Mungkin si adek menunggu kakaknya dulu..hehe, dan benar saja rasa ingin mengejan tak tertahankan namun masih harus dikontrol karena pembukaan serviks belum lengkap.

13244777_1128502563839146_6509803604272857379_nSambil atur nafas, fokus diperut akhirnya tanggal 20 April 2016 jam 09.00wib PRUCUUUTT!!! Si jagoan kecil meluncur dengan tenang, calm, tidak nangis heboh (hanya meringik saja) dan tanpa dipotong tali pusarnya (masih menyatu dengan plasenta didalam perut) kami bertemu untuk pertama kalinya. Beribu-ribu syukur kami panjatkan, memulai imd dan bisa dcc (delayed cord clamping) alhamdulillah semua berkat niat, usaha dan keyakinan serta doa dari semua. Dan diwaktu itu saya merasa naik kelas, menyandang status baru sebagai ibu dari 2 orang anak jagoan nan gentle Arsen dan Arrazqa.

IMG_20160702_104938Terimakasih Tuhan telah menciptakan saya sebagi seorang wanita, sebagai seorang ibu.. Semoga amanat mulia ini dapat saya emban denga baik selama saya hidup. Terimakasih anak-anakku yang pintar dan bisa diajak kerjasama.

Terimakasih suamiku atas cinta dan kesabaran mendampingi setiap proses persalinan,, you’re my best doula. Terimakasih Bu Yesie Aprillia atas inspirasi, semangat, ilmu dan suggest terhebat dan terkeren hingga proses melahirkan dapat saya lalui dengan gentle, minim trauma dan minim intervensi. Terimakasih ibu-ibu #LaskarGentleBirth yg selalu #empoweredtoempower semoga kita bisa menyebarkan virus cinta ini sehingga banyak bayi yang lahir dengan cinta..

So, singkirkan paradigma bahwa melahirkan=sakit, ganti dengan midset baru bahwa melahirkan itu = BAHAGIA, melahirkan = tugas MULIA

IMG_20160427_142622

Best regards

Wieka (Mrs. Chandra Yulist, bunda for Arsen n Arrazqa)

3 COMMENTS

  1. terimakasih artikel nya, sangat bermanfaat untuk para bunda yang harap-harap cemas menjalang HPL.
    apalagi HPL anak pertama dan belum punya pengalaman sama sekali,
    jadi nya cari-2 info di website ini.
    lebih baik lahiran di RS atau klink bidan ya ?

  2. Walaupun saya di Bandung tapi saya rajin membaca ilmu-ilmu dari Ibu Yessi. Semoga nanti saya juga bisa melahirkan nyaman, tenang dan menyenangkan seperti Ibu-ibu pejuang Gentle Birth. Terima kasih Ibu Yessi semoga sehat dan sukses selalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here