Bidan Kita

Home Childbirth All About Childbirth Berbagai Alasan “Gila” untuk Melakukan SC

Berbagai Alasan “Gila” untuk Melakukan SC

0

Saat ini, semakin banyak ibu yang melahirkan di tanggal yang sesuai dengan keinginan orang tuanya. Bukan saat hari perkiraan lahir, namun di jadwalkan di tanggal tertentu dengan berbagai alasan. Ada orang tua yang beralasan agar hoki sia anak nanti bagus, ada juga yang beralasan mumpung HPL(Harp Perkiraan Lahir) sekitar bulan Agustus jadi mending sekalian di lahirkan pas tanggal 17 supaya pas dengan hari kemerdekaan bangsa Indonesia, Ada juga yang dengan alas an karena bapaknya di sekitar menjelang HPL harus berlayar, pergi keluar kota atau show sehingga nanti kalau bersalin normal yang kita tak tahu kapan terjadinya justru tidak bisa di tungguin bapaknya. Atau macam-macam alasan.

Alasan alasan diatas adalah alasan dari pihak orang tua atau keluarga besar. Nah di dunia kedokteran atau dari pihak dokter juga ternyata ada juga alasan-alasan yang yang sebenarnya tak masuk akal namun menjadi seolah-olah sangat masuk akal sehingga dengan sukarela ataupun terpaksa kedua orangtua memutuskan untuk melakukan SC. Ingin tahu apa saja alasannya?

Ini adalah beberapa alasan paling gila dan paling tidak masuk akal yang pernah kudengar. Dan Berikut ini adalah alasan lain yang pernah saya jumpai yang memiliki sedikit atau tidak ada validasi dan bukti ilmiah.  Karena seperti kita ketahui bersama sebenarnya Induksi dan bedah caesar berisiko dan dapat memiliki konsekuensi seumur hidup. Alasan tersebut Antara lain:

1. Anda sudah hampir masuk ke tanggal HPL tetapi belum ada tanda persalinan.

2. Anda berada di tanggal HPL dan belum ada tanda persalinan

3. Posisi Bayi Anda masih terlalu tinggi/belum masuk panggul

4. Leher rahim Anda terlalu jauh tersembunyi ke belakang (posisi mulut rahim jauh di belakang)

5. Leher rahim Anda terlalu jauh menghadap ke depan

6. Leher rahim Anda terlalu pendek

7. Leher rahim Anda terlalu panjang

8. Dokter tidak dapat menemukan serviks (dari hasil pemeriksaan dalam)

9. Air Ketuban Terlalu Banyak

10. Posisi Bayi Anda posterior

11. Anda gemuk

12. Kepala bayi besar berdasarkan pemeriksaan terakhir

13. Lilitan tali pusat (indikasi ini sering digunakan “senjata” untuk melakukan SC, padahal sebenarnya dengan melakukan komunikasi dengan janin liltan tersebut bisa di lepaskan)

14. Hasil tafsiran berat janin di pemeriksaan terakhir menunjukkan jika janin Anda besar

15. Hasil tafsiran berat janin di pemeriksaan terakhir menunjukkan jika janin Anda kecil

16. Suami atau dokter yang menganjurkan dengan alasan supaya bayi lebih pintar.

17. Anda memiliki riwayat keguguran sebelumnya

18. Cuti hamil Anda hendak habis dan tanda-tanda persalinan belum kunjung datang

19. Dokter yang merawat Anda punya rencana rapat, konggres, ataupun liburan di sekitar hari HPL Anda

20. Anda memiliki riwayat keluarga yang sebagian besar mereka melahirkan dengan cara induksi / bedah caesar

21. Anda tidak tahan sakit dan ketakutan jika harus menahan rasa sakit saat persalinan (padahal SC justru akan melipat gandakan rasa nyeri bukan?)

22. Ini adalah bayi mahal, bayi hasil in vitro (bayi tabung)

23. Anda ingin bayi yang akan lahir pada hari ulang tahun Anda / Hari Ibu

24. Anda harus melahirkan di RS dan SC karena asuransi perusahaan Anda hanya menanggung biaya melahirkan di RS dan jika SC maka diganti penuh oleh asuransi.

25. Anda memiliki banyak Braxton Hicks dan Anda tidak tahan ingin segera mengakhiri semuanya

26. Anda tidak ingin mengambil risiko terbangun di malam hard an merasa kerepotan gara-gara n kontraksi

27. Air ketuban Anda pecah

Selain alasan diatas sebenarnya masih ada alasan-alasan lain yang mungkin “terselubung” yang ini sulit untuk di deteksi karena bersangkut paut dengan “moral” seorang dokter atau bidan.

