Sebagai tambahan, efek dari dosis Pitocin sangatlah beragam. Efek samping dapat beragam dari kontraksi berlebihan dan parah yang mengarah ke fetal asphyxia, sampai tidak menimbulkan efek apapun pada kontraksi. Selain itu, obat ini mulai bekerja dengan secara perlahan.

Dosis standar tidak akan mencapai potensi penuhnya sampai 40 menit setelah pemberian. Jadi, jika tim medis menambah dosis Pitocin kurang dari 40 menit setelah pemberian sebelumnya, dosis lain akan diberikan sebelum efek penuh dari pemberian dosis pertama bekerja.

Selain itu, dosis Pitocin tergantung pada pasien tertentu, jadi tenaga ahli medis harus secara akurat menilai pasien untuk menentukan dosis yang tepat.

Hiperstimulasi dari Pemberian Pitocin

panduan-audio-hypnofertility-ads

Plasenta tertanam di dinding Rahim, dan mengandung jaringan pembuluh darah yang mengalirkan oxygen dan nutrisi dari ibu ke bayi. Ketika rahim berkontraksi, aliran darah dan oxygen kedalam maupun keluar plasenta melambat sebentar atau berhenti.

Disela-sela kontraksi, plasenta kembali ke kondisi “istirahat”, dan darah dan oxygen mengalir lagi dengan bebas ke bayi, Karena kontraksi secara efektif menghentikan aliran oxygen dan darah ke bayi, maka harus ada sela waktu yang cukup antar kontraksi agar plasenta dapat mengisi kembali dengan cadangan darah dan oksygen yang baru.

Plasenta adalah organ yang sangat elastis, tapi jika pemberian Pitocin menimbulkan kontraksi yang terlalu kuat atau terlalu lama, plasenta mungkin akan mempunyai masalah dalam berfungsi. Hal ini merupakan ancaman serius untuk sang bayi.

Pemberian Pitocin yang berlebihan dapat menyebabkan kontraksi yang berjarak kurang dari 2-3 menit, hal ini mengurangi kemampuan plasenta untuk mengisi kembali persediaan oxygennya. Ketika kontraksi yang timbul terlalu sering, tahan lama, atau sangatlah kuat, hal ini dinamakan dengan hiperstimulasi atau tachysystole.

Jika ada hiperstimulasi Rahim, otak bayi mungkin tidak menerima oxygen yang cukup, yangmana akan membuat bayi berada di dalam situasi yang sangat berbahaya dan mengarah kepada hasil negative nantinya.

Cidera Lahir Terkait Dengan Pitocin

Jika Pitocin diberikan dalam dosis yang tidak sesuai, atau jika obat ini membuat kontraksi menjadi terlalu lama, terlalu kuat, atau terlalu sering, Pitocin dapat memotong aliran oxygen ke bayi. Kekurangan aliran oxygen dapat mempunyai efek yang buruk ke otak bayi. Beberapa komplikasi yang paling umum yang dikaitkan dengan penggunaan Pitocin antara lain:

  • Fetal distress
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Bradycardia (detak jantung lemah)
  • Tachycardia (detak jantung cepat)
  • Perlambatan detak jantung
  • Cardiac arrhythmia (gangguan dalam ritme normal jantung)
  • Fetal academia
  • Kerusakan otak
  • Hypoxic-ischemic encephalopathy (HIE)
  • Cerebral palsy
  • Neonatal seizures
  • Rendahnya Apgar scores
  • Retinal hemorrhages (pendarahan yang tidak normal pada pembuluh darah di mata)
  • Trauma kepala pada janin, termasuk brain hemorrhage

Banyak cidera yang dapat timbul ketika dokter berusaha untuk memperpanjang persalinan normal dibanding melakukan c-section dengan indikasi medis. Persalinan yang tidak sesuai – obat untuk mempercepat persalinan dapat menimbulkan cidera permanen dan  cidera yang sangat serius.