Kesimpulannya, epidural telah terbukti untuk mempengaruhi bayi dalam hal berikut:

  • Menyebakan perubahan detak jantung bayi yang mungkin dapat menyebabkan harus dilaksanakannya cesarean
  • Menekan sistem tubuh bayi yang bertugas yntuk mengeluarkan obat obatan tersebut dari tubuhnya
  • Mempengaruhi hasil APGAR (suatu metode untuk menilai kondisi kesehatan bayi yang baru lahir yang meliputi warna kulit, denyut jantung, respon refleks, tonus otot/keaktifan, dan pernapasan) dan meningkatkan kemungkinan harus dilaksanakannya resusitasi/CPR pada bayi
  • Mempunyai pengaruh pada saat menyusui nantinya

Melahirkan normal merupakan cara ter-aman dan ter-sehat untuk Anda

Melahirkan secara normal juga mempunyai berbagai manfaat untuk Anda. Berikut ini penjelasannya:

Melahirkan secara Caesar

Kenyataanya adalah bedah Caesar adalah operasi perut besar dengan efek samping yang meliputi perdarahan berat, bekas luka, infeksi, reaksi terhadap anestesi (seperti mual dan muntah) dan, tentu saja, waktu pemulihan yang lebih lama.

Efek samping yang lebih lama dapat mencakup masalah usus di mana usus tidak memindahkan sampah dengan benar dan mempunyai kemungkinan bahwa organ lain, seperti kandung kemih, dapat terluka.

Setiap sayatan yang dibuat di rahim memiliki potensi untuk menyebabkan ruptur uterus pada kehamilan berikutnya, komplikasi yang sangat jarang tetapi serius.

 Epidural & Obat bius

Seperti yang disebutkan sebelumnya, obat bius  mempengaruhi ibu dan bayi dengan cara yang sama. Disorientasi, grogi, dan gangguan memori yang datang dengan diberikannya obat bius selama persalinan tidak hanya mempengaruhi kemampuan Anda untuk bergerak bebas tetapi juga dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk mengingat proses melahirkan dan bonding dengan bayi Anda dalam satu atau dua jam pertama setelah melahirkan.

Selain itu epidural dapat menyebabkan sejumlah efek samping untuk ibu. Penggunaan epidural meningkatkan resiko ibu untuk mengalami robekan berat pada perineum, caesar, dibutuhkannya Pitocin, posisi bayi menjadi posteriot, dilakukannya intervensi dan komplikasi dari intervensi tersebut, dan masalah dasar panggul seperti inkontinensia dan disfungsi seksual.

Selain itu, selama melahirkan normal, anestesi epidural memperpanjang tahap 2 persalinan (mendorong) sebanyak 2-3 jam, mungkin hal ini terjadi karena Anda tidak dapat merasakan “bagaimana” untuk memindahkan bayi dengan baik atau karena epidural telah membuat vagina Anda jadi mati rasa, yang biasanya merupakan sinyal pelepasan oksitosin ekstra yang dapat mendorong bayi keluar. Beberapa ibu memiliki efek sebaliknya karena epidural dapat menenangkan dan mengendurkan otot-otot panggul sehingga bayi dapat terdorong keluar tanpa operasi.