudian dengan hanya memikirkan peristiwa memalukan bisa menciptakan respon fisik yang sama di wajah Anda dalam hitungan detik. Ingatkah Anda ketika Anda diminta untuk mengingat dan menceritakan kembali pengalaman persalinan anda yang traumatik? Setelah anda mengingatnya Anda mungkin langsung merasakan perut anda kencang, mulut kering dan telapak tangan berkeringat hanya dengan berpikir tentang pengalaman persalinan yang lalu yang bagi anda itu adalah hal yang sangat traumatik.

Mengapa proses bersalin menyakitkan hanya terjadi pada manusia? Jika Anda pernah punya anjing atau kucing melahirkan Anda mungkin memperhatikan bahwa mereka mencari suatu lokasi/tempat tersendiri yang bebas dari gangguan, tenang dan biasanya saat bersalin hewan tersebut tidak menunjukkan ketidaknyamanan mereka secara dramatis.

Memahami tujuan nyeri dalam persalinan sangat penting karena ini mampu menaklukkan rasa takut di dalam hati kita. Kutipan di bawah ini diambil dari buku berjudul The Christian Childbirth Handbook yang ditulis oleh Jennifer Vanderlaan yang menyatakan:

Meningkatkan Hormon Endorphin = Manajemen nyeri

“Rasa Sakit atau nyeri, sifatnya adalah panggilan untuk bertindak. Saat melahirkan, rasa sakit atau nyeri memiliki tujuan fisiologis. Meningkatnya intensitas rasa sakit atau ketidaknyamanan meningkatkan produksi Hormon Endorphin pada tubuh Anda. Hormon Endorphin adalah opiat alami yang bertanggung jawab untuk menghilangkan rasa sakit. Mereka juga diproduksi selama proses bercinta. Hormon Endorphin berada pada tingkat puncak ketika proses persalinan inilah yang membantu Anda mampu mengelola rasa sakit dari kontraksi. “

Meningkatkan Hormon prolaktin = keberhasilan menyusui

“Yang lebih menakjubkan adalah Hormon Endorphin tubuh Anda diproduksi dalam menanggapi rasa sakit persalinan, dan disaat yang bersamaan dia mempersiapkan tubuh Anda untuk merawat anak Anda. Tingkat endorphin yang tinggi menyebabkan tubuh Anda untuk meningkatkan produksi kadar prolaktin. Prolaktin adalah hormon yang diperlukan untuk menyusui. “

Nyeri = Gerakan = Keselarasan

“Alasan lain yang penting untuk ketidaknyamanan atau nyeri selama persalinan adalah cara Anda menggerakkan tubuh Anda secara alami dalam menanggapi rasa sakit. Sangat sulit untuk diam sementara Anda merasakan sakit, gerakan diperlukan untuk bayi Anda agar bisa dengan benar menyelaraskan tubuhnya di panggul Anda. Tanpa keselarasan, baik Anda atau bayi Anda bisa mengalami kerusakan atau cidera. Nyeri berfungsi sebagai metode perlindungan terhadap posisi kelahiran yang buruk. “

Nyeri = ketergantungan pada Tuhan

Tuhan seringkali menggunakan rasa sakit sebagai sarana untuk menarik perhatian kita dari diri kita sendiri dan kepada-Nya. Ini adalah proses yang indah bagi seorang wanita untuk melihat rasa sakit ini sebagai sarana untuk membantu dia kembali fokus perhatiannya pada Juruselamatnya, yang merupakan penyedia dan sumber kekuatan. Oleh karena itu, apapun agama dan keyakinan Anda, berdoa selama persalinan merupakan respon yang tepat untuk proses ini.

Nyeri dalam persalinan berbeda dengan Nyeri pada umumnya

Di kelas balance in Gentle Birth saya selalu bertanya kepada klien saya, tentang apa sebenarnya rasa nyeri atau sakit itu? Kita tahu dan mengerti bahwa itu sakit adalah ketika kita mengalami rasa itu. Dan kita tahu bahwa kita tidak suka rasa itu, karena rasa sakit itu tidak nyaman. Dan saya percaya bahwa sebagian orang tidak ingin merasakan sakit. Ketika saya menanyakan tentang definisi dari kata sakit atau nyeri sebagoan besar klien saya menjawab bahwa sakit atau nyeri adalah rasa ketidaknyamanan yang kuat ketika syaraf terstimulasi oleh sesuatu. Lalu ketika saya bertanya kepada mereka “mengapa kita merasakan rasa sakit?”, maka biasanya klien saya menjawab “karena ada sesuatu yang salah di dalam tubuh kita.”. dan memang benar bahwa rasa nyeri atau sakit adalah suatu rasa karena tubuh kita ingin mengkomunikasikan tentang apa yang terjadi padanya melalui sebuah sensasi rasa.

