Bidan Kita

Home Blog Page 89

Giving birth should be your greatest achievement not your greatest fear.~ Jane Weideman


“Giving birth should be your greatest achievement not your greatest fear.” ~ Jane Weideman

Ketakutan hanya bisa di atasi dengan IMAN. Ingat melahirkan itu Nyaman, karena Tuhan sudah mendesain tubuh wanita sedemikian rupa untuk melahirkan normal alami


Ketakutan hanya bisa di atasi dengan IMAN. Ingat melahirkan itu Nyaman, karena Tuhan sudah mendesain tubuh wanita sedemikian rupa untuk melahirkan normal alami.

Tips untuk tetap SURVIVE di Kehamilan Lewat Waktu

Perut semakin besar, pinggang dan punggung semakin sering terasa tidak nyaman, tulang kemaluan dan selakangan udah sering nyut-nyutan, Tanggal dan Hari perkiraan Lahir sudah terlampui atau sudah lewat, BBM dan Hp (SMS), FB dan Twitter semua isinya menanyakan Kapan lahir? atau Kok Lama Amat? Kok belum lahir-lahir?, tiap kali jalan kaki di pagi hari dan bertemu dengan tetangga atau saudara selalu yang didengar adalah pertanyaan yang sama yaitu itu perutnya udah terlihat turun lho, sepertinya sudah waktunya, kapan lahir mbak?

Galau, Gundah Gulana, Khawatir, itu yang Anda rasakan ketika Umur kehamilan Anda sudah melewati Hari Perkiraan Lahirnya.

Nah berikut ini akan saya ceritakan beberapa kasus yang terjadi dengan klien saya di Bidan Kita. Namun beberapa hal yang perlu di catat adalah, bahwa hamil dan melahirkan itu unik, sehingga antara ibu yang satu dengan ibu yang lainnya belum tentu sama, berikut juga Antara Anda dengan ibu-ibu yangs aya ceritakan disini belum tentu juga sama. Namun harapan saya, cerita ini bisa menjadi referensi bagi Anda.

** Kasus A.

Ny Fransiska, umur 25 tahun, Hamil pertama. Saat itu sengaja Mengeram di Bidan Kita karena saking Galau-nya atau Gundah perasaannya karena umur kehamilannya saat ini sudah menginjak 41 minggu lebih 2 hari. Dimana semua anggota keluarga besar dan sanak saudara sudah ribut menanyakan kapan cucu atau keponakannya lahir. Saking gundahnya hingga Ny fransiska-pun selalu sedih dan enggan melihat Hp. Apalagi menerima telephone dari saudara atau teman yang diduganya paling hanya menanyakan persalinannya yang tak kunjung tiba ini.

Saat itu Bidan Kita belum mempunya USG sehingga saya menganjurkan Ny Fransiska Untuk memeriksakan kondisi dan kesejahteraan janinnya ke dokter spesialis kandungan di daerah saya. 3 jam kemudian ketika Ny Fransiska pulang dari DSOG A. Wajahnya sangat murung dan terlihat sedih karena DSOG A langsung memberikan surat rujukan untuk di induksi atau SC di RS dan melarang kembali ke Bidan Kita. jangan main-main lho bu, ini sudah pengapuran plasentanya dan ketubannya sudah mau habis! Hari ini atau malam ini tetap harus segera di keluarkan. Ini saya berikan surat rujukannya! kata sang DSOG.

Melihat Ny Fransiska yang begitu kacau kondisi emosinya, saya mengusulkan untuk malam itu juga memeriksakan diri lagi ke DSOG yang lain. Namun catatannya adalah saya meminta Ny Fransiska memalsu hari haid mens terakhir sehingga saat periksa itu hitungannya umur kehamilannya masih 39 5 atau 40 minggu-an. (jangan di tiru) mengapa saya mengusulkan demikian karena sebenarnya hanya untuk chross check hasil pemeriksaan by USG saja Antara dokter yang satu dengan dokter yang lain dalam waktu yang berdekatan. Komitmen saat itu adalah jika DSOG B hasilnyapun sama dengan DSOG A, maka induksi atau Sc adalah pilihan yang tepat.

