1. Manfaat jangka panjang pijat bayi
  • Membina ikatan yang kuat antara orangtua dan anak yang terbentuk atas dasar cinta dan keterbukaan komunikasi.
  • Menurunkan hiperaktivitas dan meningkatkan kelembutan sifat anak.
  • Memudahkan pembelajaran terhadap kesigapan, perkembangan fisik menjaid optimal, peningkatan koordinasi otot. Ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian.
  • Bagi orangtua dan kakaknya, pemijatan meningkatkan kesadaran akan manajemen pengolahan mental dan teknik meredakan stress.
  • Memudahkan acara pelenturan setiap hari baik bagi orangtua maupun anak. Kemampuan untuk relaksasi dengan mekanisme yang sangat bagus untuk mengatasi stress.
  • Menawarkan keuntungan kepada orangtua akan pemahaman mengenai sifat anak dan menemukan keuntungan tersendiri dalam meningkatkan komunikasi verbal dengannya.
  • Menciptakan suasana dan pemahaman akan pentingnya kreativitas dalam merawat anak.
  • Mengajarkan anak mengenai perbedaan sentuhan (latihan indra peraba)
  • Mengenalkan kepada bayi mengenai control badan mereka.
  • Anak-anak yang memiliki hubungan dekat dengan orangtuanya cenderung memiliki hubungan lebih baik dengan sesamanya dan kepada yang lebih dewasa.

Manfaat ini akan diteruskan oleh anak ketika kelak ia besar dan menjadi orangtua.

  1. Persiapan pemijatan
  • Waktu yang tepat

Pemijatan dapat dilakukan kapan saja. Namun, waktu yang dianjurkan adalah:

  1. Pagi hari sebelum memulai aktivitas (akan mandi). Pemijatan dilakukan menjelang mandi adalah karena alasan kepraktisan, sebab sisa-sisa minyak pijat akan lebih mudah sekalian dibersihkan ketika mandi. Pemijatan pagi hari memberikan nuansa ceria bagi bayi. Ini pendidikan bagi si kecil untuk menyambut hari dengan optimis dengan penuh syukur. Bagi keluarga, pemijatan yang menyenangkan pada pagi hari buat si kecil akan menambah semangat melakukan segala aktivitas.
  2. Pemijatan dapt dilakukan sekitar 15 menit setelah si kecil makan. Pemijatan segera setelah makan dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau bahkan bayi muntah karena lambung bayi belum siap digoncang dan gerak peristaltic masih berlangsung untuk mengantar makanan ke saluran pencernaan.
  3. Malam hari (menjelang tidur)

Pemilihan waktu menjelang tidur bagus karena biasanya setelah pemijatan, bayi akan merasa rileks dan mengantuk. Inilah pengantar tidur yang sangat baik karena tidur bayi menjadi sangat efektif.

  1. Jangan membangunkan bayi karena si kecil akan dipijat. Pemijatan pada waktu yang tidak tepat (membangunkan bayi untuk dipijat) akan membuat bayi merasa dipaksa sehingga bayi bukannya semakin sehatm, tetapi terganggu.
  2. Waktu terlalu pagi, terlalu malam, atau ketika cuaca buruk bukanlah saat yang baik untuk memijat bayi karena hawa dingin dapat membuat bayi masuk angin. Jangan paksakan memijat jika waktu kurang mendukung.

 

  • Suasana yang tenang

Si kecil harus dalm kondisi yang tenang. Suasana tenang dan nyaman ini misalnya:

  1. Saat bayi ceria adalah saat terbaik dilakukan pemijatan. Jika si kecil rewel maka jangan memaksakan untuk dipijat karena ia akan semakin rewel dan memberontak. Untuk membuat bayi ceria, suasanakan dengan mengajaknya bercanda atau bermain-main sampai ia siap dipijat.
  2. Hindari memijat bayi ketika ia dalam keadaan lapar karena bayi akan merasa tidak nyaman dan bahkan meronta.
  3. Tidak hanya si kecil yang harus dalam keadaan tenang, tetapi yang akan memijat pun harus dalam keadaan tenang. Selesaikan pekerjaan sebelum memijat dan luangkan waktu selama 15 menit agar pemijatan lebih optimal.
  4. Pemijat sebaiknya dalam mimik muka yang siap tersenyum menebar kasih sayang. Pancinglah bayi untuk tersenyum pula sehingga komunikasi melalui mimik muka terjadi.
  5. Hindari memijat dengan tergesa-gesa atau gaduh. Memijat dengan tergesa, was-was, atau dalam keadaan terpaksa menyebabkan pijatan kasar dan tidak nyaman dirasakan oleh bayi.
  6. Bercandalah dengan bayi untuk menambah keharmonisan suasana.
  7. Untuk mengiringi pemijitan, putarlah musik klasik agar suasana lebih tenang dan rileks. Musik klasik yang menstimulus otak misalnya Mozart, Dave Koz, atau musik lainnya. Untuk pemijatan pengantar tidur, anda dapat memutarinstrumen rileks yang menenangkan mislanya Kitaro, Richard Clayderman, atau lagu-lagu nasyid.