Rasa sakit atau nyeri adalah informasi dari tubuh ke otak yang menyatakan atau meminta kita untuk lebih perhatian dan waspada karena ada sesuatu hal yang terjadi. Melalui kehidupan kita rasa sakit atau nyeri dalam tubuh kita mempunyai dua arti. Yang pertama adalah sebagai sinyal bahwa ada tubuh kita yang luka atau sakit, dimana jika kita kesleo di pergelangan kaki, maka rasa sakit memberi tahu kepada kita bahwa kita harus berhenti berjalan supaya tidak menimbulkan luka atau sakit atau trauma yang lebih parah. Jika Anda sakit gigi, maka rasa nyeri atau sakit menunjukkan bahwa gigi Anda rusak dan Anda harus segera ke dokter gigi untuk mengobatinya. Dan yang kedua adalah bahwa rasa nyeri atau sakit terjadi sebagai sinyal pada otak bahwa tubuh kita sedang melakukan perubahan atau sedang terjadi perubahan.

Rasa sakit secara fisik pada tubuh manusia sebenarnya adalah fenomena yang sangat komplek. Ketika Anda mencoba untuk melihat lebih dalam dan lebih dekat lagi tentang nyeri atau sakit, Anda akan dapat melihat bahwa ada tiga komponen dasar dalam rasa nyeri atau sakit tersebut yaitu: komponen sensory atau komponen fisik, yaitu bagaimana rasa nyeri atau sakit tersebut dirasakan secara nyata oleh tubuh. Komponen affektif atau emosi, yang berhubungan tentang rasa/perasaan saat kita merasakan sensasi ini, dan Komponen kognitif atau pikiran/pemikiran, yang memikirkan tentang jenis nyeri yang dirasakan. Contohnya ketika kaki saya terantuk batu saat berjalan pagi hari di komplek perumahan, pertama, saya merasakan sensasi yang sangat tajam/kuat seperti berdenyut (komponen sensori), disini syaraf di kaki saya mengirimkan pesan kepada otak dan saya merekamnya, sehingga saya menyadari ini adalah sinyal rasa nyeri dari tubuh saya sehingga akhirnya emosi dan pikiran saya juga saling berhubungan terhadap sensasi ini.

Ketika saya terantuk batu, secara fisik saya merasakan nyeri dan dalam waktu yang singkat pikiran dan emosi saya terpengaruh. Dan seringkali rasa dominan atau emosi dan pikiran yang dominan adalah takut. Seperti pemikiran ya ampun sakit sekali, jangan jangan kakiku patah? Atau pemikiran aduh bagaimana pekerjaan saya nanti jika kakiku sakit begini?. Rasa Takut adalah rasa yang selalu berhubungan atau berkaitan dengan masa depan, bahkan moment atau saat yang hanya beberapa menit kemudian.

Dalam kaitannya dengan proses persalinan, seringkali ketika seorang wanita merasakan nyeri, secepat kilat mereka berfikir hal-hal yang”bukan-bukan” atau hal yang negatif berkaitan dengan rasa takut , seperti “aduh baru pembukaan satu saja sakitnya sudah seperti ini, bagaimana jika pembukaan lima dan seterusnya? Apakah saya mampu?”, “kok sakit ya? Jangan-jangan ada kelainan di tubuh saya?” atau ketakutan ketakutan lain yang tercipta

Rasa sakit sering kita definisikan sebagai alarm tubuh bahwa ada sesuatu hal yang salah yang terjadi di dalam tubuh kita. Namun dalam proses persalinan, definisi itu tidaklah selalu benar. Karena nyeri atau rasa sakit yang ditimbulkan sebenarnya adalah alarm tubuh yang disampaikan ke otak kita untuk memberihtahu bahwa sesuatu proses alami yang besar dan luarbiasa sedang terjadi.

Ketika Anda merasakan rasa sakit atau nyeri, pesan yang ada adalah “larilah menghindar” atau berjuang dan lawanlah! Ini adalah respon otomatis dalam tubuh disebup flight and faith response. Tetapi rasa nyeri yang ditimbulkan saat proses persalinan sebenarnya berisi pesan “Rilekskan otot di panggul Anda. Nikmatilah, pasrah, jangan melawan.”

Berdamai dengan Nyeri dan rasa Takut

Sekarang mari kita melihat proses persalinan lagi, kali ini cobalah dengan sengaja memperhatikan lebih dekat dan mengamati pengalaman Anda lebih detal detik demi detik saat masuk dalam proses persalinan (ini tentunya berlaku bagi Anda yang pernah melahirkan sebelumnya atau Anda yang sedang mengamati ibu melahirkan). Ini seperti terika Anda dengan sengaja mengamati dan menikmati semua sensasi dan pengalaman yang Anda rasakan saat Anda melakukan relaksasi atau meditasi. Jika Anda melakukan hal ini yaitu memperhatikan tanpa melakukan penilaian, terbuka akan sensasi fisik yang timbul dan hilang saat Anda merasakan kontraksi, maka Anda akan menemukan sebuah fakta yang menakjubkan, dimana tepat di tengah-tengah proses persalinan terdapat momen yang mendalam yang mampu memberi kemudahan dan rasa damai.

Bagaimana mungkin?