Untuk alasan yang inilah yang Anda harus hati-hati sekali, mulai sekarang pilihlah dokter yang Pro Normal. Jika Anda pergi ke RS dan RS tersebut Angka kejadian SC lebih tinggi daripada Normal, sudah bisa dipastikan dokter tersebut Hobi SC. Segeralah cari dokter lain.

Orang kadang berfikir yang penting bayinya lahir selamat dan sehat, iya secara fisik, bukan mental dan spiritualnya. Tanpa kita sadari ternyata ketika Anda memutuskan untuk SC apalagi dengan indikasi yang tidak jelas atau “gila” seperti yang sudah saya tuliskan diatas berarti Anda sudah berinvestasi BIRTH Trauma pada bayi Anda. Dan perlu diketahui birth trauma ini dapat “dibawanya” atau berpengaruh hingga dia dewasa nanti.

Untuk mengetahui birth trauma Anda bisa membuka link ini: https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=251:birth-trauma-is-real&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56

Seksio sesarea dianjurkan ketika persalinan pervagina diperkirakan dapat menimbulkan risiko bagi ibu atau bayi. Tidak semua kondisi yang tercantum ini merupakan indikasi wajib, dan dalam banyak kasus dokter kandungan harus menggunakan kebijaksanaan untuk memutuskan apakah operasi Caesar diperlukan. Beberapa indikasi untuk melahirkan dengan cara SC adalah:

Adanya Komplikasi persalinan dan faktor menghambat pengiriman vagina seperti

· Persalinan dengan kala 2 l;ama (prolong labor) atau kegagalan kemajuan persalinan

· Janin mengalami distress yang ditandai detak jantung tidak teratur lebih dari 160 x/menit atau kurang dari 120 x/menit, gerakan janin berkurang dan air ketuban berwarna hijau tanda janin poop di dalam rahim

· Prolaps tali pusat (saat ketuban pecah tali pusat ikut menumbung dan keluar, ini biasanya terjadi ketika kepala belum masuk pangul sehingga saat pecah ketuban maka tali pusat ikut aliran air)

· Rupture uteri atau adanya pecah rahim

· peningkatan tekanan darah ( hipertensi ) pada ibu atau bayi setelah ketuban pecah

· peningkatan denyut jantung ( takikardia ) pada ibu atau bayi setelah pecah ketuban

· Adanya masalah pada plasenta ( Plasenta Previa atau Plasenta Akreta )

· Posisi janin melintang atau sungsang (walaupun sebenarnya sungsang bisa juga dilahirkan dengan normal pervaginam)

· gagal induksi persalinan (penelitian menunjukkan bahwa ibu yang sudah di induksi lebih dari 50% akan berakhir ke SC)

· gagal melahirkan dengan bantuan instrument seperti forceps atau vaccum

· Bayi terlalu besar > 4kg (makrosomia)

· CPD (Cevalo Pelvix disproportion) tidak ada kesesuaian antara besar janin dengan panggul ibu

Kondisi lainnya yang terjadi akibat komplikasi dalam kehamilan atau kondisi yang sudah ada sebelumnya dan penyakit penyerta seperti:

· pre-eklampsia

· hipertensi selama kehamilan

· sudah melahirkan terlalu banyak

· ibu terinfeksi HIV.

Infeksi menular seksual seperti herpes kelamin (yang dapat ditularkan kepada bayi jika bayi lahir lewat vagina, tetapi biasanya dapat diobati dengan obat-obatan dan tidak memerlukan operasi caesar)

RESIKO? APA RESIKO?

Penjadwalan pada kelahiran bayi anda dapat memiliki konsekuensi yang sangat berat seperti prematuritas, masalah kerusakan pada saluran pernapasan, kematian dan bahkan masalah kelainan dan kerusakan pada otak – belum lagi pemulihan rasa sakit dan nyeri yang lebih lama dan lebih sakit dibandingkan dengan jika Anda melahirkan secara normal melalui vagina.

Tetapi mengingat semua risiko, saya harus berasumsi bahwa sebagian besar perempuan tidak mendapat informasi dari provider, atau mendapatkan informed consent. Saya sangat menyadari bahwa kondisi psikologis ibu hamil sangat labil dan seringkali berada dalam kondisi emosi yang intent dia akan lebih mudah stress apalagi menyangkut kesejahteraan bayi yang dikandungnya. Ketika si dokter mengatakan harus SC (padahal indikasinya tak masuk akalpun) orang tua terutama si ibu akan mengiyakan dan mengamininya.