Nah ketika tiba di tempat praktek DSOG B, dan mengaku umur kehamilannya belum genap 40 minggu, ternyata saat di USG, sang dokter mengatakan: Sehat bu, plasenta normal, bagus, ketuban juga cukup, seminggu lagi kontrol lagi ya?

Nah! 2 dokter di waktu yang berdekatan hasilnya beda.!

Akhirnya Ny Fransiska memutuskan untuk tetap stay di Bidan Kita dan relaksasi. Alhasil esok harinya kontraksi menjadi intens, dan persalinan terjadi dalam waktu yang singkat dan dengan proses normal yang nyaman sekali.

**Kasus 2

Ny Kumala, hamil ke tiga, dengan umur kehamilan 40 minggu 4 hari, sama seperti perasaan Ny Fransiska, inipun juga Ny Kumala alami. Hampir tiap hari ibu dan mertuanya menanyakan kok belum?. Hingga kadang Ny Kumala pun merasa engan untuk keluar dari kamarnya. Tiap hari minum jus nanas, makan buah durian, kiwi dan pepaya, tapi kontraksi tidak juga kunjung datang, hingga akhirnya keluarganya pun memaksanya untuk ke rumah sakit untuk periksa. Walaupun hasilnya adalah kondisi bayinya semuanya sehat, tetapi tetap saja keluarga merasa tak sabar. Akhirnya begitu umur kehamilan 41 minggu, keluarga Ny Kumala Memutuskan untuk membawa nya ke Rumah sakit untuk di Induksi. Sudah berbagai upaya dilakukan ny Kumala untuk menolak, namun dia tidak mendapatkan dukungan bahkan dari suaminya sendiri yang ternyata juga panik. takut terjadi apa-apa

Setelah ke rumah sakit dan di induksi, singkat cerita, ternyata proses induksi gagal. Karena bayinya mengalami Distres di induksi botol infus syntocinon ke dua. Ny Kumala pun merasakan kontraksi yang luar biasa sakit. Akhirnya Operasi Sesar adalah pilihan satu satunya saat itu.

Nah tentunya Anda tidak ingin kejadian-kejadian yang seperti kasus-kasus tersebut terjadi dalam kehamilan Anda bukan? Nah cobalah tips terbaik kami untuk bertahan dan tetap tenang ketika bayi Anda tidak kunjung lahir padahal hari perkiraan lahirnya sudah terlewati:

1. Bicaralah dengan dokter atau bidan Anda.

Perempuan memiliki berbagai pendapat tentang persalinan dan melahirkan. Beberapa lebih suka alami, menunggu dan menikmati proses, sementara yang lain sangat cemas dan bersemangat serta tertertarik untuk induksi. Dalam generasi ibu saya dulu bahkan nenek saya, tidak jarang seorang wanita melahirkan pada usia kehamilan 42 atau bahkan 43 minggu. Namun Saat ini banyak dokter yang akan menginduksi dan bahkan mengharuskan induksi ketika umur kehamilan sudah mencapai 40 atau 41 minggu dan tanda persalinan belum juga ada. Jika Anda lebih memilih menunggu dan melihat proses, atau leher rahim Anda kurang baik/siap untuk induksi, dokter atau bidan akan memonitor Anda dan bayi dengan teliti. Anda mungkin akan dianjurkan untuk periksa Nosn Stress Tes (NST) di Rumah Sakit atau profil biofisik dilakukan sekali atau bahkan dua kali seminggu. Pada 42 minggu dokter Anda kemungkinan besar akan memilih untuk menginduksi terlepas dari apakah serviks Anda siap atau tidak.

