Anda akan  berpotensi melahirkan jauh melampaui tanggal perkiraannya jika baru pertama kali mengandung, tidak tahu persis kapan HPHT, mengalami obesitas, , punya anggota keluarga dengan riwayat persalinan terlambat, serta sudah pernah memiliki anak dengan persalinan yang juga terlambat.

Kehamilan lewat waktu mempunyai memang resiko lebih tinggi daripada kehamilan aterm, terutama terhadap kematian perinatal (antepartum, intrapartum, dan postpartum) berkaitan dengan aspirasi mekonium dan asfiksia.

Meskipun hal ini masih banyak diperdebatkan dan sampai sekarang masih belum ada persesuaian paham. Dalam kenyataannya kehamilan lewat waktu mempunyai pengaruh terhadap perkembangan janin sampai kematian janin.

Ada janin yang dalam masa kehamilan 42 minggu atau lebih berat badannya meningkat terus, ada yang tidak bertambah, ada yang lahir dengan berat badan kurang dari semestinya, atau meninggal dalam kandungan karena kekurangan zat makanan dan oksigen.

Kehamilan lewat waktu mempunyai hubungan erat dengan mortalitas, morbiditas perinatal, atau makrosomia. Sementara itu, risiko bagi ibu dengan kehamilan lewat waktu dapat berupa perdarahan pascapersalinan ataupun tindakan obstetrik yang meningkat.

walaupun kita tahu bahwa HPL lewat adalah hal yang biasa, Namun dasar ibu hamil…pasti rasa kuatirnya tinggi. Takut nanti kalau begini, takut nanti kalau begitu padahal pada dasarnya 90% ketakutan itu belum tentu terjadi. kecuali jika terlalu sering merasa takut, maka ini justru bahaya karena bisa jadi affirmasi negative bunda.

Nah ketika Anda mendapati HPL Anda telah lewat, dan umur kehamilan Anda sudah mencapai 42 minggu, mari kaji lagi karena ada Kemungkinan bahwa umur kehamilan Anda tidak benar-benar mencapai 42 minggu ,  Banyak kehamilan yang dianggap “terlambat” hanya tidak akurat tanggal.

hal yang perlu di ketahui adalah Konsepsi harus terjadi dalam 24 jam setelah ovulasi – Anda tidak bisa hamil sebelum ovulasi, tapi telur mati jika tidak dibuahi 12-24 jam kemudian. Jadi jalan yang paling akurat kencan kehamilan adalah mengetahui ketika Anda berovulasi.

Ini tidak selalu pada hari ketika Anda melakukan hubungan seks. karena sperma dapat bertahan sampai empat hari, mungkin lebih lama, sehingga hubungan yang menghasilkan pembuahan bisa saja terjadi beberapa hari sebelum konsepsi yang sebenarnya.