Tahap keempat adalah tahap aktivitas/ melakukan kegiatan. Selama tahap ini, gerakan seperti menghisap, rooting reflek menjadi lebih jelas. Tahap ini biasanya dimulai sekitar 8 menit setelah lahir. Tahap 5: Istirahat

Pada setiap titik, bayi mungkin beristirahat. Bayi mungkin memiliki periode beristirahat di antara periode aktivitas sepanjang jam pertama atau lebih setelah lahir.

Tahap 6: Crawling

Tahap keenam adalah tahap merangkak. Bayi mulai merangkak mendekati payudara selama tahap ini dengan periode singkat tindakan yang menghasilkan tubuhnya mampu mencapai payudara dan puting. Tahap ini biasanya dimulai sekitar 35 menit setelah lahir. Dan kegiatan ini yang sangat bermanfaat bagi sang ibu karena jejakan kaki sang bayi ketika merangkak diatas perut ibu inilah yang ammpu merangsang rahim untuk tetap kntraksi sehingga perdarahan segera berhenti.

Tahap 7: Sosialisasi

Tahap ketujuh disebut sosialisasi. Selama tahap ini, bayi baru lahir mulai berkenalan dengan ibu dengan menjilati, menyentuh puting dan memijat payudaranya. Tahap ini biasanya dimulai sekitar 45 menit setelah lahir dan bisa bertahan selama 20 menit atau lebih.

Tahap 8: Menyusu

Tahap kedelapan yang menyusu. Selama tahap ini, bayi yang baru lahir membutuhkan puting, menempelkan diri dan menyusu. Pengalaman awal belajar menyusu biasanya dimulai sekitar satu jam setelah lahir. Jika ibu diberikan analgesia / anestesi selama persalinan, mungkin diperlukan lebih banyak waktu untuk kontak kulit ke kulit untuk bayi untuk menyelesaikan tahap ini dan mulai menyusu.

Tahap 9: Tidur

Tahap terakhir adalah tidur. Dalam kondisi ini Bayi dan ibu terkadang tidur nyenyak bersamaan. Bayi biasanya tertidur sekitar 1 ½ sampai 2 jam setelah lahir

9 tahap ini adalah tahapan yang luar biasa dan sayangs ekali jika terlewatkan, karena ini mempunyai banyak manfaat untuk bayi antara lain:

· Adanya kontak kulit ke kulit membuat Bayi merasa lebih hangat dan Bayi lebih tenang.