2. Banyak istirahat.

Bulan terakhir dalam kehamilanmemang terasa lebih melelahkan. Anda tidak dapat tidur dengan baik karena ketidaknyamanan dan kecemasan tentang persalinan yang mulai mengusik hati dan pikiran. Ingatlah untuk terus minum vitamin prenatal Anda. Kurang tidur dan kelelahan bisa memicu suasana hati Anda menjadi tidak nyaman. Gunakan bantal yang nyaman di malam bahkan siang hari untuk membantu Anda tidur.

3. Selesaikan persiapan untuk bayi.

Sekarang adalah saat yang tepat untuk menyelesaikan hal-hal yang Anda butuhkan untuk menyambut kehadiran bayi Anda. Cek lagi apa yang kurang, baik perlengkapan untuk melahirkan hingga kebutuhan bayi Anda. Termasuk Membeli CD pengantar tidur dan membeli kursi goyang dan diletakkan di dekat tempat tidur bayi untuk menggoyang-goyang untuk menenangkan bayi baru lahir.

4. Cobalah relaksasi dan meditasi.

Jika Anda belum pernah melakukan latihan relaksasi atau meditasi ini mungkin terdengar sedikit norak, tapi tidak ada salahnya untuk mencobanya. Membeli CD untuk pengantar relaksasi dan meditasi jika Anda tidak memiliki musik yang santai atau suara hujan atau debur ombak pantai. Cobalah napas dalam lambat santai dan atur nafas Anda untuk beberapa saat. Atau, Anda dapat membeli CD yang memberikan petunjuk khusus tentang latihan relaksasi hypnobirthing dan Anda bisa pesan di ( Sekarang adalah waktu yang baik untuk berlatih relaksasi dan pernapasan agar Anda merasa tenang.

5. Lakukan Induksi Alami.

Ada beberapa hal yang dapat Anda coba untuk menginduksi persalinan secara alami. Makanan seperti nanas dan terong, minum teh Cinnamon yang terbuat dari kayu manis direndam dalam air panas adalah hal lain yang dapat Anda coba. kadang Dokter dan Bidan menganjurkan Anda untuk melakukan induksi dengan cara yang alami terlebih dahulu. Nah cara tersebut bisa Anda lihat di

Periksa dengan dokter atau bidan sebelum mencoba apapun untuk menginduksi persalinan secara alami.

6. Periksa gerakan janin.

Hal ini sangat penting. Ada variasi tentang bagaimana untuk melacak jumlah tendangan janin , sehingga berbicara dengan dokter Anda tentang bagaimana melacak dan memonitor gerakan bayi Anda. Jika Anda melihat penurunan atau perubahan aktivitas bayi Anda hubungi dokter Anda.

Petunjuk: Tulis waktu mulai Anda & waktu berhenti. Buatlah kolom lalu Menandai dengan tanda x setiap kali Anda merasakan gerakan janin. Berhenti ketika Anda mencapai 10 gerakan. Namun sebagai dasar, ibu hamil harus bisa merasakan minimal 10 gerakan janin selama 12 jam (Metode Cardiff) atau 4 gerakan dalam 1 jam (metode Sardovsky). Jika Anda merasakan gerakan janin Anda kurang seperti yang disebutkan di atas, segera cek ke doktyer atau bidan terdekat.

Saat akan mengukur gerakan janin, usahakan ibu rileks, pilihlah jam-jam dimana ibu sering merasakan gerakan janin, biasanya saat malam hari, atau Anda dapat makan dan minum minuman manis terlebih dulu beberapa jam sebelumnya. Selama perhitungan berlangsung, usahakan gerakan yang dirasakan se alamiah mungkin, jangan sampai memaksakan bayi untuk bergerak.

