Ligament pada sendi sacroiliac, sacrotuberous , sacrospinosus menempel pada sakrum posterior dan tulang ekor dan menjalar ke atas ischium dan tuberus di kedua sisi tubuh.. Ligament  berbentuk kipas ini juga menyatu dengan ligamen sakroiliaka posterior yang melekat pada spina iliaka posterior superior, menciptakan stabilitas yang kuat untuk sakrum dan menyangga berat badan. (Bingung? Lihat tautan anatomi interaktif ini untuk lebih jelas.)

Idealnya, ligamentum sakrotuberous cukup ramping sehingga tidak bisa diraba dari luar. Namun, ketika ligamen tertekan, biasanya dengan aktivitas fisik yang agresif atau cedera, ligamen bisa menjadi tebal dan kencang. Hal ini dapat menyebabkan sejumlah masalah, termasuk osifikasi /kekakuan ligamen dan tekanan pada saraf pundendal; tetapi kesulitan utama bagi wanita hamil dan bersalin adalah pemendekan ligamen, yang pada gilirannya menarik tulang ekor dan tuberositas iskia lebih dekat.

Selain menyebabkan masalah pemosisian yang substansial untuk setiap bayi yang mencoba masuk ke dalam panggul itu, ketatnya ligament ini pada dasarnya menutup pintu bawah panggul sampai batas tertentu, menyebabkan persalinan lama dengan tidak mengizinkan bayi untuk lewat.

Dan biasanya kalua sudah kejadian demikian, para provider tidak menyadari akar masalahnya, namun langsung memutuskan untuk mengakhiri persalinan dengan operasi Caesar.

Ligament sakrotuberous harus menjadi pertimbangan kemungkinan penyebab persalinan lama dan macet  jika salah satu dari kondisi berikut ini berlaku:

  1. Persalinan yang lama dan sulit di mana sudah dilakukan upaya macem macem seperti : Rebozo, Perubahan Posisi ibu, tidak sepenuhnya efektif, dan persalinan tetap saja tidak ada kemajuan yang signifikan
  2. Bayi yang terus-menerus mengalami malposisi. (rata rata buka OA atau LOA)
  3. Ibu yang sangat atletis (terutama mereka yang sangat atletis dalam kehamilan mereka aliyas tubuhnya kekar dan kaku)
  4. Ibu yang tidak pernah olahraga dan punya riwayat bekerja di belakang meja dan menghabiskan harinya dengan duduk di kursi dan bersandar
  5. Sejarah setiap trauma di mana ligamen panggul bisa terkena (kecelakaan, jatuh, dll.)
  6. Panggul yang lebih tinggi salah satu (bisa karena scoliosis, atau memang karena kebiasaan /postur) di tandai dengan panjang kaki yang tidak sama. Biasanya ini disadari ibu ketika menggunakan celana panjang, akan terlihat jelas lebih pendek kainnya di salah satu kaki.