Demikian pula posisi pemijat. Pemijat harus mendapat ruang cukup untuk menempatkan diri dengan posisi menyesuaikan keinginan bayi. Posisi pemijat yang tidak optimal menyebabkan pemijatan tidak berjalan baik dan kontak batin antara pemijat dan bayinya kurang terjalin.

Ada dua posisi mendasar ketika melakukan pemijatan bayi, yaitu posisi telentang (berbaring) dan posisi tengkurap. Dalam kedua posisi ini, posisi pemijat adalah di bagian bawah (arah kaki) si bayi. Posisi ini adalah posisi tatap mata yang paling baik antara pemijat dan bayinya. Dengan posisi ini pula jangkauan tangan pemijat menjadi efektif, karena baik tangan kanan maupun tangan kiri sama-sama dapat melakukan aktivitas pemijatan secara bergantian.

 

  1. Gerakan dasar pemijatan
  • Sentuhan

Menyentuh si kecil sama artinya dengan memijat atau mengurut. Semua sentuhan akan menimbulkan efek positif bagi si kecil. Jika tindakan menyentuh si kecil dilakukan secara teratur dan sesuai dengan teknik pemijatan maka manfaat yang dihasilkan akan semakin besar. Sentuhan yang dilakukan oleh tangan ibu dapat menimbulkan ikatan yang lebih dekat antara bayi dan ibu. Oleh sebab itu, ketika menyentuh si kecil, ibu harus melibatkan batinnya juga.

  • Usapan

Gerakan usapan berkhasiat untuk menenangkan anak. Ahli fisioterapi menganjurkan agar usapan dilakukan sedikit lebih bertenaga dengan arah usapan mengarah ke jantung, terutama pijat bagian peripheral (lengan, bahu, tangan, kaki, betis, dan paha). Gerakan usapan ini dapat merangsang aliran darah dan getah bening. Lancarnya aliran darah dan getah bening menyebabkan metabolism tubuh bayi menjadi lebih baik. Bayi menjadi tenang dan nyaman.

  • Remasan

Gerakan remasan dapat membuat otot bayi menjadi lebih kuat, sekaligus akan lebih melancarkan peredaran darah. Remasan ini juga ditujukan untuk memperlancar peredaran darah dan kelenjar-kelenjar yang kadang tidak lancer sebelumnya. Dengan remasan, otot bayi terlatih untuk berkontraksi dan relaksasi bila disertai dengan latihan peregangan.

  • Kocokan

Gerakan kocokan berkhasiat untuk menegndorkan jaringan. Jaringan otot bayi masih sangat jarang berlatih dan bergerak sebagaimana ornag dewasa. Ketika sekali dua kali bergerak, otot bayi cepat tegang sehingga perlu dikendorkan kembali. Seperti kita yang jarang berolahraga, sekali melakukan aktivitas olahraga otot kita akan lebih cepat tegang bila dibandingkan dengan orang lain yang sering berolahraga. Untuk mengendorkan jaringan otot bayi, pemijat melakukan gerakan kocokan agar saraf-saraf dan otot mengendor dan menimbulkan perasaan rileks.

  • Urut lingkar

Gerakan urut lingkar dilakukan untuk memberikan stimulus pada permukaan jaringan dan jaringan yang lebih dalam. Dengan cara ini, aliran darah akan meningkat dan pembuluh darah akan lebih lebar. Gerakan urut-lingkar

  1. Teknik memijat
  • Langkah pertama: Mengawali bonding saat persiapan pemijatan

Bonding atau ikatan kasih saying ditujukan untuk menumbuhkan tautan batin antara ibu dan bayi saat memijat. Ikatan kasih saying ini sangat besar pengaruhnya bagi bayi karena pemijatan bukan hanya pekerjaan fisik, tetapi juga pekerjaan hati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here