Tips menyusui ketika sakit

  • Hindari konsumsi sembarang obat

Apabila Anda sakit, ingatlah untuk selalu mengkonsultasikannya dengan provider Anda sebelum Anda mengkonsumsi obat apapun. Ingatlah juga untuk selalu menginformasikan provider Anda bahwa Anda sedang menyusui. Hal ini karena walaupun ada beberapa obat obatan yang aman dikonsumsi saat menyusui, tapi ada pula beberapa obat-obatan yang dapat sampai ke si kecil melalui ASI atau dapat mengurangi produksi ASI Anda.

  • Minum banyak cairan

Apabila Anda sakit, terutama demam, ingatlah untuk minum banyak untuk mencegah dehidrasi yang dapat mengurangi produksi ASI Anda.

  • Beristirahatlah

Saat Anda sakit, tubuh Anda akan memerlukan energi tambahan untuk melawan penyakit yang ada di tubuh Anda. Hal ini membuat istirahat menjadi sangat penting untuk tubuh Anda. Oleh karena itu, minta tolonglah ke orang disekitar Anda untuk mengurusi pekerjaan rumah dan pastikan bahwa Anda mendapatkan istirahat yang cukup.

panduan-audio-hypnofertility-ads
  • Amati produksi ASI Anda

Amatilah produksi ASI Anda. Saat Anda sakit, Anda mungkin akan menyadari bahwa produksi ASI Anda mulai berkurang, namun hal ini biasanya bersifat sementara dan akan kembali seperti semua setelah Anda sembuh. Untuk memudahkan Anda dalam mengukur produksi ASI Anda, Anda dapat memerah ASI Anda dan membandingkan banyaknya hasil perahan ASI Anda.

  • Pakai masker

Salah satu cara dimana Anda dapat menulari si kecil ketika Anda sakit adalah ketika Anda batuk atau bersin di masa menyusui. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menutupi mulut dan hidung Anda ketika Anda bersin atau batuk. Anda juga dapat menggunakan masker untuk memastikan bahwa bersin dan batuk Anda tidak mengenai si kecil. Namun apabila Anda masi tidak yakin, Anda dapat memerah ASI Anda dan meminta tolong pasangan Anda atau orang lain untuk memberikannya ke si kecil.

  • Cuci tangan

Mencuci tangan sebelum menyusui atau sebelum menyentuh si kecil dapat membantu mengurangi resiko penularan ke si kecil dan ke payudara Anda.

Apabila setelah semua itu si kecil tetap tertular, cobalah untuk tetap menyusui. Dengan terus menyusui si kecil, Anda akan memberikan cairan, nutrisi, dan rasa nyaman ke si kecil.