Cara Mengukur Metode Cardiff (Count to Ten)

Hitunglah setiap rentetan gerakan janin sebagai satu hitungan. Contoh, ketika jam 6 bayi menendang-nendang selama 3 kali, jangan di hitung 3, tapi di anggap sebagai satu gerakan saat jam itu. Kemudian jam 7 misal bayi menggeliat selama 10 kali, hitung hal tersebut sebagai gerakan ke dua, jam 08:15 menendang 5 kali, hitung sebagai gerakan ketiga dan seterusnya. Jadi yang dihitung bukan total setiap gerakan bayi, tapi setiap rentetan gerakan antara jeda yang satu dengan jeda lainnya, dan hal ini dihitung selama 12 jam. Namun jika, sebelum 12 jam ibu sudah meraskan 10 gerakan, maka hentikan perhitungan, hal ini menandakan bayi sehat

Cara Mengukur Metode Sardovsky (Four in One Hour)

Teknik ini dilakukan dengan cara memiringkan tubuh ibu ke kiri selama 1 jam. Selama 1 jam tersebut, ibu harus merasakan adanya gerakan minimal 4 kali gerakan, jika kurang dari 1 jam ibu sudah merasakan 4 gerakan bayi, maka perhitungan di hentikan, menandakan bayi sehat. Jika blm ada gerakan, coba minum syrup atau air manis,kemudian hitung lagi.

7. Amati tanda-tanda persalinan.

Bagi beberapa wanita mengamati tanda-tanda persalinan akan membawa kenyamanan namun ada pula yang justru menjadi merasa mengecewakan. Nikmati kontraksi Braxton Hicks yang semakin meningkat, perasaan sakit panggul, sakit punggung, dan cairan vagina meningkat semua tanda-tanda awal (pre labor) yang patut di syukuri. Gejala awal persalinan dapat mulai minggu sebelum persalinan, tapi semua tanda-tanda yang meyakinkan bahwa tubuh Anda memang bersiap-siap untuk melahirkan jadi TRUST YOUR BODY, She will do the best!

8. Tetap sibuk.

Menjaga tetap sibuk akan membantu menjaga pikiran Anda dari hal-hal buruk dan kecemasan. Berikut adalah beberapa saran untuk menjaga diri sibuk. Berfoto-foto (buat foto kehamilan) dan Anda bisa hubungi rekan saya yang sangat bagus hasil fotonya di : membuat gambar seperti tatto non permanen atau melukis perut Anda untuk memperingati kehamilan Anda. Mulai mempersiapkan album untuk bayi Anda. Anda dapat menyertakan kenang-kenangan dari kehamilan Anda dan menyiapkan halaman untuk setelah kelahiran bayi. Merajut, merajut, atau hobi lainnya juga dapat sangat membantu Anda tetap sibuk.

9. Meminta bantuan.

Jika Anda memiliki waktu yang sulit, secara fisik atau emosional meminta dukungan dari keluarga, teman, atau dokter dan bidan Anda. Jika Anda mengalami perasaan bicara kecemasan atau depresi dengan dokter Anda.

10. Melakukan sesuatu yang baik untuk diri sendiri.

Sebuah pijat, manikur, atau perjalanan ke salon rambut adalah ide yang baik untuk memperlakukan “manja” pada diri sendiri di akhir kehamilan.

Nah semoga tips-tip tersebut di atas bermanfaat untuk Anda tuk mengobati rasa Galau yang Anda alami.

Doa saya adalah Bayi Anda segera lahir dalam kondisi sehat, dan persalinan Andapun Normal, Lancar dan Nyaman.


Salam hangat


Bahagia adalah…


Bahagia adalah ketika tangan ini menjadi tangan yang pertama kali menyentuh seorang manusia suci yaitu BAYI baru lahir

Bahagia adalah…


Bahagia adalah ketika melihat matanya terbuka dan diapun tersenyum serta mencari ibunya

Bahagia adalah…


Bahagia adalah ketika sang ibu dan ayah menangis dan tertawa bahagia saat melihat bayi baru lahirnya

Bahagia adalah…


Bahagia adalah ketika saya bisa mengucapkan “hai selamat datang cinta…” kepada malaikat mungil itu

Bahagia adalah…


Bahagia adalah ketika saya diijinkan untuk menjadi bagian dari perjalanan ajaib menjadi seorang ibu

Bahagia adalah…


Bahagia adalah ketika saya bisa bantu seorang ibu mengalami pengalaman persalinan yang happy

Tuhan hanya menciptakan vagina, Dia tidak menciptakan jendela di perut seorang perempuan.

