Namun ketika bayi di lakukan penyedotan lendir secara otomatis terjadi “syok” pada bayi karena dia di “paksa” untuk menghirup nafas secara serta merta.

Studi yang telah meneliti praktek ini dan ternyata hasil yang didapatkan adalah tidak menemukan perbedaan dalam fungsi paru-paru antara kelompok bayi yang disedot dibandingkan kelompok tidak disedot (2). Sebaliknya, studi menemukan risiko yang terkait tindakan penyedotan lendir dengan bradikardia (denyut jantung melambat) dan gangguan irama jantung (2). Suction juga dapat menyakitkan dan mengganggu proses menghisap saat menyusu (sucking). (6)

Pengalaman penjepitan dan pemotongan tali pusat dan penyedotan untuk bayi seringkali membuat Bayi menangis tanpa henti selama lebih dari 8 menit ketika sedang disedot, disuntik, dan diukur suhu tubuhnya pada dubur – dengan tidak ada usaha untuk menenangkan atau menghibur bayi baru lahir yang sedang bingung.

Bagaimana menghindari trauma Untuk melindungi bayi Anda dari trauma yang tidak perlu, tolong komunikasikan tentang prosedur penanganan bayi baru lahir seperti ini kepada provider (RS,RB, BPS) anda.

Beberapa hal yang bisa Anda “tawar/negosiasikan” adalah:

1. Tunda pengekleman dan pemotongan tali pusat, karena itu dirancang untuk masa transisi dari sirkulasi plasenta ke sirkulasi paru-paru (5), tak perlu mengeklem tali pusat, tak perlu melakukan penyedotan lendir pada saluran nafas bayi baru lahir dengan menggunakan mesin suction bertekanan tinggi, apabila kita melihat bayi sudah bernafas dan menangis, cukup bersihkan dengan kassa setril di mulut dan hidungnya ketika kita lihat ada cairan di sana, atau sedot dengan bubble scringe saja). Anda boleh mengeringkan tubuh bayi tapi tidak perlu menggosok tubuhnya dengan handuk dengan gosokan yang kuat, cukup selimuti saja lalu biarkan kulitnya menempel dengan kulit ibu (Skin to skin), jangan pernah memisahkan ibu dengan bayinya yang baru lahir.

2. Penundaan pengekleman tali pusat, lakukan penanganan dengan lembut, bahkan ketika bayi tersebut harus dilakukan resusitasi. karena resusitasi tetap bisa dilakukan tanpa harus menjepit dan memotong talipusat terlebih dahulu. Ingat tali pusat tetap berdenyut bahkan selama 10 menit setelah bayi lahir, dan denyutan itulah yang menjadi “dewa penyelamat” sang bayi karena dia masih mendapatkan pasokan oksigen dari plasentanya(6).