Selama kehamilan, bayi Anda terus bergerak, berputar, dan berganti posisi. Di trimester akhir kehamilan Anda, bayi Anda tidak lagi mempunyai ruangan yang luas untuk bergerak dan di masa-masa inilah posisi bayi Anda menjadi sangat penting dan sangat berpengaruh pada proses persalinan Anda nanti.

Sebelum mengetahui mengenai tanda-tanda bahwa posisi bayi Anda tidak optimal, tentunya Anda harus mengetahui terlebih dahulu mengenai posisi-posisi bayi dalam kandungan. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai berbagai macam posisi bayi dalam kandungan:

  1. Anterior

Posisi anterior berarti kepala bayi berada di bawah dengan posisi bayi menghadap punggung Anda. Posisi anterior sendiri mempunyai berbagai variasi, yaitu occiput anterion (OA), left occiput anterior (LOA), dan right occiput anterior (ROA).

Dalam persalinan, posisi yang paling ideal adalah posisi occiput anterior (OA) dan left occiput anterior (LOA). Dalam posisi OA, kepala bayi Anda menghadap punggung Anda dengan punggung bayi menghadap pusar Anda. Dalam posisi ini, bayi Anda dapat meregangkan kepala dan lehernya, serta menempelkan dagunya ke dada. Dalam posisi LOA, yang merupakan posisi yang paling umum dalam persalinan, ubun-ubun bayi sedikit menghadap ke paha kiri Anda. Posisi ini juga merupakan posisi yang optimal karena terdapat ruang bagi bayi untuk menempelkan dagunya ke dada, sehingga ubun-ubun kecil dapat keluar terlebih dahulu. Posisi terakhir adalah ROA, yang juga seringkali terjadi pada persalinan. Posisi ROA biasanya tidak terlalu bermasalah dalam proses persalinan, namun posisi ini seringkali membuat kepala bayi tidak merunduk (menempelkan dagunya ke dada), sehingga bagian kepala bayi yang keluar terlebih dahulu ada ubun ubun besar, membuat proses persalinan seringkali menjadi lebih lama.

  1. Posterior

Posisi posterior berarti kepala bayi berada di bawah dengan wajah bayi menghadap ke perut Anda. Sama seperti posisi anterior, posisi ini juga mempunyai tiga variasi, yaitu occiput posterior (OP), left occiput posterior (LOP), dan right occiput posterior (ROP).

Dalam persalinan, posisi posterior bukanlah posisi yang optimal. Dalam posisi OP, wajah bayi menghadap ke tulang simphisis pubis, sehingga kepala bayi tidak bisa merunduk. Bayi dengan posisi OP biasanya keluar dalam presentasi ubun-ubun besar, dahi, atau bahkan muka. Dalam posisi LOP, kepala bayi menghadap paha kanan Anda, sedangkan dalam posisi ROP, kepala bayi menghadap paha kiri Anda. Sama seperti posisi OP, dalam posisi LOP dan ROP, kepala bayi Anda tidak dapat merunduk, sehingga bayi keluar dalam presentasi ubun ubun besar, dahi, muka, atau biparietal. Posisi posterior dalam persalinan seringkali menyebabkan nyeri punggung dan proses persalinan lambat.

  1. LOT dan ROT