a. Manuver Rubin (1964)

– Pertama dengan menggoyang-goyang kedua bahu janin dari satu sisi ke sisi lain dengan memberikan tekanan pada abdomen.

– Bila tidak berhasil, tangan yang berada di panggul meraih bahu yang paling mudah di akses, kemudian mendorongnya ke permukaan anterior bahu. Hal ini biasanya akan menyebabkan abduksi kedua bahu kemudian akan menghasilkan diameter antar-bahu dan pergeseran bahu depan dari belakang simfisis pubis

panduan-audio-hypnofertility-ads

 

{youtubejw}j_bibDLPW98{/youtubejw}

 

 

 

 

b. Manuver Corkscrew Woods (1943)

– Masukkan satu tangan ke dalam vagina dan lakukan penekanan pada bahu anterior, ke arah sternum bayi, untuk memutar bahu bayi dan mengurangi diameter bahu

– Jika perlu, lakukan penekanan pada bahu posterior ke arah sternum.

c. Teknik Pelahiran Bahu Belakang

– Masukkan satu tangan ke dalam vagina dan pegang tulang lengan atas yang berada pada posisi posterior

– Fleksikan lengan bayi di bagian siku dan letakkan lengan tersebut melintang di dada bayi

Dalam penanganan distosia bahu tidak ada urutan tertentu tindakan mana dulu yang bisa Anda coba. Ini akan tergantung pada seberapa baik ibu bisa bergerak, posisi pasien, dan akses yang Anda miliki menjadi yaitu pinggulnya. bagaimana dan di mana Anda bisa mendapatkan jari anda di (jika diperlukan). Sebagai contoh, maneuver Rubins akan lebih mudah untuk dilakukan daripada tekanan suprapubik pada ibu yang posisinya bersandar ke depan.

Suatu pendekatan holistik berarti mengambil dan menggunakan gerakan atau tindakan yang tepat pada saat itu.

PENDEKATAN DRASTIS

Jika pilihan yang lain gagal yang biasanya melibatkan kerusakan pada bayi atau ibunya. Langkah berikutnya adalah menggunakan maneuver Zanvanelli namun ini mustinya dilakukan di RS besar dengan persiapan SC karena langkahnya adalah sebagai berikut:

Manuver Zavanelli (Sandberg, 1985)

– Mengembalikan kepala ke posisi oksiput anterior atau posterior bila kepala janin telah berputar dari posisi tersebut