Seperti yang anda lihat di gambar berikut ini, pola gelombang besar merupakan kontraksi-ekspansi rahim dan leher rahim atau nyeri transformasional yang datang dan pergi selama tahap pertama dari pola persalinan. Sedangkan gelombang kecil merupakan saat penarikan dan hembusan napas, yang Anda gunakan untuk memfokuskan perhatian Anda pada saat ini, memberikan pikiran Anda tempat untuk beristirahat di sini dan kini. Selama tahap pertama persalinan, ketika proses ini di terjadi penuh, gelombang kontraksi yang hilang dani timbul terjadi sekitar setiap lima menit. Dengan durasi berlangsung sekitar enam puluh detik

Gelombang atau pijatan rahim yang hilang timbul merupakan proses yang luar biasa dimana setiap gelombang demi gelombang yang terjadi merupakan sebuah sinyal bahwa sebentar lagi Anda akan bertemu dengan buah hati. Dan ingat bahwa karakteristik gelombang rahim adalah semakin lama semakin sering dan semakin intens. Dan ketika jeda gelombang rahim atau kontraksi hanya selang sekitar tiga atau menit dengan durasi lebih dari enam puluh detik, itulah yang disebut masa transisi.

Pada saat anda memasuki proses itu, Definitely hal yang bisa Anda dilakukan adalah, jangan berpikir! Terutama ketika Anda tahu bagaimana cara untuk memperhatikan dan fokus pada nafas dan membiarkan proses membawa Anda, momen demi momen. Karena saat menjalani proses persalinan seharusnya Anda percaya kepada tubuh Anda karena jauh sebelum munculnya ilmu kedokteran modern, alam semesta telah memberikan kita pengetahuan tentang cara-cara untuk mengatasi sensation sensasi yang muncul ketika seorang wanita berada pada fase ini. hipotalamus dan kelenjar pituitary memproduksi hormon Endorfin yang mampu menghasilkan efek analgesik serta perasaan sejahtera yang mampu melawan dan mengatasi nyeri persalinan. Selama persalinan, Anda juga memproduksi oksitosin sangat tinggi lavelnya, sebuah hormon yang mampu memunculkan perasaan tenang dan koneksi yang mengurangi rasa sakit dan mendorong munculnya keberanian.

Sebenarnya tubuh seorang wanita begitu cerdas dan canggih dalam menangani rasa nyeri saat proses persalinan, namun mengapa melahirkan memiliki reputasi buruk? Mengapa saat-saat menyenangkan, saat-saat penuh kemudahan dan perdamaian, yang benar ada dalam proses persalinan jarang, jika pernah, bicarakan? Seringkali ibu bereaksi dengan pikiran menakutkan yaitu, “Oh, saya Tuhan, mengapa kontraksi ini begitu menyakitkan! ” atau ” Bagaimana aku akan mengatasi rasa kontraksi yang berikutnya? ” atau” Kapan ini akan berakhir?”

Terjebak dalam aliran pikiran menyedihkan tentang masa lalu atau masa depan, tanpa sengaja membuat dan merangsang otak kita untuk memproduksi adrenalin,

sehingga membuat proses persalinan semakin terasa menyakitkan

Eksplorasi Ketakutan Anda

Mencoba mengekplorasi rasa takut sangatlah penting.

Latihan:

Duduklah senyaman mungkin lalu pejamkan mata dengan lembut sambil membayangkan proses persalinan Anda. Bayangkan proses tersebut dari awal kontraksi hingga bayi Anda lahir dan berada di pelukan Anda.

Sekarang fokus kan perhatian Anda, cobalah eksplorasi tentang ketakutan apa yang Anda rasakan berkaitan dengan proses persalinan? Lalu tulislah kata-kata atau kalimat ketakutan Anda yang muncul di dalam benak ke dalam kertas.

Kemudian pejamkan mata lalu ucapkan kalimat seputar persalinan, misalnya kontraksi dan persalinan. Lalu rasakan dan hayati hingga Anda menemukan emosi yang seperti apa yang mengiringi rasa dan sesasi yang Anda rasakan?

Kemudian pejamkan mata dengan lembut sambil membayangkan proses persalinan Anda. Lalu di dalam hati pikirkan daftar kalimat atau sugesti atau affirmasi yang mampu menguatkan Ana yang mengandung harapan positif akan proses persalinan Anda kelak lalu tulislah kedalam kertas.

Kemudian pejamkan mata lagi sambil merilekskan seluruh tubuh dan pikiran. Dan sembari dalam hati mengulang dan merekam sugesti positif yang Anda terima.

Tahukah Anda bahwa tulisan tangan seperti sidik jari – tidak ada dua orang memiliki tulisan tangan yang sama. Tulisan tangan juga merupakan respon ideomotor, yang berarti bahwa dengan menulis sesuatu dalam tulisan tangan normal Anda, Anda mengakses pikiran bawah sadar. Latihan ini mirip dengan yang di atas, tetapi Anda akan menggunakan tulisan tangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here