Hal yang paling ditakuti oleh ibu hamil selain nyeri persalinan, salah satunya adalah takut Bayinya Cacat! Sehingga ketika ibu hamil bertemu atau melihat anak atau orang cacat selalu saja dalam hatinya was-was dan mengatakan “Amit-Amit Jabang Bayi” yang bertujuan doa agar bayinya kelak tidak cacat juga atau tumbuh dengan sempurna. Nah perlu di ingat bahwa kejadian bayi cacat sangat berkaitan dengan kecakupan asam folat selama kehamilan. Karena kecukupan asam folat pada minggu-minggu pertama hingga ke-empat kehamilan memainkan peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan janin. Kekurangan asam folat pada masa itu dapat menyebabkan cacat lahir pada otak dan syaraf tulang belakang bayi atau Neural Tube Defects (NTD).

 

Namun sayangnya, sering kali para ibu tidak menyadari dirinya kekurangan Asam Folat karena sebagian besar kehamilan terjadi tanpa direncanakan. Kebanyakan Pasutri (Pasangan Suami Istri) tidak pernah merencanakan kehamilan, setelah menikah atau diluar nikah berhubungan intim, lalu hamil dan ibu baru menyadari bahwa dirinya hamil adalah setelah telat datang bulan. Padahal proses organogenesis dimualai sejak awal dan minggu-minggu pertama setelah terjadi konsepsi.

Namun, kalau kehamilan tersebut direncanakan, maka si ibu akan mempersiapkan gizi yang baik sebelum hamil karena kebutuhan Asam Folat harus disiapkan sejak sebelum kehamilan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tubuh orang dewasa membutuhkan 400 mikrogram asam folat setiap harinya. Sedangkan pada wanita hamil asupan asam folat yang diperlukan sebanyak 800 mikrogram/hari. Jangan anggap sepele, jika tubuh kekurangan asam folat bisa mengakibatkan terjadinya cacat bawaan pada bayi. Seperti cacat tabung syaraf dan keabnormalan otak serta sum-sum tulang belakang.

United States Centers for Disease Control & Prevention (CDC) melaporkan, bahwa makanan kaya asam Folat terbukti dapat mencegah terjadinya NTD hingga 70 persen. Risiko NTD ini bisa dihindari bila ibu hamil cukup mengkonsumsi makanan yang mengandung folat. Wanita yang mengkonsumsi tambahan folat 2-3 bulan sebelum dan di awal kehamilan dapat mengurangi risiko kelahiran bayi dengan cacat pada otak.