 

  • Ruangan yang nyaman

Ruang yang nyaman untuk pemijatan si kecil adalah:

  1. Ruangan untuk memijat upayakan yang hangat, tetapi tidak panas. Ruangan yang dingin atau terlalu banyak angin menyebabkan bayi kedinginan dan masuk angin. Untuk menghangatkan ruangan, anda bisa memasang lampu hangat.
  2. Ruang yang kering dan tidak pengap. Ruang yang pengap dan lembap menyebabkan bayi gerah. Kulit bayi sangat sensitif merasakan pengap atau lembapnya ruangan sehingga ia akan terlihat resah saat dipijat.
  3. Ruangan tidak berisik. Suara-suara berisik menganggu konsentrasi ibu dan bayi. Untuk menciptakan ketenangan, pastikan suara yang mengisi ruang adalah suara ibu, ayah, dan iringan musik lembut.
  4. Penerangan harus cukup. Ini penting agar tidak terjadi kesalahan akurasi pada daerah yang dipijat. Penerangan yang remang-remang atau gelap menyulitkan ibu untuk membedakan warna kemerahan kulit si kecil bekas pemijatan. Warna ini mengindikasikan bahwa pemijatan telah cukup.
  5. Hindarkan aroma atau bau-bauan yang mengganggu. Bila ingin menerapkan aroma terapi, cukup dengan aroma yang muncul dari minyak pijat. Tidak dianjurkan menggunakan pewangi ruangan aerosol atau benda baker (dupa) karena jenis pewangi ini dapat membuat bayi alergi sehingga membahayakan.
  • Siapkan peralatan (Lihat lampiran:gambar 6)

Sebelum memijat, siapkan peralatan yang dibutuhkan, misalnya:

  1. Alas yang empuk dan lembut, misalnya kasur atau busa yang dilapisi dengan kain lembut. Luas alas ini adalah sebesar kira-kira bayi dan ibu dapat bergerak dengan bebas. Alas ini sebaiknya dalam posisi datar.
  2. Handuk/lap lembut dan nyaman untuk kulit bayi. Handuk atau lap ini diperlukan untuk membersihkan sisa-sisa minyak yang menempel pada kulit bayi.
  3. Popok untuk menutup bagian tubuh bayi setelah dipijat. Penyiapan popok yang terlambat (setelah dipijat baru disiapkan popok) menyebabkan bayi harus menunggu waktu sehingga kedinginan.
  4. Baju ganti, untuk mengganti baju lama setelah selesai pemijatan.
  5. Siapkan juga minyak untuk memijat seperti baby oil, lotion, dan minyak zaitun. Baby oil biasanya terbuat dari minyak alami dari biji-bijian. Lotion sebaiknya dipilih yang aman dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Minyak zaitun sangat baik dalam perawatan kulit, termasuk kulit bayi karena sifatnya yang lembut dan melembapkan. Tidak dianjurkan menggunakan minyak aroma terapi kecuali di bawah pengawasan dokter spesialis anak.
  6. Sediakan air hangat beserta handuk kecil dan wash lap bila seusai pemijatan perlu untuk menyeka bayi dari bekas minyak.
  • Tangan yang aman untuk memijat

Tangan dikatakan aman bila:

  1. Dalam keadaan bersih, yaitu dengan mencucinya (menggunakan sabun dan antiseptik) sebelum pemijatan. Tangan yang kurang bersih dapat menjadi penular kuman, terutama penyakit kulit pada bayi.
  2. Handuk/ lap lembut dan nyaman untuk kulit bayi. Handuk atau lap ini diperlukan untuk membersihkan sisa-sisa minyak yang menempel pada kulit bayi.
  3. Popok untuk menutup bagian tubuh bayi setelah dipijat. Penyiapan popok yang terlambat (setelah dipijat baru disiapkan popok) menyebabkan bayi harus menunggu waktu sehingga kedinginan.
  4. Baju ganti, untuk mengganti baju lama setelah selesai pemijatan.
  5. Siapkan juga minyak untuk memijat seperti baby oil, lotion, dan minyak zaitun. Baby oil biasanya terbuat dari biji-bijian. Lotion sebaiknya dipilih yang aman dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Minyak zaitun sangat baik dalam perawatan kulit, termasuk kulit bayi karena sifatnya yang lembut dan melembapkan. Tidak dianjurkan menggunakan minyak aroma terapi kecuali di bawah pengawasan dokter spesialis anak.
  6. Sediakan air hangat beserta handuk kecil dan wash lap bila seusai pemijatan perlu untuk menyeka bayi dari bekas minyak.

 

  • Tangan yang aman untuk memijat

Tangan dikatakan aman bila:

  1. Dalam keadaan bersih, yaitu dengan mencucinya (menggunakan sabun dan antiseptik) sebelum pemijatan. Tangan yang kurang bersih dapat menjadi penular kuman, terutama penyakit kulit pada bayi.
  2. Dalam keadaan kering air (diusap dengan lap setelah cuci tangan). Tangan yang basah menyebabkan bayi kedinginan atau kulit bayi tidak nyaman.
  3. Hangat (tidak dalam kondisi tangan kedinginan). Kulit bayi sangat peka dengan suhu tangan ibu dan tidak nyaman bila tangan yang menyentuhnya itu dingin.
  4. Untuk membuat tangan aman dapat dilakukan dengan memotong kuku dan membulatkannya (dikikir). Kuku yang panjang atau mencuat (meskipun sedikit) dapat menyebabkan goresan pada kulit bayi. Ingatlah bahwa kulit sangat tipis dan sensitive.
  5. Tanpa perhiasan (baik cincin maupun gelang). Keberadaan cincin, gelang, atau aksesori lain yang terbuat dari logam atau plastic dapat melukai kulit bayi.

 

  • Posisi yang tepat

Carilah posisi yang membuat si kecil semakin tenang ketika dipijat. Mulailah pijatan dari bagian kaki, perut dada, tangan, muka dan punggung. Jika kesulitan maka mulailah dari bagian yang membuat si kecil semakin nyaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here