sebelum saya bahas lebih lanjut pada artikel ini, mungkin sebaiknya Anda melihat youtube ini terlebih dahulu:

masih berkaitan dengan tulisan saya sebelumnya disini , saya akan membahas beberapa bentuk kekerasan yang terjadi di dalam proses pelayanan kebidanan dilapangan

saat ini semakin banyak kita dengar dan mungkin kita baca di berbagai forum, maupun komentar komentar yang para ibu tulis di laman sosial media berkaitan dengan curhatan mereka tentang tindakan “kekerasan” atau ketidaknyamanan yang mereka terima saat proses persalinan.
kalau di Indonesia, mungkin para ibu “baru” berani cerita dari mulut kemulut atau “baru” bisa menuliskan crita mereka di kolom komentar di sosial media atau di forum diskusi tertutup yang khusus membahas tentang ini. tapi kalau Anda mau melihat di berbagai belahan dunia apalagi di negara maju, para ibu sudam mulai BERANI “Speak out” tentang hal ini.

silahkan Anda lihat di :

  • https://birthraped.wordpress.com
  • https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1016/j.rhm.2016.04.004
  • https://thedrawingboardcanada.com/2016/04/11/breaking-the-silence-why-do-some-women-call-their-birth-trauma-rape/
  • https://id.pinterest.com/MsBlankenstein/birth-trauma-break-the-silence/?lp=true

dari berbagai artikel dan kumpulan gambar di pinterest tersebut, kita tahu itu semua seolah mewakili apa yang mungkin pernah atau baru saja Anda rasakan ketika Anda melahikan.

Nah, sebenarnya, Seperti Apa Bentuk Kekerasan dalam Kebidanan itu?
Kekerasan atau pelecehan yang terjadi di dunia kebidanan dapat berada dalam banyak aspek, tetapi elemen intinya adalah sikap tidak hormat yang terang-terangan  dan perlakuan sewenang-wenang terhadap, seorang wanita selama masa kehamilan,  persalinan /kelahiran dan atau postpartum.

kalau dilihat dari kategorinya, ini dibagi menjadi beberapa kategori kekerasan/pelecehan yaitu :   Kekerasan/Pelecehan secara Emosional, Kekerasan/Pelecehan Verbal, Kekerasan/Pelecehan Fisik, Kekerasan/pelecehan Ekonomi & Kekerasan/Pelecehan Seksual.

saya akan jelaskan satu persatu:

Kekerasan/Pelecehan secara Emosional
Pelecehan emosional bermanifestasi sebagai penindasan dan menggunakan taktik yaitu : menakut-nakuti ibu hamil, bahwa dia tidak  kompeten secara mental untuk membuat keputusan, dan lebih peduli pada dirinya sendiri daripada kepada bayinya. misalkan kalimat yang di lontarkan adalah demikian: “Saya dok**r di sini, dan saya lebih tau dari Anda!?”, “Saya tidak akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.”, “Anda Egois! Anda memikirkan dirimu sendiri. kalau bayi Anda meninggal bagaimana?”. dan masih banyak lagi kata kata yang akhirnya pernyataan yang dilontarkan tersebut membuat ibu ketakutan dan  melemahkan keinginan & kebutuhan ibu bahkan secara emosional, sang ibu menjadi down.