Ingatlah untuk tidak menempalkan elektroda di bagian depan leher atau mata. Menempelkan elektroda di leher dapat menurunkan tekanan darah dan dapat menyebabkan kejang. Pada mata, elektroda dapat meningkatkan tekanan di dalam mata dan dapat menyebabkan cidera.

*Catatan: menggunakan unit TENS setiap hari dengan frekuensi dan intensitas yang sama dapat menyebabkan toleransi terhadap terapi tersebut.

 Kapan harus menghindari terapi TENS?

Walaupun terapi TENS cukup aman untuk sebagian besar orang, para ahli merekomendasikan bahwa beberapa orang dengan kondisi tertentu menghindari terapi TENS kecuali jika terapi ini memang disarankan oleh dokter Anda. Berikut ini adalah beberapa orang yang disarankan untuk mengindari terapi TENS:

panduan-audio-hypnofertility-ads
  • Ibu hamil muda: jika Anda sedang hamil muda, Anda disarankan untuk menghindari pengunaan TENS di area perut dan panggul.
  • Penderita epilepsi: menempelkan elektroda di kepala atau leher penderita epilepsi beresiko dapat menyebabkan kejang.
  • Penderita penyakit jantung
  • Orang yang mempunyai implan besi di tubuhnya

Kesimpulan

TENS bekerja dengan mengirim impuls listrik kecil ke bagian tubuh tertentu untuk mengontrol sinyal rasa sakit, menjadi suatu alternatif untuk menghilangkan rasa sakit. Efektivitas terapi ini bervariasi tergantung pada kondisi apa yang Anda rawat dan seberapa intens perawatan itu. Terapi ini dapat dilakukan di fasilitas kesehatan yang tersedia maupun di rumah. Ingatlah untuk mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan provider Anda sebelum memulai terapi.

 

Sumber:

https://www.healthline.com/health/transcutaneous-electrical-nerve-stimulation-unit#function

https://www.medicalnewstoday.com/articles/323632.php

https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/15840-transcutaneous-electrical-nerve-stimulation-tens

https://www.nhs.uk/conditions/transcutaneous-electrical-nerve-stimulation-tens/