Berawal dari Quote menarik dari bu Robin Lim, yang akan saya cantumkan di buku terbaru saya dan saya posting di Fanpages Bidan Kita di yaitu Tuhan hanya menciptakan vagina, Dia tidak menciptakan jendeladi perut seorang perempuan.Robin Lim, Bidan, CNN Hero 2011.   Muncul berbagai opini dan komentar di bawahnya… Ada yang Marah! Ada yang Setuju! Ada yang tidak Setuju! Ada yang Kecewa! Ada yang sedih karena menganggap saya selalu posting menjelek-jelekkan SC! Ada yang sedih karena merasa menjadi wanita yang TIDAK SEMPURNA karena proses persalinannya dahulu dengan membikin jendela bahkan ada yang akhirnya menghujat dan menjelek-jelekkan saya di group lain atau di Facebook nya. Sampai-sampai ada yang langsung nge judge bahwa Bidan Kita Anti dengan Operasi Sesar! Pertama kali saya melihat reaksi yang beragam ini, justru saya tersenyum! Inilah yang saya tunggu….saya menunggu reaksi Anda. Karena dengan begitu secara random saya bisa menilai dan menarik kesimpulan tentang sejauh mana Anda memahami tentang sebuah Hakikat, Filosofi dan proses kelahiran juga bagaimana pemahaman Anda tentang WANITA secara HOLISTIK.


