Anda Pernah Mengalami Orgasme..??? (Pasti Pernah!!!) Nah…Pernahkah merasakan Orgasme saat bersalin ??? Penasaran…???

 

Dunia gempar saat Ina May Gaskin bercerita tentang Orgasmic Birth dalam bukunya “Spiritual Midwivery”. Mana mungkin bisa merasakan orgasme saat bersalin??? Aneh bukan? Tapi tidak ada salahnya kita tau karena di dunia tidak ada yang mustahil kan? Jadi bida saja kita mengalami orgasme saat bersalin…..tulisan ini saya harap mampu menjawab seputar pertanyaan tentang orgasmic birth. Let”s enjoy it. 

 

“Orang Bule” memang “aneh-aneh” masak ada yang ngalamin orgasme saat bersalin…??? Anda tidak setuju? Atau anda fikir, ini sangat tidak bisa dipercaya, mereka bercinta sembari bersalin??? Ina May Gaskin adalah salah satu pelopornya…. Penulis buku Spiritual Midwifery (Bukunya Bagus Banget??!!) ini meluncurkan istilah Orgasmic Birth…dan bukan sekedar istilah namun juga disertai Film. Lalu gimana caranya mendapatkan ORGASME saat bersalin???

Ina May Gaskin, 67th adalah seorang bidan yang tidak pernah belajar di sekolah formal kebidanan. Beliau merupakan pelopor dan pionir dalam dunia kebidanan. Manuver obstetri yang dia lakukan adalah membuat scientific journals and medical textbooks tentang home birth, orgasmic birth dan metode-metode lain dalam dunia kebidanan yang “back to nature”.

Bersalin biasanya menyakitkan dan melelahkan. Tetapi banyak wanita yang tidak tahu bahwa secara biologis diciptakan suatu sistem dalam tubuh manusia yang dapat menimbulkan kesenangan, kenyamanan atau kepuasan saat bersalin. Pada pria, seksualitas terbatas pada hasratnya kepada wanita. Namun pada wanita, seksualitas meliputi saat bercinta, bahkan saat melahirkan. Salah satu contohnya adalah payudara yang membesar, puting susu menjadi lebih sensitif, aliran darah meningkat, lubrikasi pada vagina meningkat dan produksi hormon oxytocin membumbung tinggi.

Orgasmic Birth menyatakan bahwa beberapa ibu dapat menikmati dan merasakan kenikmatan saat bersalin. Orgasmic birth merupakan sebuah revolusi dalam praktek pertolongan persalinan. Selama kehamilan, hubungan antara Ibu dan bayinya tidak mungkin dipisahkan baik secara psikologi juga emosional.