Menurut sebuah studi tahun 2005, nyeri punggung bawah atau nyeri panggul selama kehamilan didefinisikan sebagai nyeri berulang atau terus menerus selama lebih dari 1 minggu pada tulang belakang lumbal atau panggul selama kehamilan.

Nyeri punggung bawah umumnya didefinisikan sebagai nyeri yang mengacu pada area antara tulang rusuk kedua belas dan lipatan gluteal. Area anatomi ini juga mencakup sendi sakroiliaka, yang mungkin dapat dianggap sebagai entitas fungsional terpisah dalam patofisiologi nyeri di panggul. Istilah lain yang digunakan adalah nyeri panggul posterior, nyeri panggul, relaksasi pelvic girdle, dan ketidakstabilan sendi panggul.

Perubahan yang berkaitan dengan nyeri punggung sering kali merupakan kompensasi dari ketegangan mekanis akibat dari rahim yang membesar dan lordosis lumbal (peningkatan kurva). Penambahan berat badan bersama dengan kelemahan ligamen dapat mengganggu fungsi anatomi dan biomekanik normal. Peningkatan beban yang dihasilkan sering kali difokuskan pada cakram lumbal dan peningkatan ketegangan punggung juga ditempatkan pada otot.

panduan-audio-hypnofertility-ads

Sebuah studi tahun 2019 di Clinical Biomechanics menemukan gerakan dari berdiri ke duduk dipersulit oleh peningkatan kelengkungan atau lordosis tulang belakang lumbar selamamasa kehamilan. Ini akan disebut “lordosis gestasional” dan membatasi gerakan pinggul.

Apakah Wanita Hamil lebih Berisiko mengalami HNP / Syaraf Kejepit?

Terkadang ada saraf terjepit atau gejala linu panggul, namun biasanya ini terjadi karena neuropati akibat kompresi dari rahim yang membesar selama masa kehamilan.

Apa Faktor Risiko Untuk Nyeri Punggung Kehamilan?

Riwayat nyeri punggung bawah dan nyeri panggul sebelumnya selama kehamilan dikaitkan dengan kekambuhan nyeri punggung bawah dan nyeri panggul. Paritas merupakan faktor risiko terjadinya nyeri punggung bawah dan nyeri panggul. Wanita yang memiliki berat badan lebih tinggi dan memiliki indeks massa tubuh yang jauh lebih tinggi maka secara signifikan  mengalami nyeri punggung bawah dan nyeri panggul. Prevalensi hipermobilitas pada wanita dengan nyeri panggul diperkirakan 12,8% sampai 17,3%. Hipermobilitas yang didiagnosis atau riwayat hipermobilitas keluarga dikaitkan dengan peningkatan risiko nyeri punggung bawah dan nyeri panggul. Ini menunjukkan pentingnya hipermobilitas sebagai faktor pendukung selama kehamilan.