Ini seperti contoh kasus di bawah ini:

1. Seorang ibu G1 P0 A0 (Hamil Pertama) denan umur kehamilan 28 minggu datang ke dokter untuk periksa ANC (kehamilan) dan ketika di USG ternyata posisi janinnya sungsang atau melintang. Secara spontan si dokter mengatakan rencana SC. Anda tau apa perasaan si Ibu? Secara emosional dia akhirnya memilih untuk mengiyakan. Karena takut terjadi apa-apa. Da sampai rumahpun secara tidak sadar dia mensugesti dirinya bahwa bayi saya sungsang dan saya harus SC padahal sebenarnya umur 28 minggu masi sangat sangat mungkin untuk dilakukan reposisi silahkan baca link ini: https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=175:cara-mengubah-bayi-sungsang-menjadi-letak-kepala&catid=40:monthly-guide&Itemid=34

2. Seorang ibu G1 P0 A0 sudah 2 hari melewati tanggal HPL nya. Berbagai upaya sudah dia lakukan seperti sering jalan kaki, jongkok berdiri dan berhubungan intim. Namun si janin belum juga menunjukkan tanda-tanda dia mau keluar. Seluruh keluarga sudah panic, handphone berbunyi terus karena ada SMS dan BBM yang menanyakan “sudah lahir belum?”, “Kok belum Lahir-lahir sich, si Anu sudah melahirkan lho, hamilnya kan bareng sama kamu?” , dll. Setiap kali bertemu orang Anda selalu mendengar pertanyaan yang sama. Dan akhirnya orangtua dan keluarga mendesak Anda untuk Sc saja mengingat selain sudah melewati tanggal HPL, ternyata teman-teman Anda bahkan saudara Anda sebagian besar melahirkan dengan SC juga. Bahkan kadang ada ancaman dan Anda seperti di takut-takutin dengan cerita-cerita yang intinya bahwa janin harus segera di lahirkan. Akhirnya dalam kondisi panic Andapun menyerah. SC! Padahal jika Anda mau bersabar bisa saja 2 hari lagi Anda bisa melahirkan dengan normal dan nyaman.

3. Seorang ibu G1 P0 A0 dengan umur kehamilan 39 minggu dan sudar terjadi kontraksi, karena selama hamil dia jarang olahraga dan jarang berlatih relaksasi sehingga ketika merasakan kontraksi dia panic dan tak mau makan. Paling juga ngemil. Tak mau minum juga yang ada hanya mengeluh mengeluh dan mengeluh. Ketika ada kontraksi segera dia ke RS dan ketika di periksa dalam ternyata baru pembukaan 1 cm. karena panic Anda bukannya pulang dan menunggu pembukaan bertambah sambil bersantai dirumah tapi dengan alasan tak mau repot Anda memutuskan untuk tetap tinggal di RS. Padahal pada primigravida pembukaan pada fase laten bisa saja berlangsung lebih dari 24 jam. Namun karena Anda di RS maka pihak RS punya SOP (Standart Operating Prosedures) sendiri sehingga ketika 6 jam tidak ada kemajuan pembukaan langsung saja Anda dibujuk untuk melakukan induksi. Seperti kita ketahui induksi meningkatkan kemungkinan untuk kejadian SC. Dan selain itu ketika dalam persalinan si ibu harusnya tetap terehidrasi denganmakan dan minum karena jika tidak maka dia akan kelelahan dan energinya terkuras.

Masih banyak lagi sebenarnya kasus lain yang setelah diruntut sebenarnya tidak perlu SC. Namun akhirnya harus SC karena berbagai sebab yang harusnya bisa diatasi sebelum seorang ibu berada dalam kondisi terburuknya.

Artikel ini saya tulis bukan berarti ingin menghakimi semua pihak baik orang tua maupun dokter tetapi dari artikel ini harapannya adalah sebagai orang tua tolong perluas wawasan Anda ketahui apa saja tentang seluk beluk persalinan, selalu cari second opinion atau bahkan third opinion sebelum mengambil keputusan penting. Jangan mau dan jangan mudah terintimidasi oleh beberapa pihak yang tak bertangungjawab. Pengetahuan adalah kuncinya.

Dan bagi Anda yang “terlanjur” sudah SC dengan berbagai alasan “gila” diatas, Maaf saya tidak menghakimi Anda. Karena saya tahu apapun cara Anda melahirkan itu adalah cara yang ajaib untuk menjadi seorang ibu. Walaupun banyak trauma, tugas Anda sekarang adalah ayo lakukan healing untuk Anda sendiri terutama untuk bayi Anda. Salah satu healing yang termudah adalah dengan CINTA dan KASIH. Seperti memberikan sugesti positif, memancarkan energy positif dan yang penting adalah memberikan FULL ASI kepada bayi Anda karena ASI mempunyai EFEK menyembuhkan.

Semoga bermanfaat

Salam hangat

Referensi:

http://www.birthtraumaassociation.org.uk

http://www.osteodoc.com/birthtrauma.htm

http://www.eheart.com/cesarean/emerson.html