Namun, meskipun berbagai penelitian sudah membuktikan bahwa posisi melahirkan yang terbaik adalah posisi tegak, pada kenyataannya di i AS melahirkan baik berbaring di punggung mereka (57%) atau semi-duduk / posisi berbaring dengan sedikit lebih tegak (35%). Posisi berbaring miring(4%), jongkok atau duduk (3%), atau posisi tangan-lutut (1%) (Declercq, Sakala et al. 2007). Apalagi di Indonesia, saya kurang tahu angka pastinya namun yang saya lihat dan saya amati sebagian besar bahkan lebih dari 95% ibu melahirkan dengan posisi berbaring dan setengah duduk.

 

Mengapa bisa demikian?

panduan-audio-hypnofertility-ads

Ya karena Diperkirakan bahwa sebagian besar wanita didorong atau di motivasi untuk mengejan dalam berbaring atau semi-duduk posisi karena dengan posisi tersebut maka akan lebih nyaman untuk penyedia layanan. Ketika seorang ibu bersalin mengambi posisi semi-berbaring di tempat tidur, lebih mudah untuk mengakses perut mereka untuk memantau detak jantung janin. Penyedia layanan juga lebih nyaman dengan posisi berbaring atau semi-duduk karena ini adalah sebagian besar dari mereka dilatih demikian saat menolong persalinan (Gupta et al. 2012). Bahkan di Indonesia pelatihan APN (Asuhan Persalinan Normal) pun di kemas dengan pelatihan posisi ibu bersalin dengan setengah duduk. Bukan dengan posisi alternative yang lain, misalnya jongkok, duduk, merangkan atau bahkan berdiri. Jadi wajar apabila akan terasa aneh dan terkesan “neko-neko” apabila Anda meminta mereka untuk menorlong anda melahirkan dengan posisi tegak.

 

 

Di tahun 2012 dalam acara Cochrane review, Gupta et al. mengumpulkan hasil secara acak dari 22 studi terkontrol yang melibatkan lebih dari 7.200 wanita. Dalam studi ini, perempuan secara acak baik posisi tegak atau non-tegak selama mengejan. Peneliti mendefinisikan posisi tegak sebagai duduk (di bangku melahirkan atau bantal), berlutut, dan jongkok. Mereka didefinisikan posisi non-tegak sebagai berbaring miring, semi-duduk / berbaring (di tempat tidur dengan kepala tempat tidur sedikit di tegakkan) dan litotomi (berbaring terlentang dengan kaki di sanggurdi atau kaki didukung oleh tangan penyedia layanan ‘).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here