Tentu saja seharusnya proses persalinan tidak harus dianggap ‘berisiko tinggi’ sehingga seringkali berakhir ke medikalisasi, intervensi dan technokrasi. Seharusnya kita bisa menyadari bahwa dampak dari pemberian tindakan untuk menghilangkan rasa sakit dari petidin dapat memiliki efek yang tidak diinginkan pada bagaimana bayi merespon setelah lahir.

Demikian pula pada bayi yang mendapatkan beberapa intervensi selama proses kelahiran; induksi dan augmentasi persalinan, petidin, epidural, vakum atau forsep ini sering menyebabkan rasa sakit ibu dan bayi, stres dan kelelahan.

Bayi sering dipisahkan dari ibu mereka, dengan alasan untuk di bersihkan jalan lahirnya, dilakukan resusitasi atau 24 jam dalam perawatan khusus dengan alasan untuk menstabilkan suhu tubuh bayi yang pada gilirannya dapat menyebabkan proses menyusu pertama tertunda sehingga terjadi kesulitan menyusu pertama dan berikutnya.

Padahal sebenarnya segera setelah lahir seharusnya bayi segeradi dekap ibunya dan di bebaskan untuk melakukan inisiasi menyusu dini, karena dari proses itulah si bayi bisa menstabilkan suhu tubuhnya, mendapatkan flora positif dari tubuh ibunya dan merasakan nyaman.

panduan-audio-hypnofertility-ads

Tunda semua intervensi karena Intervensi segala intervensi dapat memiliki potensi besar dan dampak yang signifikan pada kemampuan bayi untuk menyusu dan merespon dengan tepat.

Beberapa penelitian menemukan bahwa bayi yang lahir dari ibu bersalin secara alami tanpa obat-obatan memiliki kemampuan mengisap yang signifikan lebih baik dibandingkan dengan bayi-bayi lahir dengan berbagai intervensi.

Ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa pemberian epidural diduga dapat meningkatkan resiko skor perilaku neurologis yang rendah bayi baru lahir, tetapi belum ditemukan studi yang cukup yang menyatakan bahwa paparan analgesia epidural dapat mempengaruhi kemampuan menyusu dan menghisap pada bayi.

Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian intervensi pada proses persalinan maka dapat mempengaruhi fungsi sistem saraf pusat yang cukup berpengaruh pada keberhasilan proses menyusui pada hari kehidupan pertama.

Selama epidural, cairan infus terus menerus akan diberikan sepanjang proses persalinan dan selama beberapa jam ini bisa beberapa liter. Saat itu tubuh ibu terjadi peningkatan dan membawa sebuah volume cairan dan menambah a hormon antidiuretik, vasopressin, yang memperburuk retensi cairan lebih lanjut dan kami dapat melihat bagaimana hal ini sering mengakibatkan adanya oedema di payudara dan areola di hari 2-4 postpartum.