Diawali dengan gelombang cinta yang datang dini hari Selasa 19 April 2016, namun masih belum cukup intens jadi saya memutuskan untuk lanjut tidur (walaupun sesekali terbangun merasakan gelombang cintanya).

Pagi harinya bangun tidur duduk diatas gymball sambil bergoyang, lalu tetap beraktifitas mengantar si kakak sekolah dan lanjut ke studio balance meski harus absen mengikuti yoga (hanya mengambil kaos baru seragam Laskar Gentle Birth).

Siang hari gelombang cinta mulai intens dan mulai mengecek koper berisi keperluan persalinan sambil terus bergoyang diatas gymball (ini salah satu cara membantu janin turun dan release rasa tidaknyaman dipinggang).

Sore harinya gelombang cinta mulai merapat dan bersiap ke RS untuk cek bukaan..ternyata baru bukaan 2, dan kami putuskan mengantar si kakak ke rumah eyangnya dulu, makan malam, dan keliling jogja untuk mengulur waktu.

Pukul 23.00 wib kembali kerumah sakit masih bukaan 3 juga,, duduk di gymball sambil nonton film, jika gelombang cinta datang suami stand by memijat dan menelus daerah sekitar tulang ekor.

Di sela-sela gelombang cinta tetap saya usahakan tidur sambil membayangkan bunga mawar yang akan merekah walaupun serig terbangun dan banyak minum tentunya. Sekitar pukul 5 pagi gelombang cinta semakin terasa nikmat, cek bukaan ternyata bukaan 5 dan servik sudah lunak. Kami meng iyakan untuk pindah ke vk dengan harapan segera bertemu dengan si pejuang kecil kami.

Tahap demi tahap kami lewati dengan berpegangan tangan, berpelukan, suami terus mengingatkan untuk mengatur nafas dan senyum seperti kata bu Yesie (ternyata dia mengingat dan menyimak setiap kata dari bu Yesie sewaktu ikut kelas salsa). “ikuti iramanya, anak hebat lahir dari ibu yang hebat” hahaa kata-kata ini yang sampai sekarang masih terngiang ditelinga saya dan sukses membuat terharu.

Jam 8 pagi sayup-sayup dari ruang Bersalin saya mendengar suara Arsen (anak pertama sy) memanggil “bunda mana..bunda..” rasanya nyeessss dihati dan saat itu pula terasa mak pyoookkkk!!!! Ketubannya pecah, wuhh rasanya lega (mengingat persalinan pertama dulu sangat cepat setelah pecah ketuban).

3 COMMENTS

  1. terimakasih artikel nya, sangat bermanfaat untuk para bunda yang harap-harap cemas menjalang HPL.
    apalagi HPL anak pertama dan belum punya pengalaman sama sekali,
    jadi nya cari-2 info di website ini.
    lebih baik lahiran di RS atau klink bidan ya ?

  2. Walaupun saya di Bandung tapi saya rajin membaca ilmu-ilmu dari Ibu Yessi. Semoga nanti saya juga bisa melahirkan nyaman, tenang dan menyenangkan seperti Ibu-ibu pejuang Gentle Birth. Terima kasih Ibu Yessi semoga sehat dan sukses selalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here