13· CPD (Cevalo Pelvix disproportion) tidak ada kesesuaian antara besar janin dengan panggul ibu

Kondisi lainnya yang terjadi akibat komplikasi dalam kehamilan atau kondisi yang sudah ada sebelumnya dan penyakit penyerta seperti:

14· Pre-eklampsia

panduan-audio-hypnofertility-ads

15· Hipertensi selama kehamilan

16· Audah melahirkan terlalu banyak

17· Ibu terinfeksi HIV.

Infeksi menular seksual seperti herpes kelamin (yang dapat ditularkan kepada bayi jika bayi lahir lewat vagina, tetapi biasanya dapat diobati dengan obat-obatan dan tidak memerlukan operasi caesar)

RESIKO? APA RESIKO?

Penjadwalan pada kelahiran bayi anda dapat memiliki konsekuensi yang sangat berat seperti prematuritas, masalah kerusakan pada saluran pernapasan, kematian dan bahkan masalah kelainan dan kerusakan pada otak – belum lagi pemulihan rasa sakit dan nyeri yang lebih lama dan lebih sakit dibandingkan dengan jika Anda melahirkan secara normal melalui vagina.

Tetapi mengingat semua risiko, saya harus berasumsi bahwa sebagian besar perempuan tidak mendapat informasi dari provider, atau mendapatkan informed consent. Saya sangat menyadari bahwa kondisi psikologis ibu hamil sangat labil dan seringkali berada dalam kondisi emosi yang intent dia akan lebih mudah stress apalagi menyangkut kesejahteraan bayi yang dikandungnya. Ketika si dokter mengatakan harus SC (padahal indikasinya tak masuk akalpun) orang tua terutama si ibu akan mengiyakan dan mengamininya.

Ini seperti contoh kasus di bawah ini:

1. Seorang ibu G1 P0 A0 (Hamil Pertama) denan umur kehamilan 28 minggu datang ke dokter untuk periksa ANC (kehamilan) dan ketika di USG ternyata posisi janinnya sungsang atau melintang. Secara spontan si dokter mengatakan rencana SC. Anda tau apa perasaan si Ibu? Secara emosional dia akhirnya memilih untuk mengiyakan. Karena takut terjadi apa-apa. Da sampai rumahpun secara tidak sadar dia mensugesti dirinya bahwa bayi saya sungsang dan saya harus SC padahal sebenarnya umur 28 minggu masi sangat sangat mungkin untuk dilakukan reposisi silahkan baca link ini: https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=175:cara-mengubah-bayi-sungsang-menjadi-letak-kepala&catid=40:monthly-guide&Itemid=34

2. Seorang ibu G1 P0 A0 sudah 2 hari melewati tanggal HPL nya. Berbagai upaya sudah dia lakukan seperti sering jalan kaki, jongkok berdiri dan berhubungan intim. Namun si janin belum juga menunjukkan tanda-tanda dia mau keluar. Seluruh keluarga sudah panic, handphone berbunyi terus karena ada SMS dan BBM yang menanyakan sudah lahir belum?, Kok belum Lahir-lahir sich, si Anu sudah melahirkan lho, hamilnya kan bareng sama kamu? , dll. Setiap kali bertemu orang Anda selalu mendengar pertanyaan yang sama. Dan akhirnya orangtua dan keluarga mendesak Anda untuk Sc saja mengingat selain sudah melewati tanggal HPL, ternyata teman-teman Anda bahkan saudara Anda sebagian besar melahirkan dengan SC juga. Bahkan kadang ada ancaman dan Anda seperti di takut-takutin dengan cerita-cerita yang intinya bahwa janin harus segera di lahirkan. Akhirnya dalam kondisi panic Andapun menyerah. SC! Padahal jika Anda mau bersabar bisa saja 2 hari lagi Anda bisa melahirkan dengan normal dan nyaman.