Delayed umbilical cord adalah salah satu praktek penundaan pengekleman dan pemotongan tali pusat yang sudah saya lakukan sejak tahun 2007 lalu. Mengapa saya melakukan praktek ini? Tentusaja saya punya dasar penelitian dan riset nya. Yang pasti praktek ini sangat menguntungkan untuk kehidupan dan kesehatan bayi dimasa yang akan datang.

Nah baru saja saya terkejut ketika saya membaca sebuah artikel dimana seorang bidan diberi penghargaan karena mengumpulkan darah tali pusat pada bayi baru lahir di rumah sakit. Nah buat apa darah tali pusat tersebut? Ternyata Sel batang terkandung dalam darah talipusat yang terkumpul tersebut akan digunakan untuk merawat para penderita leukemia dan untuk penelitian. Saat itu setiap ibu yang melahirkan di rumah sakit diminta untuk menyumbangkan darah tali pusat bayinya untuk tujuan yang baik, dan banyak yang setuju. Setelah darah tali pusat tersebut terkumpul dan diambil sel batannya ternyata banyak klien penderita leukemia yang tertolong bahkan sembuh dari penyakitnya. Luar biasa sekali.

Darah Tali pusat ternyata mengandung sel batang yang ajaib. Dan ternyata sel batang ini dapat digunakan sebagai pengobatan.

Saat ini sudah ada bank darah tali pusat yang mana ketika bayi lahir dan segera di potong tali pusatnya (SOP-nya begitu) darah tersebut disimpankan di laboratorium khusus dan di asuransikan (tentu saja siorangtua harus mengeluarkan banyak biaya untuk membayar asuransinya) dan darah itu nanti dapat digunakan sebagai pengobatan yang ampuh ketika di beberapa tahun mendatang si bayi menderita penyakit yang parah.

Praktek ini sebenarnya saya setuju karena memang benar, sel darah tali pusat itu luarbiasa ampuh untuk mengobati penyakit-penyakit degenerative. Namun yang saya prihatinkan adalah praktek ini hanya bisa dilakukan oleh golongan “borjuis” atau kalangan ekonomi kelas atas yang mampu membayar biaya asuransi dan penyimpanannya.

Nah sekarang, kenapa mending tidak ditunda saja pengekleman dan pemotongan talipusat pada bayi baru lahir? Karena ternyata hanya dengan menunda pengekleman dan pemotongan tali pusat hingga talipusat berhenti berdenyt saja ternyata sudah meningkatkan kadar haemoglobin dalam darah bayi sebanyak 20%. Haematokrit sebanyak 15%.