gototopgototop

Hemorrhoids dalam kehamilan

PDFPrintE-mail

Share

 

Hemorrhoids atau Wasir adalah pembengkakan dan inflamasi (peradangan) vena di anus dan rektum, yang biasanya terasa nyeri. Munculnya akibat sering mengedan saat nge-pup atau peningkatan tekanan vena akibat bendungan rahim yang membesar atau penyebab-penyebab lainnya. Pada kehamilan munculnya tersering pada trimester ke 3.

 

 

wasir sebenarnya adalah bentuk varises vena. Pembuluh darah di dalam dan sekitar dubur menjadi bengkak. Selama kehamilan, tubuh Anda memiliki lebih banyak darah beredar melalui pembuluh darah Anda. Semua urat Anda, khususnya mereka dibawah rahim Anda, menjadi melebar. Termasuk gejala gatal, terbakar, nyeri, dan pendarahan. Pendarahan dari wasir biasanya merah cerah, dan lebih sering terlihat di kertas toilet dari dalam mangkuk. Selalu mendapatkan pendarahan anus diperiksa oleh dokter, bahkan jika Anda mencurigai itu adalah karena wasir.

Gejalanya berupa perdarahan saat nge-pup, bisa dikit bisa banyak, gatal atau rasa iritasi disekitar anus, nyeri, pembengkakan sekitar anus, adanya benjolan disekitar anus. Pembuluh vena disekitar anus membesar akibat meregang akibat peningkatan tekanan tekanannya, sehingga berbentuk benjolan atau membengkak. Hal-hal yang dapat menyebabkan meningkatnya tekanan vena antara lain: BAB yang keras (ngeden-ngeden), nongkrong di toilet terlalu lama, diarre kronis, konstipasi, Obesitas, kehamilan dan anal seks. Faktor keturunan juga memegang peranan dan semakin berumur maka kecendrungan makin tinggi karena semakin lemahnya kekuatan jaringan tubuh.

Pada kehamilan, disamping akibat adanya bendungan vena oleh pembesaran rahim, faktor konstipasi juga sering menyebabkan dan memperberat wasir. Berita baiknya wasir akan hilang/membaik setelah bayi lahir. Jika bumil mengalaminya terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi wasir ini:

1. berikan baking soda (basah atau kering) guna mengurangi rasa gatal

2. Berendam dengan air hangat yang telah diberikan baking soda

3. Hindari duduk terlalu lama

4. Penggunaan Pad khusus (Medicated Pad)

Pencegahan tentunya lebih baik ketimbang mengobati. Pencegahan terbaik adalah mencegah konstipasi atau sembelit. Jika terjadi konstipasi hindari mengedan. Berikut ini hal-hal yang dapat mencegah konstipasi: makan tinggi serat, banyak minum air, minum jus buah prem, jangan menahan BAB, serta makan banyak sayuran dan buah-buahan.Senam Kegel juga membantu karena dapat melancarkan aliran darah di sekitar anus. latihan kegel yang bermanfaat karena dua alasan. Yang pertama adalah bahwa mereka akan meningkatkan sirkulasi ke rektum Anda, yang pada gilirannya akan membantu untuk mencegah wasir. Yang kedua adalah bahwa mereka akan memperkuat otot-otot vagina dan perianal, yang akan memudahkan penyembuhan setelah melahirkan

Jaga agar tetap bersih: Jaga daerah dubur Anda sebersih mungkin. Menggunakan lap lembab atau alas wasir obat lebih nyaman dari kertas toilet.

Berbaring: Hindari duduk dan berdiri untuk jangka waktu yang lama, yang dapat memberikan tekanan pada wasir.

Membiarkan orang lain melakukannya: Hindari mengangkat berat atau sedang

Cobalah es: Duduk di kantong es dapat memberikan beberapa bantuan dari rasa terbakar.

Gunakan mandi sitz: Duduk dalam air hangat yang cukup untuk menutup wasir, baik dalam bak mandi Anda atau dalam sebuah bak sitz yang sesuai di toilet.

supositoria Gunakan atau krim: Periksa dengan tim perawatan kesehatan Anda sebelum mencoba salah satu solusi di atas meja Anda dapat menemukan dalam toko obat.  Jika tidak satupun dari obat membantu, wasir Anda bertambah buruk, atau Anda melihat pendarahan apapun, cek dengan tim perawatan kesehatan Anda. Ingatlah untuk bertahan di sana, wasir akan hilang setelah Anda melahirkan!

Untuk obat-obatan medis segera kontak dokter. Jika setelah melahirkan tidak membaik, maka konsultasikan ke dokter bedah. Sekarang terdapat berbagai prosedur operasi ringan dalam mengobati wasir diantaranya :Rubber band ligation, injeksi (sclerotherapy) dan Koagulasi (infrared, laser atau bipolar).