Hari Sabtu, 5 November 2011 mbak Yesie dan suami ,Pak Hendro yang secara kebetulan mau jalan-jalan ke Jogja mengantar kami sampai agen travel jurusan Magelang.Dua hari kemudian suami kembali ke Purwakarta untuk masuk kantor lagi.Sedang saya tinggal di rumah orang tua di Magelang sambil menanti kelahiran baby saya.

Selama di Magelang, saya melakukan berbagai aktivitas baik pekerjaan rumah tangga, jalan pagi tanpa alas kaki, birthing ball, pijat perineum, senam kegel, senam hamil, mendengarkan CD relaksasi Hypno Birthing dari Mbak Yesie, jalan ke pasar sendiri dll.Saya berusaha menikmati hari-hari menuju HPL saya yaitu tanggal 29 November 2011.

Selain itu saya juga mensurvey beberapa klinik bidan, Rumah Bersalin, obgyn di Magelang yang mungkin jadi 2nd opinion jika saya tidak bisa melahirkan di Klinik Bidan Kita.Berbekal dari artikel2 Bidan Kita khususnya tentang Birth Plan, saya mulai mengajak DSOG maupun bidan yang saya datangi untuk sharing tentang beberapa hal.Dari 2 DSOG dan 4 bidan yang saya datangi, ternyata saya lebih sreg dengan bidan karena mereka lebih bisa “fleksibel” dibanding  RS maupun DSOG yang sebagin besar bekerja text book / berdasarkan SOP.Rata2 bidan yang saya kunjungi pro persalinan normal , menghindari episiotomi, memberikan kebebasan ibu untuk memilih posisi persalinan, memberikan kesempatan untuk melakukan mobilitas selama persalinan dan juga makan maupun minum.Untuk pemecahan ketuban ada beberapa bidan yang masih melakukan jika ketuban belum pecah sedangkan persalinan sudah mulai aktif .Rata2 mereka mendukung  IMD dan  rooming in.Namun untuk penundaan pemotongan tali pusat apalagi lotus birth, rasanya masih jauh panggang dari api.Ada beberapa dari mereka yang tau / pernah mendengar tentang penundaan pemotongan tali pusat.Tapi belum berani mempraktekannya karena belum pernah mendapat sosialisasi/pelatihan.Jadi pupuslah harapan saya untuk melakukan delayed of clamping umbilicial cord /proses penundaan pemotongan tali pusat.Malah, secara tidak sengaja saya sharing  dengan seorang dukun bayi/paraji yang waktu itu memijat saya.Beliau menuturkan, dalam menolong persalinan , beliau selalu menunda pemotongan tali pusat sampai plasenta lahir secara alami.Hingga sempat terbersit dalam pikiran saya untuk home birth dengan dukun bayi tsb.Tapi , suami dan keluarga keberatan , takut jika ada hal2 di luar perkiraan dan kami tidak siap dengan peralatan medis.Selain itu, saya baru tau kalau sekarang , dukun bayi tidak boleh membantu home birth sendiri, melainkan harus bekerjasama dengan bidan di Klinik Bidan.Ya sudah, akhirnya saya mengantongi salah satu nama bidan yang  lokasinya cukup terjangkau dari rumah untuk membantu persalinan saya nanti jika tidak berjodoh dengan Bidan Kita.