Hipnosis & Hypnobirthing untuk Kasus presentasi Bokong/ Sungsang

SONY DSC

Apa yang anda rasakan saat mengetahui posisi janin Anda sungsang? Pasti panik dan bingung yah!

Nah selain banyak cara dan upaya yang bisa Anda lakukan seperti di link ini:

Anda pun bisa mencoba menggunakan Hypnosis/hypnobirthing untuk membantu mengatasi masalah Anda ini. Mari kita bahas!

Pada umur kehamilan antara 32-36 minggu, bayi bulai berubah dari presentasi uprigth menjadi presentasi vertex dan turun ke arah serviks. Namun pada kondisi tertentu, posisi bayi tidak dapat berubah menjadi posisi vertex atau belakang kepala namun tetap pada posisi bokong dibawah. Praktisi hypno-birthing percaya bahwa salah satu faktor dari terjadinya presentasi bokong pada bayi adalah ketakutan, kecemasan dan ketegangan pada tubuh dan pikiran ibu, sehingga menyebabkan kekakuan pada otot-otot dasar panggul dan rahim menjadi tegang dan kaku.

 

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mehl LE di Department of Psychiatry, University of Vermont College of Medicine, Burlington pada tahun 1994 menyatakan bahwa melalu metode hipnosis 81% dapat mengubah atau mereposisioning feotus dari presentasi bokong ke presentasi kepala dan ini dilakukan pada umur kehamilan 37 sampai 40 minggu.

Lalu bagaimana caranya?

Jika Anda praktisi Hypnobirthing, Pertama yang harus dilakukan adalah menuntun klien (Ibu Hamil) untuk masuk dalam kondisi relaksasi yang dalam, lalu tuntun klien (Ibu Hamil) untuk melakukan relaksasi otot, kemudian relaksasi nafas. Ingat, selama melakukan proses ini bidan/dokter harus senantiasa melakukan mengecekkan pada detak jantung janin, bisa dengan menggunakan fetoskop atau doppler dan selalu sugestikan kepada klien (Ibu Hamil) bahwa bunyi detak jantung bayi yang terdengar semakin membuat klien (Ibu Hamil) dalam kondisi relaks. Ketika klien (Ibu Hamil) merasa relaks dan nyaman, mulailah untuk memberi sugesti kepada klien (Ibu Hamil) untuk melepaskan segala ketakutan dan kecemasan yang dirasakan klien (Ibu Hamil), terutama seputar kekhawatiran dan fikiran negatif tentang kehamilan dan persalinannya. Kemudian berikan afirmasi dan sugesti positif kepada klien (Ibu Hamil). Setelah klien (Ibu Hamil) mulai lebih tenang dan bisa mengendalikan serta menghilangkan kekhawatirannya maka ajaklah klien (Ibu Hamil) untuk berkomunikasi dengan bayi dalam kandungannya, pada tahap ini bisa menggunakan teknik ideomotor, sambil melakukan visualisasi bahwa otot-otot rahim menjadi rileks dan perlahan-lahan bayi memutar dengan  perlahan dan mudah dari presentasi bokong menjadi presentasi kepala. Hal yang terpenting adalah saat bayi mulai bergerak therapist harus selalu memonitiring detak jantung janin, apabila detak melemah atau semakin cepat, berarti terjadi stres pada janin, dan hentikan sugesti untuk merubah posisi janin dan kembalikan seperti semula. Yang terpenting adalah ajarkan ibu untuk melakukan outohipnosis. Sehingga bisa melakukannya dirumah.