Persalinan adalah suatu hal yang unik dan berkesan. Namun terkadang  proses persalinan Anda mungkin tidak berjalan sesuai rencana dan Anda harus melahirkan secara caesarean. Di saat-saat itu, Anda mungkin merasa kecewa dan bahkan mungkin muncul perasaan bahwa Anda gagal menjadi seorang wanita sempurna, terutama jika operasi caesar yang Anda alami tidaklah terencana. Namun ingatlah bahwa bagaimanapun juga, Anda tetaplah seorang wanita yang hebat, baik melahirkan pervaginam atau caesarean.

Setelah mengalami operasi caesar, Anda akan mengalami masa-masa pemulihan yang cukup panjang, dan langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah berusaha untuk “legowo”. Perbaiki dahulu kondisi emosional Anda. Ceritakan keluh kesah yang Anda punya dengan orang terdekat Anda atau carilah support group yang dapat membantu Anda. Cobalah untuk menerima kondisi Anda, mensyukuri kondisi Anda karena operasi caesar yang Anda alami telah menyelamatkan Anda dan bayi Anda dari hal-hal yang tidak diinginkan, cobalah untuk mempererat ikatan Anda dengan bayi Anda, dan fokuskan perhatian Anda terhadap hal-hal dan upaya yang dapat Anda lakukan untuk dapat pulih dengan nyaman dan cepat.

Apa yang terjadi setelah operasi caesar?

Sebagian besar wanita yang menjalani operasi caesar menerima epidural di tulang belakang. Bentuk obat bius ini akan membuat tubuh Anda kebas namun membuat Anda tetap berada di kondisi sadar. Anda akan membutuhkan waktu beberapa jam untuk pulih dari obat bius tersebut. Pasca operasi, cairan intervena (IV) atau infus akan tetap dilakukan, dan sebagian besar ibu juga masih dipasang kateter agar Anda tidak perlu bangkit dari tempat tidur dan beranjak ke kamar mandi.

Jika tidak ada komplikasi atau keluhan, Anda akan dapat segera menimang dan menyusui bayi Anda. Provider Anda akan memberikan Anda obat pereda nyeri melalui infus untuk mengurangi rasa nyeri yang timbul akibat hilangnya pengaruh obat bius. Di masa-masa ini, provider, bidan, atau perawat Anda akan datang secara berkala untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh dari mulai luka, tekanan darah, pendarahan, detak jantung, dan lainnya.