Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu untuk makan dengan menu gizi seimbang yang mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang, komposisi menu terdiri atas 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak. Pada prinsipnya berpuasa hanya menggeser jam makan sehingga ibu tetap makan minimal 3 kali sehari saat sahur, saat berbuka puasa, dan sebelum tidur malam. Karena rentang waktu makan Anda menjadi lebih pendek, Anda dapat membagi waktu makan dan minum Anda secara merata, misalnya dengan minum setiap setengah jam atau makan dalam porsi kecil namun sering. Anda dapat mencatat konsumsi makanan Anda untuk mengkontrol asupan Anda selama berpuasa.

  1. Konsumsi banyak cairan

Menyusui dapat membuat Anda merasa haus. Jadi, pastikan bahwa Anda mengkonsumsi cukup cairan untuk menghindari dehidrasi. Karena tentu saja Anda tidak dapat minum saat puasa, maka minumlah sebelum dan setelah periode puasa Anda.

Umumnya, kita butuh meminum kira kira 1 liter air untuk setiap 20kg berat badan kita. Ibu menyusui memerluan sekitar 3 liter air setiap hari. Anda dapat membangi konsumsi cairan tersebut saat sahur dan setelah buka puasa. Namun, hindari konsumsi terlalu banyak air dalam waktu yang pendek (contohnya 1 jam, saat sahur) karena ketika Anda mengkonsumsi terlalu banyak air dalam waktu yang pendek, tubuh Anda juga akan mengeluarkan air tersebut dengan cepat (lewat air kencing contohnya), jadi lebih baik untuk minum sedikit sedikit tapi sering dan berkala. Anda juga dapat mengkonsumsi makanan berkuah, jus buah, susu, dan buah buahan kaya air seperti semangka, melon, jeruk, dan lainnya. Kondisi dehidrasi berat dapat menurunkan produksi ASI, meskipun begitu, hasil penelitian Neville et. al. (1993) dan Tigas et. al. (2002) menunjukkan bahwa puasa dalam jangka waktu pendek tidak mempengaruhi produksi ASI para ibu menyusui.

panduan-audio-hypnofertility-ads
  1. Hindari aktivitas yang terlalu berat

Jika Anda bisa, cobalah untuk menunda tugas/aktivitas yang memerlukan banyak energi atau mengerjakan semuanya sebelum Anda mulai berpuasa.

  1. Beristirahatlah

Menyusui dapat menjadi melelahkan. Ditambah lagi jika Anda sedang puasa. Jadi usahakanlah untuk beristirahat sebanyak yang Anda bisa untuk menjaga Anda tetap bertenaga. Jika Anda adalah ibu rumah tangga atau ibu yang bekerja di rumah dan Anda merasa ingin bersih bersih rumah dan melakukan semua pekerjaan rumah, cobalah untuk beristirahat disela-sela.

  1. Tetaplah menyusui dan amati bayi Anda

Menyusui dan memerahlah seperti biasa, karena produksi ASI sangat bergantung pada seberapa sering payudara dikosongkan. Jika Anda memeras ASI Anda dan ASI yang keluar tidak sebanyak yang biasanya, cobalah untuk tidak panik. Hal ini sangatlah normal. Semakin Anda stress, semakin sedikit ASI yang akan Anda dapatkan. Mungkin ASI Anda tidak mengalir semudah biasanya saat Ramadan, namun jangan khawatir, bayi Anda akan menyesuaikan.