Tidak ada rasa kecewa karena di caci banyak orang, di marah-marahin ibu-ibu yang merasa di rendahkan oleh postingan saya itu. Tapi justru saya bersyukur, karena dari sinilah saya bisa berbagi ilmu dan berbagi kasih. Mengapa saya seringkali memposting di media dengan hal-hal yang sedikit kontroversial seperti itu? Dan mengapa kemaren saya memilih untuk memposting pernyataan ibu Robin Lim yang menyatakan bahwa Tuhan hanya menciptakan Vagina bukan menciptakan Jendela di perut. Sederhana, pedas, tetapi dalam sekali maknanya. Mari kita telaah bersama. Pada hakikatnya Tuhan menciptakan Rahim untuk tempat bayi-kita dan itu bukan sekedar tempat lho dan bukan sekedar wadah. RAHIM adalah tempat dimana kita sebagai orang tua harusnya melimpahkan kasih dan sayang kepada anak-anak kita, ingat rahim adalah dari bahasa Arab yang berarti kasih dan sayang, artinya bahwa harapan Tuhan adalah bakal manusia ini berada dan dikenalkan kasih dan sayang juga damai oleh kedua orang tuanya, supaya bumi ini nanti juga menjadi damai an dipenuhi oleh manusia-manusia yang berhati damai. Ingat arti kata manusia dalam filosofi jawa? Manusia = Manungso = Manunggaling Roso. (Manunggaling = Bersatunya, Roso = Rasa yang berhubungan dengan perasaan, dnegan hati) artinya secara filosofis manusia adalah tempat bersatunya segala macam rasa..dan Tuhan pasti berkehendak bahwa rasa itu adalah rasa kasih, damai, cinta. Bukan rasa benci, dengaki, amarah, dendam. Bukankah begitu? Tuhan juga ciptakan Vagina, di dalam bahasa jawa Vagina= Dalan Lair (Dalan= Jalan, Lair = Lahir) artinya melalui vagina itulah seorang manusia berproses untuk dilahirkan kembali menjadi Manusia baru yang jauh lebih baik di bumi ini. Atau itu juga ada maksudnya adalah supaya bayi yang di kandung dalam limpahan kasih sayang tersebut bisa keluar melalui vagina dengan segala prosesnya yang ajaib dan akhirnya disambut dengan limpahan kasih sayang dan penerimaan secara utuh oleh orang-orang yang mencintai bayi ini dan mengakui bayi ini sebagai pribadi yang utuh..sebagai MANUNGSO. Tak habis anugrah Tuhan dimana Tuhan menciptakan payudara pada wanita (bukan pada Pria lho) ini juga di ciptakan bukan untuk hiasan, bukan untuk pamer mana yang paling indah…tapi untuk memberi makanan pada bayi kita ini, (jadi semua ibu yang punya payudara PASTI bisa menyusui dan kasih ASI Eksklusif) Nah artinya apa? Artinya bahwa Tuhan sudah menyiapkan segalanya dengan sempurna lho. Tubuh manusia sudah di kreasikan sedemikian rupa sempurnanya oleh Tuhan untuk kebaikan. nah kembali ke proses persalinan, proses persalinan itu adalah proses yang sangat sakral, dan proses yang sangat dan paling alami di dalam rantai kehidupan manusia, dan saking alaminya sejak jaman Adam dan Hawa proses persalinan itu ya begitu itu…melalui vagina, walaupun manusia berevolusi selama ribuan bahkan jutaan tahun, walaupun konon ceritanya Adam dan Hawa itu tinggi badannya bisa mencapai lebih dari 3 meter (bayangkan betapa besarnya) dan sekarang manusia berevolusi menjadi hanya satu meter lebih tapi proses persalinan tetap sama lho yaitu melalui vagina, bukan lewat perut atau lewat telinga seperti cerita di pewayangan dan mahabarata. Sedari jaman primitif sampai jaman yang canggih dan bertehnologi tinggi, proses persalinan tetaplah sama dan proses persalinan adalah peristiwa yang paling alami, paling primitif di dalam rantai kehidupan seorang manusia. nah artinya apa? …artinya adalah bahwa SETIAP wanita normal (punya rahim dan punya vagina)PASTI bisa melahirkan Normal alami! Karena Anda diciptakan untuk itu! nah kok ada yang akhirnya SC? Ada yang normal tapi harius di vaccum, harus di forceps harus di induksi? Kenapa? berarti ada “sesuatu” nah “sesuatu” itu apa? musti di cari akar masalahnya bunda. selama ini dalam kehidupan seringkali kita salah kaprah. Saking alaminya dan tidak berubah prosesnya sampai ribuan bahkan jutaan tahun, kelahiran bayi yang harusnya menjadi moment perayaan sebuah keluarga justru seringkali di abaikan. Masyarakat