Salah satu survey kecil yang pernah dilakukan di UK, menyatakan bahwa dari 151 ibu bersalin, 21% merasakan sedikitnya orgasme sekali saat bersalin. Tapi salah seorang penulis menduga bahwa orgasmicbirth dapat dirasakan atau didapatkan pada ibu bersalin tanpa obat-obatan (unmedicated labors). Lalu apakah dengan rasa sakit yang sering dan kontraksi yang intens itu memungkinkan untuk merasakan kepuasan? Reaksi nyata antara ibu yang satu dengan ibu yang lain dan persalinan yang satu dengan yang lain sangat bervariasi, namun sangat memungkinkan untuk keduanya merasakan sakit dan kesenangan yang intens pada suatu waktu.

Secara teori, saat kita merasakan sakit maka merangsang keluarnya hormon strees. Dan ketika hormon strees tersebut mengalir melalui tubuh anda, maka tubuh secara alami akan mengeluarkan hormon endorphins. Endorphins adalah hormon penghilang rasa sakit atau natural pain killer, yang mampu membuat rasa nyaman dan santai. Dan kekuatan endorphin sangatlah besar, 200 kali lipat lebih ampuh dibandingkan dengan morphin. Dan ini sangat alami dan setiap manusia mempunyainya, tinggal bagaimana pandai-pandainya kita untuk merangsang keluarnya endorphin dalam tubuh saat ibu merasa kesakitan dalam proses persalinannya. Belaian, ciuman, sentuhan dan rangsangan seksual ternyata mampu merangsang keluarnya endorphin tersebut. Lalu tugas siapa?? Tentu saja tugas suaminya…kita sebagai bidan hanya membimbing dan mengedukasi pasangan tersebut dengan penjelasan yang ilmiah. Memang agak susah dengan kultur budaya kita yang malu-malu tapi mau…tapi apa salahnya dicoba, alangkah indahnya saat kita menolong persalinan dan ibu bahkan pasangan bersalin tersebut merasakan kepuasan saat bersalin…iya kan?? Nah dimana kita bisa belajar lebih lanjut tentang orgasmic birth? Kunjungi http://orgasmicbirth.com/ dan anda akan melihat film dokumenternya juga.

Daftar pustaka:

1. Orgasmic Birth: Discovering Sexuality in Childbirth, By birthamiracle, published Jan 24, 2008.

2. Ooh Baby- Orgasmic birth video, 2008, http://orgasmicbirth.com/

Ina May Gaskin, 2007, Spiritual midwivery.