Mengalami kelumpuhan pada wajah merupakan pengalaman yang mengerikan bagi siapapun, tak terkecuali jika terjadi saat kehamilan, dimana emosi Anda sedang berada di dalam kondisi yang intens. Banyak orang yang mengasosiasikan kelumpuhan pada wajah dengan stroke, dan saat mengetahui bahwa apa yang dialami bukanlah stroke, seringkali ada sedikit perasaan lega di awal, namun pasien yang mengalami Bell’s palsy tetap memerlukan penanganan secapat mungkin (dibawah 72 jam). Dukungan dan berbagai informasi dapat menjadi sangat penting bagi ibu yang menderita Bell’s palsy.

Apa itu Bell’s Palsy?

Bell’s palsy merupakan kondisi dimana terjadi peradangan di dalam telinga yang menyebabkan adanya penekanan pada saraf wajah, membuat salah satu sisi wajah mengalami kelumpuhan. Namun tidak hanya penampakan wajah Anda, kondisi ini juga mempengaruhi produksi air liur, air mata, dan indra perasa.

Bell’s palsy merupakan kondisi idiopatik, yang berarti penyebab pastinya belum diketahui. Namun, beberapa peneliti mengkaitkan kondisi ini dengan adanya virus (termasuk herpes, influenza, dan infeksi saluran pernapasan), diabetes, menurunnya  sistem daya tahan tubuh, dan stress. 

Apa gejalanya?

Bell’s palsy seringkali datang secara tiba-tiba tanpa peringatan, dan dapat menyerang dalam hitungan jam, puncaknya adalah 72 jam. Berikut ini adalah beberapa gejala utama Bell’s palsy:

  • Kelumpuhan sebagian atau keseluruhan setengah wajah, termasuk ketidakmampuan untuk menutup mata bagian wajah yang terpengaruh.
  • Kesusahan untuk menggerakkan alis, berkedip, dan menutup mata.
  • Rasa sakit yang menusuk di telinga bagian dalam dan sekitar rahang,
  • Ketidak rataan atau adanya perubahan pada indra perasa.
  • Hipersensitifitas terhadap suara.
  • Telinga berdengung.
  • Sakit kepala.
  • Rasa kebas atau kedutan di setengah wajah.
  • Kesusahan untuk berbicara dan mengucapkan huruf atau suara tertentu seperti ‘P’ dan ‘B’.
  • Tidak dapat untuk menggerakkan sebelah mulut dan pipi, mengakibatkan kesusahan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman.

Bagaimana cara mendiagnosisnya?

Dokter Anda akan melakukan pemerikasaan neurologis dan akan meminta Anda untuk menggerakkan wajah Anda seperti menutup mata Anda, menaikkan alis, senyum, dan memajukan bibir. Untuk membedakannya dengan kondisi lain seperti Ramsay Hunt Syndrome dan penyakit Lyme, dokter Anda juga akan melakukan serangkaian prosedur seperti pemeriksaan darah, MRI, CT scan, pemeriksaan dengan spesialis THT, dan pemeriksaan saraf bernapa electromyography (EMG).