Namun, hindari konsumsi terlalu banyak air dalam waktu yang pendek (contohnya 1 jam, saat sahur) karena ketika Anda mengkonsumsi terlalu banyak air dalam waktu yang pendek, tubuh Anda juga akan mengeluarkan air tersebut dengan cepat (lewat air kencing contohnya), jadi lebih baik untuk minum sedikit sedikit tapi sering dan berkala.

Anda juga dapat mengkonsumsi makanan berkuah, jus buah, susu, dan buah buahan kaya air seperti semangka, melon, jeruk, dan lainnya. Kondisi dehidrasi berat dapat menurunkan produksi ASI, meskipun begitu, hasil penelitian Neville et. al. (1993) dan Tigas et. al. (2002) menunjukkan bahwa puasa dalam jangka waktu pendek tidak mempengaruhi produksi ASI para ibu menyusui.

  1. Hindari aktivitas yang terlalu berat

Jika Anda bisa, cobalah untuk menunda tugas/aktivitas yang memerlukan banyak energi atau mengerjakan semuanya sebelum Anda mulai berpuasa.

  1. Beristirahatlah

Menyusui dapat menjadi melelahkan. Ditambah lagi jika Anda sedang puasa. Jadi usahakanlah untuk beristirahat sebanyak yang Anda bisa untuk menjaga Anda tetap bertenaga. Jika Anda adalah ibu rumah tangga atau ibu yang bekerja di rumah dan Anda merasa ingin bersih bersih rumah dan melakukan semua pekerjaan rumah, cobalah untuk beristirahat disela-sela.

  1. Tetaplah menyusui dan amati bayi Anda

Menyusui dan memerahlah seperti biasa, karena produksi ASI sangat bergantung pada seberapa sering payudara dikosongkan. Jika Anda memeras ASI Anda dan ASI yang keluar tidak sebanyak yang biasanya, cobalah untuk tidak panik.

Hal ini sangatlah normal. Semakin Anda stress, semakin sedikit ASI yang akan Anda dapatkan. Mungkin ASI Anda tidak mengalir semudah biasanya saat Ramadan, namun jangan khawatir, bayi Anda akan menyesuaikan.

Kuncinya adalah untuk tetap rileks, menyusui seperti biasa, dan mengamati bayi Anda. Jika Anda merasa bahwa bayi Anda tidak buang air kecil sebanyak yang biasanya, poopnya hijau, berat badannya menurun, terlihat lemas, tidak meneteskan air mata saat dia menangis, tangan dan kakinya terasa dingin, ada bagian kepala yang terasa lunak dan rewel sepanjang waktu bahkan setelah disusui, konsultasikanlah segera ke dokter Anda.

  1. Jangan lewatkan sahur

Poin ini sangatlah penting terutama untuk ibu menyusui. Anda membutuhkan banyak energi, jadi manfaatkanlah waktu ini sebaik baiknya dan konsumsilah menu yang seimbang. 

  1. Kurangi konsumsi garam

Mengkonsumsi terlalu banyak garam, terutama saat Ramadan dapat membuat Anda merasa haus, jadi ingatlah untuk tidak memberi terlalu banyak garam di makanan Anda. Namun ingatlah bahwa garam terkadang juga tersembunyi di minuman manis, camilan, dan makanan olahan, jadi cobalah untuk menghindari makanan kecil, kecap, dan minuman manis di waktu waktu ini. 

  1. Hindari konsumsi kafein

Minuman berkafein dapat membuat Anda haus dan dehidrasi, jadi cobalah untuk tidak mengkonsumsi kafein ketika Anda sedang berpuasa dan menyusui. 

  1. Jangan paksakan diri Anda

Yang terpenting adalah jangan paksakan diri Anda.Dengarkan tubuh Anda dan ketahuilah batasan Anda. Ingatlah bahwa saat Anda memutuskan untuk berpuasa selama menyusui, tubuh Anda dan bayi Anda menjadi prioritas yang utama.

Anda tidak perlu merasa bersalah jika Anda harus “batal” ditengah tengah karena Anda merasa lemas, pusing, atau mulai dehidrasi. Ingatlah bahwa kesehatan Anda dan bayi Anda adalah yang utama dan Anda dapat selalu mengganti puasa tersebut di hari lain (fidyah)

Selamat Ramadhan~

 

Sumber:

  • https://aimi-asi.org/layanan/lihat/tips-menyusui-dan-berpuasa
  • https://www.babycentre.co.uk/a1028957/breastfeeding-and-fasting
  • http://breastfeeding.org.sg/ramadan-for-the-breastfeeding-mother/
  • https://www.momjunction.com/articles/tips-to-make-fasting-easier-while-breastfeeding_00119775/#gref
  • https://pleaseibu.com/breastfeeding/tips-for-fasting-and-breastfeeding-during-ramadan/