Karena kondisi tersebut, Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan SC dengan alasan kondisi kesejahteraan janin yang menurun. Karena ketidaktahuan maka Ny A dengan rela hati pasrah dengan semua keputusan dokter tersebut.

Nah dari cerita Klien Bidan Kita di atas tadi kita tahu bahwa karena ketidak tahuan atau minimnya pengetahuan yang dipunyai ibu dan ayah, maka mereka dengan mudah menerima semua intervensi tanpa mempertimbangkan efek amping dan resiko yang bisa saja menyertai.

Berikut ini beberapa praktik intervensi dalam persalinan yang dapat menyebabkan Cascade intervensi meliputi:

1. menggunakan berbagai obat untuk menginduksi persalinan

panduan-audio-hypnofertility-ads

2. melakukan pemecahan air ketuban sebelum dan selama proses persalinan

3. menggunakan oksitosin sintetis untuk mempercepat proses persalinan

4. memberikan obat untuk menghilangkan rasa sakit

5. menggunakan posisi berbaring untuk melahirkan.

6. Pembatasan gerak dan pembatasan pemilihan posisi selama proses persalinan

Dalam banyak kasus, praktek-praktek tersebut ini menimbulkan masalah karena mengganggu fisiologi normal dari kehamilan, persalinan dan kelahiran – misalnya, dengan:

1. mengganggu produksi hormon yang ada di sepanjang persalinan dan kelahiran

2. menciptakan peluang untuk infeksi

3. memiliki efek yang tidak diinginkan pada bayi Anda, atau

4. mengganggu kemampuan Anda untuk mendorong bayi keluar.

Apa contoh dari cascade intervensi?

Analgesia epidural dapat memberikan pereda nyeri yang sangat efektif selama persalinan. Namun ini juga meningkatkan risiko ibu untuk mengalami penurunan tekanan darah secara mendadak, kesulitan bergerak, kesulitan buang air kecil, kesulitan mendorong bayi keluar, demam, dan efek yang tidak diinginkan lainnya.

Berbagai intervensi – seperti pemantauan janin elektronik yang terus menerus dan pemberian cairan infus – banyak digunakan untuk memantau, mencegah atau mengobati efek ini pada ibu yang bersalin dengan epidural,. Dan intervensi lain-lain menjadi lebih mungkin, termasuk penggunaan oksitosin sintetis untuk memperkuat kontraksi, penggunaan kateter urin untuk mengosongkan kandung kemih, dan penggunaan vacuum extractor atau forsep untuk membantu bayi keluar atau lahir. Dan akhirnya semua Ini pada gilirannya mungkin memiliki efek samping yang mengarah pada penggunaan intervensi lain.