Bayi hanya diberikan ASI saja, langsung atau tidak langsung (diperas). Secara keseluruhan, pemberian ASI Eksklusif mencakup hal-hal sebagai berikut:

1. Hanya ASI sampai umur 6 bulan.

2. Menyusui sesegera mungkin setelah bayi lahir

panduan-audio-hypnofertility-ads

3. Tidak memberikan makanan pralakteal seperti air gula atau air tajin kepada bayi baru lahir

4. Menyusui sesuai kebutuhan bayi (on demand)

5. Berikan kolostrum (ASI yang keluar pada hari-hari pertama, yang bernilai gizi tinggi) kepada bayi

6. Menyusui sesering mungkin, termasuk pemberian ASI pada malam hari

7. Cairan lain yang dibolehkan hanya vitamin/mineral dan obat dalam bentuk drops atau sirup (WHO/Unicef, 1989).

 

Pemberian MP-ASI (Makanan Pendamping ASI)

 

 

Disamping ASI, bayi diberikan makanan lain berupa makanan padat atau setengah cair, termasuk susu. Definisi MP-ASI adalah makanan yang diberikan disamping ASI kepada bayi mulai usia 6 bulan untuk mencapai kecukupan gizinya.

Permasalahan dalam Menyusui dan Cara Mengatasinya

1. Puting susu datar dan terpendam

Cara mangatasinya:

Puting susu ditarik-tarik sampai menonjol, kalau perlu dengan bantuan pompa susu.

2. Puting lecet ada nyeri

Hal ini disebabkan oleh karena posisi menyusui (perlekatan) atau cara menghisap yang salah, puting susu belum meregang (belum siap untuk disusui), dan hisapan bayi sangat kuat.

Cara mengatasinya:

· Mulai menyusui pada puting yang tidak sakit,

· Susui sebelum bayi sangat lapar agar menghisapnya tidak terlalu kuat,

· Perbaiki cara menghisap, bibir bayi menutupi areola diantara gusi atas dan bawah,

· Jangan membersihkan puting dengan sabun atau alkohol,

· Perhatikan cara melepaskan mulut bayi dari puting setelah selesai menyusui. Letakkan jari kelingking di sudut bawah,

· Keluarkan sedikit ASI untuk dioles pada puting selesai menyusui,

· Biarkan puting kering sebelum memakai BH,

· Kalau lecet tidak sembuh dalam 1 minggu, rujuk ke Puskesmas,