lebih suka merayakan proses pernikahan. Cobalah Anda ingat kembali berapa lama Anda semua merencanakan pesta perayaan pernikahan? berapa budget yang di keluarkan? apa yang di persiapkan? Mulai dari pihak laki-laki, pihak perempuan dan semua keluarga besar sangat sibuk menyiapkan semuanya, mulai dari uang yang mana pernikahan pasti membutuhkan uang yang tidak sedikit, kadang malah harus hutang sana hutang sini hanya untuk merayakan pesta ini. Persiapan Tubuh, pihak perempuan menyiapkan sebaik-baiknya mulai dari perawatan wajah, tubuh, sampai diet ketat dll, persiapan gedung, konsumsi dan thethek bengeknya berharap di hari H semua bersukacita dan tak ada yang kecewa terutama para tamu. Padahal pernikahan yang semegah apapun dengan budget bermilyar-milyar pun suatu saat bisa saja terjadi PERCERAIAN!     Nah bagaimana dengan proses persalinan dan kelahiran? apakah bisa di CERAIKAN? Apakah bisa anak bercerai dengan ibunya? anak bercerai dengan bapaknya? Jawabannya adalah TIDAK bunda. Tidak ada kata CERAI dalam hubungan antara orang tua dan anak. Hubungan ini akan terus menerus seumur hidup. Lalu pertanyaannya sekarang adalah …SUDAHKAH ANDA SEBAGAI CALON ORANG TUA MEMPERSIAPKAN INI?   Proses persalinan dan kelahiran adalah proses yang transformasional dan dramatis di dalam kehidupan manusia. Wanita yang semula jomblo berubah menjadi ibu dengan segala konsekuensinya. Laki-laki yang semula lajang berubah menjadi bapak dengan segaka tanggung jawabnya. Bayi yang semula tenang nyaman aman di dalam rahim harus keluar ke dunia yang penuh dengan kericuhan dan beraneka peristiwa. APA yang SUDAH ANDA SIAPKAN?   dan padahal Tuhan kasih kita waktu 40 minggu buat siapin semuanya, SENGAJA Tuhan kasih waktu sepanjang itu…kira-kira ada maksudnya tidak? Yo pasti ada…salah satunya adalah supaya Anda sebagai calon ibu dan bapak bisa menjaga dan menyambut dengan damai dan kasih Amanah itu. Artinya apa…kenapa kok harus di SC? Kenapa kok tidak bisa melalui pintu yang sudah disediakan? pasti ada penyebabnya atau akar masalahnya juga ada tujuannya.   Misalnya kasus begini (ini hanya contoh di antara ribuan contoh yang lain: 1. Seorang ibu hamil pertama, bersalin di RS dan proses persalinanya lama dan menyakitkan bahkan pembukaannya tak maju mentok hanya sampai pembukaan 5 cm itupun posisi kepala masih obliq (miring) dan sang ibu sudah mengejan terus dan mengalami kesakitan yang luar biasa akhirnya sang bayipun kondisinya menurun, detak jantung melemah dan mau tak mau jalan operasi adalah jalan yang terbaik.   Nah apa akar maslaah yang mungkin saja terjadi, ternyata telusur punya telusur, selama hamil si ibu ini tidak pernah memberdayakan diri, apalagi olahraga atau yoga? Jalan-jalan pagi saja malas, malas latihan nafas, hamil tua sering tidur leyeh-leyehdi kursi malas, makan sembarangan apapun dimakan karena prinsipnya makan untuk dua orang, dan si ibu ini tak pernah mau belajar, menurut dia yang namanya ibu hamil ya yang penting makan makanan sehat, minum obat dari dokter, rajin periksa. Udah! Itu saja. Padahal selama hamil ya sebenarnya si ibu ini juga takut, takut untuk merasakan sakit, takut proses persalinanya bermasalah mengingat kakanya melahirkan dengan operasi, tetangganya di induksi, teman kantor harus di vaccum dll, jadi si ibu ini rekaman di pikiran bawah sadarnya sangat negative, namun si ibu ini juga tak ada upaya untuk menghilangkan rekaman negative itu, ya karena tidak tahu caranya bagaimana.   Nah sejak hamil si ibu ini merasa yang penting serahkan pada ahlinyadan bagi nya yang disebut ahli adalah dokter atau bidan! (Padahal sebenarnya bukan…yang ahli adalah ibu sendiri, bidan dan dokter hanyalah fasilitator)dan karena ketidak tahuannya dia maka begitu ada flek langsung bingung ke RS, padahal belum ada kontraksi..takut kalau terjadi apa-apa (padahal apa-apa itu apa juga tidak tahu) setelah masuk RS ternyata si ibu bukannya semakin tenang malah semakin stres karena baunya, suasananya, orang-orangnya begitu asing baginya.   