Gentle Birth (Mari Merunduk ke Alam Kembali)

Gentlebirth adalah sebuah filosofi dalam persalinan yang tenang, penuh kelembutan dan memanfaatkan semua unsur alami dalam tubuh seorang manusia. Penolong dan pendamping harus membantu dengan tenang dan suara yang lembut, sehingga pada saat bayi lahir, suasana di sekelilingnya tenang, hening, dan penuh kedamaian. Proses persalinan yang tenang, lembut, santun dan minum trauma ini bukanlah sebuah standart operasional prosedur (SOP) atau seperangkat aturan yang harus diikuti. Sebaliknya, itu adalah sebuah pendekatan dalam proses kelahiran alami yang menggabungkan nilai-nilai dan keyakinan yang dianut oleh wanita itu sendiri.
Gentle birth membutuhkan persiapan sejak masa kehamilan. Baik persiapan fisik maupun mental calon ibu. Persiapan fisik meliputi latihan pernapasan, olahraga ringan, pijat, dan konsumsi makanan sehat. Mental ibu pun perlu disiapkan dengan rutin melakukan relaksasi hypno-birthing, meditasi, afirmasi positif, dan menjaga ketenangan jiwanya. Persiapan mental ibu menjadi hal penting yang akan memengaruhi kesuksesan gentle birth ini.

Prinsip-Prinsip Persalinan Holistik Gentle Birth)

Menurut Aprillia dan Ritchmond (2013), ada beberapa prinsip-prinsip yang harus dipenuhi dalam persalinan holistik (Gentle Birth), yaitu 1) Melahirkan dipandang sebagai momen yang harus “dirayakan” dengan penuh rasa hormat, damai, dan sakral oleh semua yang terlibat di dalamnya, 2) Adanya peran serta keluarga, terutama suami, untuk memberikan dukungan mental dan spiritual, 3) Rasa mulas dan nyeri menjelang melahirkan dipandang sebagai mekanisme alamiah tubuh untuk membantu melahirkan bayi, 4) Tidak harus di rumah. Gentle Birth tetap bisa diberlakukan pada ibu yang menjalani operasi caesar atau menjalani prosedur medis lainnya, selama prinsip-prinsipnya dipenuhi.

Andriana (2013), mengatakan bahwa Gentle Birth memandang 1) proses melahirkan adalah proses terindah, penuh cinta kasih, dan sudah selayaknya dilakukan dengan nyaman, 2) memberikan kebebasan pada ibu untuk memilih cara bersalinnya, selama ibu dan bayi nyaman, 3) pertimbangan secara medis dan kondisi ibu-janin sudah diketahui dengan jelas, 4) meminimalisasi intervensi medis yang terjadi, terutama pada penggunaan obat bius karena mengandalkan reaksi alami tubuh ibu, 5) ibu memberdayakan dirinya selama hamil, 6) kehamilan ibu diupayakan sehat, normal dan tenang untuk kelancaran proses Gentle Birth, 7) kondisi pikiran dan mental ibu adalah penentu utama kelancaran proses melahirkan, 8) kehadiran doula membantu ibu nyaman secara batin untuk Gentle Birth, 9) menyiapkan suasana ruang persalinan (di rumah ataupun RS) sesuai dengan keinginan ibu agar terasa nyaman, 10) percaya bahwa bayi mengetahui kapan harus lahir dan akan memberi respon alaminya kepada ibu, 11) masa-masa persalinan dinikmati dengan tenang, rileks, bahagia dan sabar, 12) ibu bebas menentukan apa yang ingin dilakukan tanpa perlu khawatir terhadap prosedur, baik sebelum, selama dan setelah proses persalinan 13) bayi baru lahir bebas menikmati proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sampai puas, 14) bayi tetap bersama ibunya dan tidak dipisahkan atau dibawa pergi.