JANGAN MANDIKAN BAYI ANDA

Jangan Memandikan Bayi Anda! Lho Kok begitu? Ya memang begitu bunda hehehe.

 

Vernix atau yang dikenal juga sebagai vernix caseosa adalah lapisan putih krem yang berkembang pada kulit bayi yang belum lahir pada sekitar 20 minggu usia kehamilan. Vernix diyakini sebagai pelembab dan melindungi kulit bayi selama dalam rahim. Menjelang akhir usia kehamilan, vernix yang menutupi bayi akan mulai berkurang, Dan saat lahir, biasanya sisa lapisan vernix masih dapat terlihat.

 

Vernix dipercaya memiliki fungsi anti bakteri yang dapat membantu menjaga kulit bayi dari infeksi. Untuk alasan tersebut, beberapa membiarkannya tetap menempel di kulit bayi saat baru lahir. Selain itu, sifat vernix yang berfungsi sebagai pelembab juga dapat membantu mencegah kulit halus bayi mengalami kekeringan. Vernix yang tersisa pada kulit bayi, saat baru lahir akan diserap oleh kulit bayi secara perlahan.

Lapisan lemak kulit bayi baru lahir sebenarnya merupakan hasil penyatuan dari minyak yang dikeluarkan kelenjar minyak (sebum) di kulit janin dengan sisa-sisa sel-sel kulit janin. Itu sebabnya, komponen utama “selimut” alami si jabang bayi ini adalah sejenis senyawa gabungan protein dan lemak yang disebut proteolipid.

Protein yang baru diidentifikasi, dianggap terlibat dalam pertahanan tuan rumah, adalah cystatin A, UGRP-1, dan calgranulin A, B dan C. Protein ini menambahkan fungsi pelindung verniks seperti aktivitas antijamur, inhibisi protease, dan inaktivasi parasit . Komposisi lipid dalam vernix juga telah ditandai dan di antara senyawa asam-asam lemak bebas yang ditemukan menunjukkan aktivitas antimikroba. Menariknya, lipid vernix meningkatkan aktivitas antimikroba dari LL-37 secara in vitro, menunjukkan interaksi antara lipid dan peptida antimikroba dalam vernix. Kesimpulannya, vernix adalah cream yang seimbang dari senyawa yang terlibat dalam pertahanan tuan rumah, melindungi infeksi janin dan bayi baru lahir.

Penelitian lintas bagian kedokteran (bagian kesehatan ibu dan anak, Biokimia dan Biofisika, serta Mikrobiologi) di Karolinska Institute, Stockholm, Swedia, menemukan beberapa bagian dari komponen protein yang terdapat dalam vernix caseosa punya andil sebagai zat pelindung tubuh. Si kecil dapat terlindung dari beberapa jenis bakteri, seperti Bacillus megaterium atau Eschericia coli, serta jamur Candida albicans.