Kontraksi akhirnya terasa dan sang ibu tak bisa memanajemen rasa yang di alaminya. Prosedur demi prosedur di lakukan, intervensi demi intervensi di terapkan dan yang ada adalah MANUT = mengikuti dengan tunduk! Mulai dari sang ibu di minta berbaring saja (dibatasi mobilisasinya), si ibu di infus (entah apa kandungannya sang ibu juga tidak tahu), ibu diminta minum pil (kandungannya apa juga tak tahu), pemeriksaan dalam yang begitu menyakitkan, berulang dan ganti-ganti orang yang melakukan yang membuat ibu merasa trauma dan risih, dan lain sebagainya. Dan akhirnya tanpa dia sadari Tubuh menolak semuanya.   Ibarat mamalia yang lain ketika seekor rusa betina mau melahirkan dan dia melihat ada seekor macan di sampinnya yang seolah siap untuk menerkam dan menghabisi nyama anaknya yang akan dilahirkan, maka tubuh sang rusa betina itu men-stop proses persalinan dan menundanya sampai macan tadi pergi dan tidak mengancam hidupnya dan hidup anaknya lagi.   Dan akhirnya berhentilah proses persalinan, pembukaan 5 cm dan terus seperti itu tanpa kemajuan sama sekali, akhirnya tubuh bayipun bereaksi dan mengalami distress..semakin ibunya stres bayi makin distres, alhasil pilihan paling bijak saat itu adalah OPERASI SESAR.   Nah jelekkah operasi berarti? TIDAK! Operasi dilakukan karena memang harus demikian tuk visi penyelamatan. Lalu apa yang salah? Anda sendiri yang menjawab!   2. Seorang ibu hamil anak pertama dengan kasus yang hampir sama dengan diatas dimana dia tidak mau belajar sama sekali. Setiap kali membaca buku atau googling yang dibaca adalah TANDA BAHAYA, PENYAKIT, KELAINAN dan itu membuat semakin dia takut. Lalu si ibu ini memasrahkan dirinya ke dokter yang paling terkenal di kotanya tanpa melihat dan merasakan dia sreg atau tidak, dia nyaman atau tidak, yang pasti kalau sudah periksa ke dokter dan RS itu berarti bagus!   Dan sayangnya si ibu tidak menyadari bahwa dia masuk kedalam lingkaran Bussines being born Untuk maksud dari bussines being born saya di atas bisa Anda lihat di film Usut punya usut sang dokter itu adalah type dokter yang Pro SESAR (Tidak semua Dokter begitu) sehingga secara lembut dan terasa rasional pasiennya digiring untuk sesar.   Dan akirnya sesar!   3. Ada lagi ibu yang hamil sungsang, karena dia berfikir bahwa sungsang haruslah sesar maka tanpa mengupayakan apapun, tanpa mencari provider yang mampu memfasilitasinya tanpa memberdayakan diri akhirnya dia memilih sesar. Padahal sebenarnya tidaklah harus demikian. Silahkan buka film ini:   dan masih banyak lagi contoh kasus yang mana sebenarnya selalu ada akar masalah nya yang berarti itu adalah akar rumput yang seringkali tak terlihat tetapi bisa membuat kaki Anda terantuk dan anda jatuh. Lalu apakah berarti SC itu buruk? Karena melawan hakikat! Apakah berarti ibu yang terlanjur SC berarti tidak menjadi wanita seutuhnya? Tentu tidak! Pemahaman proses persalinan dan kelahiran tidak hanya sebatas itu saja. Sc ketika atas indikasi yang BENAR oke kok. Dan SC juga bisa dilakukan dengan Gentle dan lembut Kok. ASAL SIAPKAN! Sekali lagi SIAPKAN! Baik Body, Mind, Spiritual juga Provider! Coba buka film di :     Lalu bagaiman baiknya? Tidak ada orang tua yang tidak ingin yang terbaik untuk anaknya! Jadi mari belajar…mari positif ….yang saya tulis di atas adalah ya memang demikian adanya! lha kalau Anda “berbeda” misalnya anda SC …kenapa harus kecil hati? kenapa harus menyesal wong sudah kejadian? harusnya apa? ya ayo berdayakan diri…Tuhan pasti kasih jalan, jangan menggerutu…tapi belajar dari kesalahan atau ketidak tahuan yang lalu supaya ke depan lebih baik…begitu dong bunda… masak member Bidan Kita ada skeptic sih orang nya? begitu ada yang kontroversi yang saya posting masak langsung Judge? trus marah? trus kecewa dengan bidan kita? hadew…sekarang bukan saatnya begitu bunda…ayo belajar dewasa…mari bahu membahu saling mengingatkan buat berdayakan diri supaya apa? ya supaya bumi ini jauh lebih damai mendatang. KNOWLEDGE IS POWER Salam damai Yesie Aprillia