Cara menghindari Fetal distress (menghindari Operasi Caesar)

suatu pagi dalam perbincangan di Whats Up:

Bunda Lili : “pagi bu bidan Yesie. Bu saya akhirnya SC. karena detak jantung bayi tidak bagus kata dokternya. jadi mau gak mau harus SC.”

bidan Yesie : “oya? okay selamat ya bun, cepat pulih dan semoga ASI nya berlimpah.”


perbincangan di atas bukanlah satu atau dua kali terjadi. kejadian yang serupa seringkali terjadi. dimana proses operasi SC “terpaksa” harus dilakukan dalam rangka upaya “penyelamatan” bayi.

hhmmm,….., menarik! tapi apa yang bisa dilakukan untuk menghindari dan mencegah gawat janin ini, karena rupayan “gawat janin” akhir akhir ini merupakan penyebab utama dilakukannya operasi sesar.

berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk Menghindari gawat janin (foetal distress):

  • Menolak untuk tiduran terus di atas tempat tidur. SATU POSISI YANG HARUS ANDA HINDARI selama kehamilan dan proses persalinan adalah posisi tidur TERLENTANG! karena ada vena utama (inferior vena cava) yang membawa darah ke jantung yang terjepit saat Anda terbaring telentang.
  • Berjalan atau berganti posisi selama proses persalinan (baik kala I maupun kala 2). .
  • Makan & Minum selama proses persalinan. Bayi itu mengandalkan ibunya sepanjang waktu di rahim, bahkan setelah lahir sampai tali pusatnya dipotong. Jika Anda mengalami dehidrasi atau lapar, mungkin bayi juga demikian. ini juga dapat mempengaruhi denyut jantung. Jika Anda tidak mendapatkan makanan yang Anda butuhkan untuk melalui proses persalinan dan kelahiran, bayi pun juga lemah. Pastikan diet protein tinggi yang sehat (setidaknya 75g protein setiap hari).
  • Hindari induksi (Pitocin atau Obat-obatan lainnya). karena ini menyebabkan tubuh bereaksi dengan cara yang tidak wajar. obat ini yang menyebabkan kontraksi yang tidak wajar, kuat, menyakitkan dan panjang. Kontraksi semacam ini mendorong bayi lebih kuat, lebih keras dan lebih lama daripada kontraksi alami.
  • Hindari membran swab. Meski membran swab bukanlah obat, namun, lagi lagi Penyapuan membran adalah saat praktisi perawatan kesehatan memasukkan tangan mereka,  ke vagina dan menggunakan jari untuk memisahkan serviks dari kantung amnion sehingga menyebabkan tubuh melepaskan hormon prostaglandin. biasanya para provider bilang itu tidak menyakitkan, hanya tidak nyaman dan menyebabkan banyak keluardarah. namun pada dasarnya;

– Setiap jenis pemeriksaan vagina mengenalkan bakteri. Jika kantong air ketuban masih utuh, bakteri tidak akan sampai ke bayi. Jika sudah rusak, bakteri akan sampai ke bayi dan provider harus memantau kesejahteraan janin  dengan seksama.

– Memisahkan membran serviks dari kantong amnion dapat menyebabkan bayi turun, terlepas dari posisi bayi dan kesibukannya ke panggul. Hal ini dapat menyebabkan posisi bayi yang tidak menguntungkan dan kemudian mulai mengalami kontraksi. Meskipun kontraksi itu alami, mereka mungkin menekan bayi dengan bayinya dalam posisi yang tidak optimal (mungkin asynclintic, dan lain-lain).

– “Tinjauan sistematis Cochrane menunjukkan bahwa penyapuan membran tampaknya mempercepat timbulnya persalinan namun tidak memberikan manfaat penting secara klinis . Selain itu, penyapuan membran mengakibatkan peningkatan kemungkinan nyeri, perdarahan, dan kontraksi tidak teratur “(Boulvain, Stan, & Irion, 2005)

jadi pada intinya, sangatlah penting bagi bayi untuk memiliki kesempatan untuk bergerak di dalam kantong ketuban sehingga sang bayi bisa mengupayakan  posisi yang optimal untuk proses persalinan sebelum onset kontraksi terjadi. Setiap proses persalinan terjadi terburu-buru, diburu buru  atau artifisial dapat menyebabkan posisi yang tidak menguntungkan dan detakjantung janinpun menjadi tidak normal saat kontraksi. Cara terbaik agar posisi janin optimal adalah adalah memiliki kesabaran dan menunggu kontraksi dimulai secara alami