Malam kedua, bunda Bunga menangis karena kangen dengan ibunya. Dia merasa kecewa karena ternyata dia tetap merasakan kontraksi yang lumayan menyakitkan. Panik! Dan saat itu masih pembukaan 4 cm. Setelah dilakukan relaksasi, rasa panik mulai berkurang, apalagi ketika sang ibu datang di keesokan harinya, semua menjadi ceria kembali. Nah singkat cerita, proses pembukaan bunda Bunga begitu lambat, karena dia merasa sudah lama tinggal di bidan kita, maka “waktu” menjadi sangat “mengintimidasinya” tanpa dia sadari. Belum lagi berbagai “intervensi” dari saudara-saudaranya melalui telephone semakin membuat mereka panik.

Akhirnya bunda Bunga berhasil mengalami pembukaan 9 longgar, dan saat itu tiba-tiba ketubannya pecah secara spontan. Keinginan untuk mengejanpun begitu kuat dan tidak bisa dia tahan. Namun ternyata ketuban berwarna kehijauan. Yang menunjukkan janin di dalam kandungan kurang sejahtera. Akhirnya saya melakukan rujukan. Saat saya mengatakan kepada bunda Bunga bahwa saya harus merujuk, sempat beliau menyatakan bahwa beliau begitu takut jika harus dilakukan operasi sesar. Dan seketika itu juga rasa sakit yang dirasakan bunda Bunga semakin menjadi dan semakin terasa sakit. Sesampai du UGD RS, ternyata pembukaan berubah menjadi 7 cm, mungkin karena kepanikan dan ketegangan yang bunda Bunga alami , silahkan baca :

http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=630:serviks&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56

hingga akhirnya bunda Bunga dilakukan operasi Sesar.

Hampir sebulan setelah peristiwa itu, bunda Bunga tidak memenuhi kewajiban administrasinya selama tinggal dan di rawat di Bidan Kita, saat kami tanyakan, ternyata mereka tidak mau membayar karena merasa kecewa karena ternyata persalinannya tetap sakit hingga akhirnya harus operasi. Dan saat itu mereka meminta saya sowan atau menghadap kepada mereka untuk meminta maaf.

Saat itu suami saya hanya berkata kepada saya untuk membesarkan hati saya:

“di dunia bisnis, orang biasanya bayar, baru kalau ada masalah mereka komplain. tapi kalau bergerak di bidang jasa, orang bisa saja komplain habis habisan padahal belum dan gak mau bayar, gak peduli kalau kita sudah berikan pertolongan ataupun pelayanan yang terbaik sekalipun”