tidur

bercerita tentang posisi melahirkan, pasti bayangan Anda adalah Anda harus tidur terlentang dengan kedua kaki di sangga menggunakan “sunggurdi” atau penyangga kaki dan itu sangat terlihat mengerikan. seperti gajah bengkak yang disuruh tidur terlentang seperti gambar di bawah ini pasti:

576_Elephant_1jpg

## source image  by :http://www.dancingforbirth.net/unrestrictedbirth.html

padahal SEBENARNYA posisi yang TERBAIK untuk melahirkan adalah posisi tegak. nah ada banyak alasan ilmiah mengapa tetap tegak selama persalinan atau melahirkan adalah ide yang baik dan membuahkan banyak manfaat

Pertama, ketika seorang ibu bersalin dalam posisi tidur terlentang, uterus yang berat akan menekan pembuluh darah utama yang memasok oksigen ke bayi. Hal ini dapat menyebabkan ‘gawat janin’ dan intervensi seperti persalinan dengan vakum, forceps atau caesar.

Kedua, ketika seorang ibu bersalin dalam posisi tidur terlentang ketika melahirkan, sakrum dan koksigis dikompresi terhadap permukaan yang keras yaitu tempat tidur, sehingga lebih sulit bagi sendinya untuk lebih fleksibel dan untuk kepala janin turun ke jalan lahir. Bahkan, ketika seorang ibu bersalin berada dalam psosisi tegak selama proses persalinan maka, ukuran jalan lahir dapat ditingkatkan sampai 30%. Ini bisa berarti kemungkinan adanya gawat janin akan semakin kecil.

Ketiga, ketika seorang ibu bersalin dalam posisi tidur terlentang maka kontraksi rahim melawan gaya gravitasi.  ini dapat memperlambat kecepatan dan kekuatan mengejan saat persalinan. Dengan kata lain, proses persalinan bisa memakan waktu lebih lama dan menyebabkan kelelahan pada ibu.

Keempat, ketika seorang ibu bersalin dalam posisi tidur terlentang selama tahap mendorong/mengejan, dia mendorong bayi melawan gaya gravitasi, sehingga diperlukan waktu lebih lama untuk mendorong bayi keluar. Baik ibu dan bayi dapat menjadi kelelahan.

Ketika seorang ibu bersalin mengadopsi posisi yang lebih tegak selama persalinan, maka tekanan pada panggul dan punggung akan berkurang sehingga mereka akan merasa lebih nyaman dan merasa lebih mampu memegang kendali. Tekanna pada bayi juga berkurang.

Bidan dapat menyentuh dengan lembut untuk memberi kesenangan dan kenyamanna bagi ibu, seperti ‘Effleurage’, sebuah belaian lembut pada kulit pada perut ibu.